Pas dia milih tempat duduk, cewe yang histeris tadi ngomong "hai ganteng, duduk disini aja sebelah ku".. Dia berjalan ke bangku belakang tapi bukan nya berbelok ke arah cewe tadi, malah dia berbelok ke arah ku dan duduk di sebelah ku dan bilang "aku duduk disini aja.."
- Part #2
Dia: boleh duduk disini kan ?
Aku: boleh kok..
Dia: mau kemana ?
Aku: ke amuntai, ke tempat keluarga.
Dia: oh... kenalin, aku zoya, kamu siapa?
Aku: zhiyan. ini rombongan banyak, mau kemana rencana.
Dia: mau ke daerah Tabalong, disana ada air terjun. kami mau liburan kesana.
Aku: daerah mana itu.
Dia: dekat tanjung. melewati amuntai. mau ikut gak, seru lho.
Aku: gak ah. aku belum kenal kalian. nanti siapa tau aja aku disana ditelantarkan. (aku emg suka blak blakan kalo ngomong haha)
Dia: tenang, teman ku ramah ramah kok. meskipun kamu orang baru, aku jamin deh kamu bakal merasa mereka seperti keluarga kalo sudah kenal mereka.
Obrolan terus berlanjut, dia terus aja ngajakin aku untuk ikut dengan mereka. Padahal kenal juga gk, pernah ketemu gak. Siapa tau aja kan nanti mereka ngapa2in di air terjun dan aku dijadikan sebagai tumbal. Apalagi terlihat dia bawa empat pengawal gaib, beuhh bikin dugaan ku makin kuat untuk berpikiran negatif.
Tak lama, bis pun jalan dan mereka asik bernyanyi nyanyi karena pak supir nya menghidupkan musik. Aku melihat lihat keluar dari kaca. Setelah beberapa lama, bis singgah di sebuah tempat dan para penumpang terdahulu turun semua. Ternyata mereka pegawai koperasi banjarmasin yang sedang ada kunjungan ke daerah barabai. Termasuk cewe yang histeris sama Zoya itu, dia turun juga.
Zoya yang tadi tertidur, kemudian terbangun karena bis nya berhenti.
Zoya: sudah sampai ?
Driver: belum, masih jauh. kita baru sampe Barabai.
Setelah para pegawai koperasi itu turun, yang tersisa cuma aku dan para remaja yang mau berlibur itu. Driver kemudian melanjutkan perjalanan. Tak berapa lama, disebuah pom kami berhenti, aku kira dia mau ngisi minyak. Ternyata cuma mau kencing. Sebelum turun, dia bilang bahwa di pom bensin ada wc dan musola. Yang mau kencing dan solat silahkan turun karena perjalanan masih jauh.
Kami semua turun, aku ke wc umum untuk kencing dan mengambil air wudhu untuk mengerjakan sholat zuhur dan ashar sekalian supaya nanti gak perlu sholat ashar lg, soalnya saat itu waktu masih belum masuk ashar, daripada nanti minta singgah lagi untuk ashar mending kerjakan sekarang aja mumpung singgah.
Tak berapa lama, driver nya manggil untuk masuk dan melanjutkan perjalanan. Dan kali ini, Zoya kembali ngajak aku untuk ikut.
Zoya: kami tadi sudah berunding sama teman teman, aku mau ngajak kamu ikut kami dan mereka semua setuju karena katanya lebih banyak cowo, para cewe merasa lebih aman.
Aku: tapi kan..
Zoya: tenang, kami bawa banyak bekal kok.
Aku: bukan masalah itu. aku sebenernya pengen sih tapi aku kan bukan mau liburan tapi mau ke tempat keluarga, ada acara nikahan.
Zoya: kapan acaranya.
Aku: masih semingguan sih. aku datang lebih awal supaya bisa lebih lama di amuntai.
Zoya: nah, pas itu. kami cuma sekitar 3 hari. masih ada 4 hari kan.
Aku: iya, cuma.. ya gimana ya.
Zoya: gimana apa nya.
