Melihat aku lari ke depan, Jali langsung menghampiri aku dan nanya.
Jali: kmu knp? kok balik. telur nya mana?
Aku: jijik aku ka, cba liat disana..
Akupun ngajak Jali untuk melihat mahluk yang memakan telur tadi di samping..
Aku: tu ka.. (sambil nunjuk)
Jali: mana? emang ada apa dengan telurnya..
Seketika aku ingat, dia tidak bisa melihat apa yang aku lihat. Akupun bingung mau ngomong dengan alasan apa.
Aku: oh, anu ka..
Jali: anu apa..
Aku: itu tadi, disana ada anjing makan telur. mungkin mereka dah pergi.
Jali: oh, yaudah. buang aja gk usah di ambil lagi. mungkin rejeki mereka. nanti ambil pakai plastik bekasnya dan bakar di tempat pembakaran sana (sambil nunjuk tumpukan bekas tempat pembakaran sampah).
Aku: sip..
Setelah itu kamipun kembali ke depan untuk menyusun barang yang barusan di angkut untuk di tata di rak nya, dan mahluk hijau tadi pun masih asik makan telur pecah itu. Setelah ngobrol ngobrol aku dan Jali sambil merapikan barang, dia pun berpesan kepada ku.
Jali: disini kalo denger suara tikus, hati hati. kadang ada cobra. boleh jadi itu tikus sedang di gigit cobra, jadi jangan didekati.
Aku: sip sip..
Setelah selesai menyusun barang2 dagangan, akupun ambil plastik untuk memasukan bekas telur pecah tadi untuk dibawa ke tempat pembakaran sekaligus membakar kardus bekas. Aku lihat, dia masih asik makan telur, padahal lumayan lama dari tadi tapi dia masih belum pergi.
Aku coba mendekati dan coba ngobrol dengan dia dengan memberanikan diri aku ngomong.
Aku: datu lagi apa. (datu: sebutan lain untuk mahluk halus dalam bahasa banjar, tapi kata "datu" juga digunakan untuk menyebut orang tua jaman dulu dan orang yang sangat di hormati)
Dia: maaf kalau mengagetkan, saya cuma mau mencicipi telur ini, saya penghuni asli tempat ini. Kebetulan saya lewat dan ada telur pecah, jadi mohon maaf kalah saya lancang, karena saya sangat suka dengan aroma nya.
Aku: oh, gpp datu.. saya tadi cuma kaget aja kok. (aku pura pura berani wkwk. tapi mendengar perkataan nya yg sopan, aku mulai tidak takut karena kelihatan nya dia baik)
Dia: kamu mau ambil telur ya?
Aku: iya, mau aku bakar yang pecah ini. yang masih bagus nya mau dibawa kerumah.
Dia: oh, silahkan.. tapi ini mubazir kalau dibakar, masih ada sisa di dalam pecahan nya. kamu kumpulin aja telurnya dan buang di lundang, lumayan buat makan ikan dan kerongkong nya baru dibakar.
Aku: inggih, makasih datu..
Dia: ya sudah, aku pamit dulu ya.. kamu orang baru ya, aku baru lihat kamu.
Aku: benar.
Dia: kalau ada waktu, jangan lupa mampir ke rumah saya, rumah saya ada di bawah pohon pinus dipinggir sungai.
Aku: iya, makasih datu. kalau ada waktu saya kesana.
Dia pun pergi menghilang dalam sekejap. akupun mengumpulkan sisa sisa telur pecah tadi untuk dibuang ke air untuk ngasih makan ikan ikan. Sesampainya dilundang, aku cempuling telur telur tadi (isinya aja, cangkangnya yg dibakar). Dan ikan ikan pada keluar memakan telur tadi, aku jadi langsung kepikiran mau mancing, lumayan kalo dipancing, karena ku lihat ikan haruan (gabus) dan tauman nya besar. udah gitu ada juga pentet (lele) nya besar warna hitam kekuningan. Air lundang nya jernih dengan kedalaman sekitar 2M jadi masih terlihat jelas iklan keluyuran didasarnya.
Akupun lanjut kepembakaran, jarak nya tidak terlalu jauh sih, sekitar 100 mtr dari toko. Tempat itu memang dijadikan khusus untuk membakar sampah oleh penduduk sekitar (para penambang) karena merupakan hamparan pasir putih yang luas. Kalo di tempat lain. masih banyak rumputnya, jadi takutnya menjalar dan terjadi kebakaran, tapi ditempat tadi aman sebab luas hamparan nya.
Ketika aku membakar, sambil aku tunggu api nya karena takutnya terbawa angin, jadi ditunggu sampai padam aja. Tidak lama, aku lihat ada lagi wanita yang sebelumnya ku temui di lundang kecil. Aku langsung kaget, tapi aku masih tetap berdiam di tempat. dia terlihat mulai mendekat, sekitar berjalan 20 meter dari aku. Api nya aku pukul pukul dengan kayu supaya padam dan langsung lari pulang.
Sesampainya didekat toko, aku lihat lihat disekitar tidak ada apa apa, syukurlah dia tidak mengikuti ku pulang. Di toko, jali ngajakin makan dan ku lihat sudah ada hidangan yang enak untuk standar kami yang ada ditengah hutan. Aku penasaran dan tanya
Aku: kok bisa ada masakan sayur sayuran ? perasaan kita gk ada stok sayur. Masakan nya enak lagi, pian (sampeyan) kan gak bisa masak. paling bisanya rebus mie dan dadar telur hahaha..
Jali: oh ini, di kasih sama ibu ibu barusan.
Aku seketika kaget, jangan jangan ini hantu wanita yang ku lihat itu menyamar.. [Bersambung]
Komentar
Posting Komentar