Kami pun malam itu tidur bersebelahan, pengalaman pertama aku tidur bersama Snakeboy wkwk...
- Part #7
Saat bagun subuh, ku lihat Saga sudah tidak ada di sebelah ku, hanya ada Jali. Kemungkinan dia pergi ketika Jali hendak tidur disitu. Pagi itupun aktivitas seperti biasa.
Tak lama, datang Oku dan bilang makasih karena malam itu sudah menyelamatkan dia, akupun hanya senyum dan bilang "sama sama". Pagi itu dia sepertinya masih terlihat kurang fit tapi masih tetap untuk berangkat bekerja. Ketika hari sudag agak siangan, akupun pergi ke pondok Bule untuk cari makanan hahaha..
Sesampainya disitu, Bule seperti sudah ingin menghujam ku dengan beribu pertanyaan yang ada di benak nya. Kamipun makan peye buatan Bule sambil ngobrolin kejadian tadi malam. Aku menceritakan apa yang terjadi dan siapa sebenarnya Sri, sama seperti yang diceritakan Datu Lubai waktu itu.
Dan Bule akhirnya tau kisah sebenarnya dari misteri "lundang berhantu" yang sempat memakan korban itu. Kami ngobrol cukup lama dan ketika hampir jam 10, aku izin pamit dan mau jalan jalan lagi karena kebetukan toko ada Jali yang jaga jadi aku bisa main lebih jauh.
Aku jalan jalan sambil mencari arah suara mesin, karena ingin melihat langsung bagaimana proses mencari emas. Saat diperjalanan, terdengar suara "kresek, kresek,,,".. Aku spontan menoleh dan kulihat semak semak bergerak, takutnya itu ular aku lalu mencari kayu sambil mendekat. Ketika sudah dekat, tiba tiba Saga muncul dan bilang "Woy !!"..
Aku: dasar kamu ini, bikin kaget aja.
Saga: haha.. mau kemana ?
Aku: mau liat liat sekitar sini, gimana sih orang kerja nyari emas.
Saga: owh, ayok aku temenin.
Dijalan, kami sambil ngobrol dan tak lama sudah sampai di salah satu lubang tambang yang ada pekerja nya sedang bekerja. Dan itu kelompoknya mas Solihin. Ternyata pekerjaan nya cukup santai. Ada yang tugasnya nembak slang air ke dinding lubang, ada yg tugasnya mecahin batu dan ada yang nunggu mesin. Jumlahnya sekitar 6 orang, 5 di dalam lubang dan 1 yang jaga mesin.
Yang jaga mesin itu namanya Ridho, dia mendekat dan menyapa.
Ridho: bro, tumben kesini.
Aku: pengen liat liat aja mas rid.
Ridho: belum pernah liat kah.
Aku: iya, baru kali ini.
Ridho: oh.. ya gini lah bro kerja di tambang, mengandalkan kerja sama dan kekompakan.
Aku: mantap...
Ridho: kamu bisa lihat hantu kah?
Aku: gak, cuma kebetulan aja tadi malam itu. kenapa ?
Ridho: owh, itu kata temen temen ku sering lihat orang berdiri kalo lagi sore.
Aku: dimana ?
Ridho: itu.. (sambil nunjuk ke sebuah pohon yang tak jauh dari situ)
Aku: hmm... kamu dah pernah liat?
Ridho: pernah sih, tapi sekilas. gak tau itu ada yang ku lihat atau hanya salah lihat.
Aku: serem juga ya disini, banyak hantu.
Ridho: teman kami pernah ada yang bunuh diri disitu, gantung diri. mungkin hantu dia.
Aku: iya kah.. kenapa gantung diri?
Ridho: gak tau, kejadian nya sekitar 4 bulan lalu. sore itu dia telponan sama keluarga di jawa jadi sendiri disini, kamu yang muda muda pada pulang. tapi sampai malam gak ada pulang, kami khawatir dan nyusul ke lokasi dan dia sudah ditemukan dalam keadaan bergantung. mungkin ada masalah keluarga.
Aku: ngeri juga ya.
Ridho: kalo bisa, bantuin lah bro.. nanti kamu coba kesana liat liat apa bener dia jadi hantu.
Aku: hah? maksudnya aku jadi umpan hantu?
Ridho: ya gak gitu, maksud ku kami coba liatin kali aja ada hantu dia beneran.
Aku: owh..
Ridho: udah dulu ya, aku mau kerja dulu.
Aku: sip..
Dia kembali ke tempatnya dan aku coba mendekati pohon itu, sesampainya di pohon itu, gak ada apa apa sih. cuma pohon besar yang cukup rindang dan sejuk untuk berteduh. Akupun duduk disitu untuk istirahat dan ku lihat mas Ridho menatap ke arah ku. Tak berselang waktu lama, ada yang menepuk pundak ku. Ketika aku melihat, eh ternyata Saga lagi.
