Episode 12 - Jin Rumah Makan #1

Kisah ku masih belum berakhir, setelah aku pulang dari lokasi pertambangan emas, aku kembali menemui sesuatu yang janggal, ya,, tepatnya ketika aku singgah disebuah rumah makan. begini ceritanya.

Setelah hari itu aku memutuskan untuk pulang, aku bukan langsung pulang kerumah tapi aku masih berada di tempat paman ku. Saat diperjalanan menuju rumah paman ku, kira kira 30 KM dari lokasi tambang menuju turun ke bawah, paman ku mengajak aku untuk singgah di sebuah rumah makan. 

Rumah makan ini terlihat seperti biasa saja, cukup sederhana namun dipadati pengunjung. Padahal, disitu ada beberapa rumah makan lain yang terlihat lebih besar dan berkelas. Oiya, ini tempatnya masih di area yang jauh dari kota jadi sangat strategis untuk mendirikan sebuah perkampungan. Sebab orang diperjalanan akan singgah untuk beristirahat dan mencari makan, atau sekedar membeli minum dan bensin. 

Ada sekitar 8 rumah makan disini yang terlihat dengan berbagai nuansa berbeda. Paman singgah di salah satu rumah makan yang lumayan banyak pembeli nya, kata paman ku disini banyak yang singgah sebab hanya disini yang menyajikan makanan halal, rumah makan lain masih bercampur bahkan ada yang menyajikan khusus daging babi. Wajar sih, karena disini mayoritasnya non-muslim. Bukan SARA atau membeda bedakan ya, tapi kan wajar donk nama nya org islam mencari yang halal.

Saat memasuki ruangan disitu  aku sudah merasakan hawa yang berbeda. Padahal disitu cukup nyaman tempatnya sebab didepan nya banyak pohon. Tidak sedikit para pembeli yang makan diluar duduk di meja yang disediakan dibawah pohon karena udaranya sangat sejuk. Tapi aku merasa hawa negatif, hanya saja aku tidak tau apa dan kenapa.

Paman ku pun mulai memesan makanan, dia memesan bebek goreng dengan minum es teh. Aku di suruh memesan makanan, ketika aku melihat lihat daftar menu, tiba tiba ada yang nepuk pundak ku dan ngomong "jangan makan disini". Sontak aku kaget dan menoleh kebelakang, ternyata si ular nakal lagi. Dia seperti memberi kode ingin berbicara dengan ku. Aku kemudian berkomunikasi secara batin dengan Saga.

Aku: ngapain kamu disini ? kok bisa tau aku disini.
Saga: aku rasa gak enak aja jauh dari kamu, jadi sengaja kesini karena merasa ada yang gak beres.
Aku: oawalah, manja banget sih ni bocah. jadi kaya bapak mu aja aku di tempelin terus.
Saga: kita kan teman akrab, wajar donk aku mau dekat kamu terus.
Aku: yayaya, terserah aja lah. ngomong ngomong ada apa ni.
Saga: kamu jangan makan disini, rumah makan daerah sini gak beres semua nya.
Aku: gak beres gimana ?
Saga: mereka semua disini pakai jin penglaris.
Aku: seriusan ?
Saga: iya, aku sudah cek rumah makan yang ada di area sini. mereka pakai penglaris. makanya rame.
Aku: ngaco ah. kan wajar rame soalnya disini tempat persinggahan para pengemudi yang kelelahan.
Saga: iya, tapi mereka pakai penglaris. 
Aku: masa. ?
Saga: gak percaya ? coba deh kamu izin ke wc. nanti sebelum ke wc ada pertigaan jalan, yang kanan itu tempat masak, yang kiri itu wc dan lurus itu ruang para pekerja istirahat. kamu pura pura aja salah masuk dan lihat apa yang ada disana.
Aku: oke. awas kalo bohong. aku cium kamu.
Saga: jangan.. aku masih polos. jangan nodai aku. (dgn gaya manja)
Aku: wkwkwk.. sudah ah, jangan becanda lagi.
Paman: kamu kenapa senyum senyum sendiri gitu, bukan nya mesen makanan malah melamun sambil senyum.
Aku: oh, gak.. aku mau kencing. disini ada wc gak ya?
Paman: itu minta izin ke penjaga.

Aku minta izin ke penjaga dan ditunjukan arahnya, persis seperti yang di katakan Saga tadi. Kemudian aku pura pura salah masuk. Aku masuk ke ruang masak dan ku lihat ada beberapa ibu yang memasak namun di belakang mereka berdiri beberapa jin tinggi dan hitam. Aku kaget dan spontan ngomong "astaghfirullah". Salah satu ibu itu langsung melihat ke arahku.

Ibu: ada apa dek (dgn senyum)
Aku: anu bu, saya mau ke wc. tapi kok malah dapur ya. tadi kata abang yang di depan itu suruh kesini.
Ibu: oh, kamu salah arah. wc ada di sebelah sana itu (sambil nunjuk arah)
Aku: makasih ya bu, sekali lagi maaf nih saya salah masuk.
Ibu: gapapa kok dek, sudah beberapa pengunjung yang sering salah masuk. karena wc nya ada didalam. harusnya dulu itu di luar supaya orang mudah kalo mau ke wc.
Aku: iya bu hehe..

Aku kemudian beranjak dari tempat itu sambil membayangkan betapa ngeri nya pemandangan tadi, entah apa yang dilakukan jin itu dengan masakan nya. Tapi yang jelas, bener kata Saga bahwa rumah makan disini gak beres. 

Aku keluar ke meja paman ku dan duduk kembali. Tak sengaja pandangan ku mengarah ke arah lampu hias besar di atas di tengah ruang makan itu dan terlihat ada se sosok mahluk berbaju merah dengan lidah yang menjulur panjang, aku perkirakan lebih dua meter. Dia berjuntai juntai di lampu itu. Aku langsung ngeri melihatnya dan mencari cari alasan untuk pergi dari tempat itu. 

Aku: man, kayanya aku gak makan disini.
Paman: knpa, perjalanan kita ke rumah masih lama lagi, ini sudah tengah hari.
Saga: (sambil berbisik) bilang aja kamu mau makan cumi, disini gak ada. aku tau tempat yang ada cumi nya dan dijamin tanpa penglaris.
Aku: aku mau makan cumi cumi aja. disini gak ada makanan laut.
Paman: oh, itu disana ada rumah makan yang ada spanduk "seafood" nya. disitu khusus jual makanan laut.
Aku: oke, aku kesana. minta duit.
Paman: nih.. (sambil ngasih 100k)

Saat aku berjalan keluar, tiba tiba mahluk merah di lampu hias tadi turun dan mengikuti dibelakang ku. Anjay, ngeri cok.. Bayangin gimana rasanya di ikutin mahluk yang mengerikan sekaligus menjijikan gitu. Saga yang dari tadi nunggu aku dipintu luar kemudian menghampiri aku karena melihat ada yang mengikuti ku. Kemudian tanpa basa basi dia menendang jin merah tadi sambil bilang "jangan ngikutin, goblok..."  [Bersambung]

Komentar