Episode 16 - Terserat Di Meratus #1

Kisah ku kali ini, adalah sebuah petualangan yang tidak sengaja mempertemukan aku dengan beberapa orang teman baru, namun sebagian mereka ada yang mati karena sebuah insiden. 

- Part #1

Kisah ini berawal dari aku ingin berkunjung ke rumah salah satu keluarga ku di Amuntai, pada tahun pertengahan tahun 2013. Aku menaiki sebuah mobil dari kota Kapuas menuju Kota Banjarmasin. 

Kebetulan, sopir nya ini punya kenalan driver bis yang biasa perjalanan antar daerah dan melewati amuntai, jadi aku direkomendasikan untuk ikut bis ini jika sudah sampai di banjarmasin. Aku sih iya aja, yang penting sampe. Karena rencana nya kesana ada acara nikahan salah satu anak dari tante ku. 

Aku sengaja seminggu lebih awal berangkatnya daripada keluarga ku karena ingin lebih lama disana, sekalian mau berkunjuk ke Candi Agung, sebuah bangunan yang dulu disitu bekas kerajaan Negara Dipa yang berdiri sekitar abad ke 7 Masehi. Orang kalimantan mengenal penguasanya dengan nama Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih. Mereka adalah kerajaan Hindu dan termasuk kerajaan yang tua di kalimantan selatan. 

Banyak yang mengira, di Candi Agung itu adalah makam dari pangeran suryanata, padahal bukan. Disana hanya ada sebuah pertapaan, bukan makam sebab mereka sampai sekarang tidak mati. Kok bisa ? ya bisa.. Kan kerajaan hindu jaman dulu terkenal dengan kesaktian nya, pada suatu hari mereka berdua meninggalkan istana dan berpindah alam. Menurut sejarah, banyak yang mengatakan pergi ke kayangan. Padahal mereka berpindah ke alam jin. Hingga sekarang ini, mereka memimpin sebuah kerajaan gaib di daerah gunung pamaton dan merupakan pusat pemerintahan kerajaan jin se kalimantan. 

Bagaimana proses mereka pindah alam, aku gk tau ya karena aku gak ada di saat itu wkwk. Yang jelas, mereka bukan roh, sebab mereka belum mati. Hanya saja mereka berpindah alam. Menurut cerita para orang tua, mereka akan melindungi keturunan mereka apabila ada serangan gaib yang mencoba mengganggu. Dan kebetulan, aku masih ada garis keturunan dari mereka. 

O iya, sebagai info. bahwa ketika kerajaan banjar di pimpin oleh pangeran suriansyah (salah satu keturunan pangeran suryanata) mereka meminta bantuan ke kerajaan islam jawa dan di utus bantuan dan beberapa ulama ke tanah banjar. Mereka memberi syarat jika menang maka raja harus masuk islam. Syarat itupun dipenuhi alhasil sultan suriansyah menang dan memeluk agama islam. 

Ada beberapa ulama yang datang ke tanah banjar termasuk salah satu sunan dari walisongo. Aku lupa sih siapa, tapi waktu itu ketika beliau pulang, para murid disuruh mengisi perahu dengan tanah dan bongkahan batu dari tanah kalimantan agar perahu tidak mudah diterpa angin jika berisi banyak muatan. Sesampainya di jawa, sunan tersebut menyuruh muridnya mengambil bongkahan tadi. Beliau bilang, yang ambil banyak rugi, yang ambil sedikit rugi. Para murid bingung, dan ternyata apa yang mereka ambil tadi berubah jadi emas. Benar saja kata beliau, kalo banyak di ambil bakal rugi karena ngapain bawa tanah banyak banyak, dan yang ngambil sedikit pun rugi sebab ternyata tanahnya berubah jadi emas. 

Dan beberapa ulama yang berdiam di kerajaan untuk membimbing keislaman diantaranya adalah seorang habib yang dikenal Khatib Dayan. Beliau adalah seorang wali Allah, dengan berkat bimbingan dari beliau hingga akhirnya mampu membimbing seorang sultan suriansyah yang dulunya seorang pangeran beragama non-islam menjadi seorang wali Allah. 

Mendengar islam masuk dan menyebar luas ke tanah banjar, pangeran suryanata pun kemudian tertarik untuk memeluk agama islam hingga sekarang ini beliau beragama islam. Jadi, sungguh ngaco kalau ada orang yang pakai pesugihan mengatasnamakan dari pangeran suryanata atau putri junjung buih. Sebab mereka bukan syetan yang menyesatkan manusia. 

Oke, balik ke cerita aku ke banjarmasin. Aku masuk ke salah satu bis yang tidak banyak penumpang nya yang sudah direkomendasikan sama orang taksi tadi. Ukuran nya tidak terlalu besar yang mungkin cuma muat 30 orang. Driver bis nya bilang bahwa nanti di banjarbaru akan singgah karena ada sekitar 12 anak remaja yang sudah memesan untuk liburan. 

Sesampainya di banjarbaru, bis berhenti dan masuklah beberapa remaja yang mungkin anak anak SMA. Saat itu, memang waktu nya libur sekolah jadi mungkin mereka ingin berlibur. Aku hitung, memang ada 12, ada delapan anak cewe dan empat anak cowo. 

Aku lihat, cewe nya cantik cantik bahkan ada salah satu cewe yang bikin aku jatuh cinta pandangan pertama haha... hanya saja umurnya mungkin lebih tua beberapa tahun dari aku karena waktu itu aku baru 17 tahun lewat beberapa bulan. 

Tapi, ada satu anak cowo yang bikin histeris salah satu penumpang cewe. Dia duduk di pojokan kuris belakang, yang kebetulan aku juga duduk di belajang, jadi dia berseberangan dengan ku. Cewe itu bilang "bungas nya ae..." mksd nya "ganteng banget ni cowo".. 

Aku lihat, memang ganteng. kulitnya putih dan mata agak sipit, mungkin anak keturunan banjar-cina. Tapi, ada yang aneh dengan dia. Terlihat dia tidak sendiri melainkan dikawal oleh empat orang gaib. Dua di kiri dan dua di kanan, masing masing memakai pakaian putih dan hijau. Yang memakai pakaian putih itu mereka membawa tombak di tangan nya dan memiliki sayap sedangkan yang berpakaian hijau mereka memiliki 6 tangan dan setiap tangan nya membawa sebilah pedang dan terlihat memiliki ekor berduri.

 Aku sempat berpikir, orang ini seperti anak pejabat elit aja, pakai dikawal segala. Ketika dia masuk bis, empat pengawalnya ikut masuk namun hanya berdiri di depan, tidak ikut cowo tadi ke belakang. Pas dia milih tempat duduk, cewe yang histeris tadi ngomong "hai ganteng, duduk disini aja sebelah ku".. Dia berjalan ke bangku belakang tapi bukan nya berbelok ke arah cewe tadi, malah dia berbelok ke arah ku dan duduk di sebelah ku dan bilang "aku duduk disini aja.." [Bersambung]

Komentar