Saga: ngapain disini..
Aku: cuma pengen berteduh.
Saga: aku temenin..
Aku: o iya, disini katanya ada hantu. beneran ?
Saga: haha, gak ada. kalo temen aku ada.
Aku: hah ? temen.. maksudnya ?
Saga: iya, temen. sebentar, aku panggil.
Saga pun memanggil manggil kata "rom, rom, rom".. dan tak lama ada seekor ular cobra berwarna coklat datang kemudian berubah wujud jadi seorang anak muda.
Saga: kenalin, nama nya Romi. dia pandai banyak bahasa, karena sudah lama tinggal disini.
Saga: dan Rom, ini kenalin temen baru aku, namanya Zhiyan, keponakan pemilik toko baru itu.
Romi: salam kenal bang.
Aku: iya, salam kenal juga. jawabku sambil tersenyum.
Saga: dia ini temen aku, emang suka jail nakutin pekerja yang disana (nunjuk orang2 mas Solihun). Dia sering menampakan diri disini dengan bentuk menyeramkan.
Aku: oh, kamu ternyata, usil banget sih haha.
Romi: haha, nama nya juga jin bang. Aku biasa sore sering kesini untuk tidur, jadi kadang aku kalo terganggu dengan suara mesin mereka, aku takut takutin.
Aku: mereka lari ?
Romi: gak, mereka lebih takut tidak dapat emas daripada hantu.
Aku: wkwkwk. kamu ini..
Romi: tapi setidaknya aku seneng Bang, jadi bisa tidur nyenyak
Aku: disini beneran ada orang gantung diri ya? kan kamu sering main disini berarti tau donk kejadian 4 bulan lalu.
Romi: tau Bang, salah satu pekerja di lubang itu.
Aku: gimana ceritanya, bisa ceritain gak?
Romi: boleh, waktu itu aku lagi berteduh disini sama Saga setelah cape kami main kejar kejaran anak tikus.
Saga: betul...
Romi: ketika sore, dia asik telponan dan tak lama datang dua orang dari arah sana (menunjuk ke jalan) membawa potongan kayu. Aku rasa mereka pernah ada dendam dan orang dua tadi sengaja mengintai. Karena dia asik telponan, tidak menyadari ada orang yang datang. Orang dua tadi datang datang langsung memukul kepala nya hingga pingsan. Kemudian mereka membawanya ke pohon ini dan menggantung nya dengan seutas tali.
Aku: oh, jadi itu pembunuhan ? bukan bunuh diri ?
Romi: iya, dia dibunuh.
Aku: pembunuh nya kemana ?
Romi: mungkin mati.
Aku: hah ?
Saga: iya, mati. soalnya di gigit Romi.
Romi: iya Bang, aku gigit. Soalnya waktu mereka selesai menggantung itu, aku lagi istirahat dibawah pohon ini di tumpukan daun kering sedangkan Saga di atas pohon. Salah satu dari pembunuh itu naik ke atas pohon untuk menggantung, pas dia turun, dia loncat dari atas dan terjun mengenai ekor ku, mungkin dia tidak lihat krna warna ku coklat sama seperti daun kering, aku marah dan ku gigit kaki nya. Yang satunya karena liat temen nya di gigit, ngejar aku pakai kayu dan Saga lombat dari atas pohon untuk menggigit yang mengejar itu. Setelah itu kami lari hahaha..
Aku: trus mereka gimana ?
Saga: mereka lari keluar ke arah portal, mungkin ingin mencari pertolongan dengan penjaga portal di dekat jalan utama itu.
Romi: tapi kami rasa dia gak bakalan sempat deh tertolong, soalnya jalan dari sini ke luar sana lumayan lama. Sebenernya kami itu gak mau ikut campur urusan manusia meskipun pembunuhan tetap di hadapan kami, tapi karena dia mengganggu kami, ya terpaksa bertindak.
Aku: bener juga wkwk.. setidaknya dia sudah mendapatkan pembalasan.
Aku: o iya, aku pulang dulu ya, sudah tengah hari ini.. takutnya aku dicariin di toko karena sudah lama pergi:
Romi: iya bang, kapan kapan mampir lagi ya kesini. tiap sore aku berteduh disini kok.
Aku: oke, kalau ada waktu ya.
Saga: aku ikut kamu pulang.
Aku: ngapain sih ikut aku terus, mending main tikus sama Romi haha..
Saga: nama nya teman baru, harus sering ngobril biar akrab. yakan ?
Aku: terserah mu aja lah haha.
Kami pun pulang menuju toko, dan di tengah perjalanan ternyata aku merasa jalan nya aneh, seperti nya berangkat tadi bukan lewat jalan ini.. aku nanya sama Saga "ini jalan kemana ya?" [Bersambung]
Komentar
Posting Komentar