Aku: kita itu gak kenal, ketemu juga baru hari ini disini. aku masih gak tau tujuan kalian kemana dan tujuan mu apa untuk ngajak aku. siapa tau nanti aku disana kalian tinggal atau aku dijadikan makanan mereka. (sambil aku tunjuk ke arah pegawal gaib nya yang berdiri di barusan depan).
Zoya: justru karena itu, aku ngajak kamu.
Aku: hah ?
Zoya: aku tau kamu bisa lihat mereka, jadi aku mau kamu ikut sama aku. setidaknya aku punya teman yang sealiran.
Aku: kamu tau aku bisa lihat mereka ?
Zoya: ya tau lah.
Aku: sebenarnya mereka siapa ?
Zoya: kalo kamu mau ikut. nanti aku ceritain.
Kemudian salah satu teman cewe nya ngomong ke aku. "Jangan mau di rayu Zoya, dia homo hahaha" ucap dia sambil bercanda. Zoya langsung berdiri dan bilang "apaan sih kamu Ratih". Zoya lalu berjalan ke arah tumpukan tas dan terlihat mengambil sesuatu. Tak lama dia kembali dengan membawa dua botol kratingdaeng.
Zoya: nih minum, biar gak ngantuk.
Aku: gak usah. kan bentar lagi aku sampai.
Zoya: ambil aja. sudah terlanjur aku bawain.
Aku: yaudah makasih.
Zoya: sama sama.
Aku: eh, kok gak bunyi pas tutup nya dibuka.
Zoya: mungkin bekas berbenturan didalam tas.
Aku: oh..
Aku minum, dan kepala ku agak berat. Aduh, jangan jangan yang ku minum tadi alkohol. Kan goblok banget berani ngasih aku minuman begituan. Aku kemudian tertidur karena sangat ngantuk.
Tak terasa aku dibangunkan sama Zoya dan ku lihat langit sudah gelap. Kami singgah di sebuah persinggahan yang aku juga gak tau apa itu.
Zoya: eh, turun. sudah sampe.
Aku: oh.. makasih udah bangunin.
Aku turun dari bis dan terlihat mereka masing masing ngambil tas. Aku berlajan ke arah tempat duduk yang tak jauh dari situ karena janji nya aku kalau sudah sampai, nunggu di tempat pemberhentian untuk dijemput sama keluarga ku. Aku lihat, mereka semua juga turun dan menghampiri aku.
Aku: eh, kalian juga turun.
Cewe: kalian juga ? maksudnya ?
Aku: iya, kalian. bukan nya kalian mau liburan? kok turun nya di amuntai juga.
Cewe: hmmm.. mimpi apa kamu tidur tadi. kan ini di tabalong. kalo amuntai sudah lewat jauh. pasti kamu tidur tadi di apa apain sama zoya makanya jadi linglung pas bangun hahaha.. (dan teman teman mereka yang lain pun pada ketawa, sedangkan aku jadi bingung).
Aku: hah ? kok gak bangunin aku? ini gimana aku pulang, mana bis nya udah pergi. bisa jadi gelandangan aku disini.
Cewe: tadi pas sampe amuntai, pak sopir nya nanya siapa yang tadi mau turun di amuntai. trus kata zoya kamu ikut kami, jadi dia lanjut jalan.
Aku bener bener marah sama zoya, gila aja dia berani sampe segitu nya. Aku gak kuat lagi nahan amarah dan langsung berjalan ke arah zoya. Salah satu dari mereka ada yang berbisik "eh, kayanya dia beneran marah deh".. Sesampainya didekat zoya, aku langsung aja ngomong "woy bangsat. maksud kamu apa maksa aku ikut kalian".
Aku langsung mau nonjok dia, dia cuma bisa bilang "maaf, maaf". Pas aku menggerakan tangan ku mau nonjok dia, tiba tiba salah satu pengawal gaib nya yang berbaju putih menangkap tangan ku. Tangan ku langsung tertahan dan kalo dilihat orang lain seperti aku ragu ragu mau mukul, padahal ada yang nahan. Salah satu teman cowo nya bilang "ciee.. ada yang meleleh denger kata maaf zoya".. [Bersambung]
Komentar
Posting Komentar