Ketika aku mendekat, dia menatap ke arah ku dan langsung bilang "wah parah bos, ini anak tadi di sumur keramat makani buah sesajen".
- Part #10
Paman ku cuma ketawa, "iya kah, hahaha.. maklum aja, dia baru pernah di ajak ke hutan jadi masih belum tau masalah sesajen". Mereka pun sepertinya lanjut ngobrolin apa gak tau juga.
Tak terasa, sekitar dua jam berlalu, ada orang lari lari dengan kepala penuh darah. Dengan nafas ngos ngosan dia cerita tentang kejadian di atas yang sangat kacau. Banyak korban berjatuhan.
Mendengar berita itu, paman ku berinisiatif untuk menelepon polisi. Tak lama, sekitar satu jam setengah datang beberapa buah motor yang di isi dua polisi tiap satu motor, jumlahnya cukup banyak. Motor mereka parkir di tempat pembakaran karena disitu area lingai nya cukup luas. Kami dan para polisi ikut naik ke atas untuk melihat keadaan.
Sesampainya disana, banyak yang tergeletak di tanah, terutama di lapangan bola tempat awal mereka tawuran. Para polisi mengamankan yang masih saling lempar dan sebagian melakukan evakuasi terhadap yang meninggal dan luka. Melihat kejadian itu, aku jadi ngeri.
Untuk cerita ini, tidak usah berpanjang lebar sebab aku hanya sebentar saja menyaksikan. Setelah itu aku pulang sebab merasa ngeri melihat banyak yang luka bacot dan benjol akibat lemparan batu.
Malam pun tiba, aku berpamitan dengan teman teman pekerja tambang karena besok sudah harus pulang. Mereka banyak yang menyayangkan. "Yah, kok pulang, padahal baru sebentar disini". Tapi ya gimana lagi, akupun juga sebenarnya sangat merasa nyaman dengan mereka yang sangat ramah terhadapku, terutama Bule yang selalu baik kepada kami.
Kalau boleh di ibaratnya, jika total disana aku makan 100x, maka 90x nya adalah makan di tempat Bule. Sebab di toko cuma ada mie dan sarden, itupun kalo Bule tau aku hidupin kompor (kompor yang minyak, bukan gas) untuk masak mie, Bule langsung bilang "ngapain masak, ayo ke tempat bule aja, banyak sayur dan lauk gitu kok, sayang kalo gak ikut makan". Mau gak mau sih ya ikut makan, kan jadi enak. hahaha..
Malam itu, kami ngobrol seperti biasa sambil nonton tv, dan tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam. Akupun pamit dan sambil minta maaf kalo ada salah dan sangat berterima kasih karena sudah baik kepada ku selama ini. Sebab besok mungkin turun jam 9 pagi, sedangkan para pekerja tambang jam segitu sudah tidak ada lagi, mereka semua kerja, jadi pamitan nya malam aja.
Aku masuk ke kamar dan tiduran. Kemudian aku teringat bahwa ada paman ku, kalo dilihat lihat, tempat tidurnya cuma muat dua orang, yasudah lah aku tidur di tempat lain aja, biar paman ku sama Jali aja yang tidur disitu.
Pas keluar, aku merasa cocok untuk tidur di dekat tumpukan karung beras, hawanya juga dingin. Aku pindah beberapa karung beras supaya agak besar tempatnya, sebab biasanya Saga bakalan muncul di dekatku, jadi aku bikin tempat itu muat untuk orang dua rebahan. Akupun rebahan dengan ber bantal karung beras 25kg.
Bener aja, gak lama setelah memejamkan mata, tiba tiba ada yang meluk dari samping sambil bilang "tempat baru nih.." [Bersambung]
Komentar
Posting Komentar