"Kalian subuh tadi sudah melihat aku menikmati tubuh teman kalian. Kalian aku beri dua pilihan, bercinta dengan ku atau mati."
- Part #6
Coba kalian bayangin.. seandainya kalian ada di posisi kami saat itu. kalian bakalan milih apa wkwk. Mau milih bercumbu tapi menjijikan, mau milih mati tapi ya takut mati.
Tiba tiba kuntilanak itu terpental ke belakang (aku sebut kuntilanak aja ya, soalnya aku gak tau dia jenis apaan). Ternyata 4 pengawal zoya datang dan menghajar habis habisan kunti tadi. Dia kualahan sampai tidak berkutik lagi karena di hantam bertubi tubi oleh 4 orang pengawal yang sakti itu. Benar benar pemandangan yang mencekam namun cukup mengasyikan untuk di tonton.
Kunti itu beberapa kali melancarkan serangan namun selalu dapat ditahan oleh mereka. Sampai tiba saat nya ketika kunti itu mengeluarkan sebuah senjata yang cukup membuat aku dan zoya kaget. Ternyata dia punya sebuah tombak yang sangat berkilau di tengah mata tombak nya seperti sebuah batu yang menyilaukan mata.
Saat si kunti melemparkan tombak nya, jlebbbb... tombak itu menancap mengenai salah satu pengawal yang punya sayap. Dia langsung jatuh tersungkur. Melihat teman nya terluka, mereka bertiga langsung menyerang kunti bertubi tubi. Apalagi dua pengawal yang punya banyak tangan itu, membuat si kunti kualahan menangkis serangan nya. Yang bersayap satu nya itu mengeluarkan sebuah rantai yang merah menyala. Sepertinya itu memang rantai api, bukan sekedar rantai berwarna mereka. Rantai itu dipukulkan ke kunti dan membuatnya lumpuh tersungkur ke tanah. Kemudian rantai itu dia ikatkan ke kunti dan membuat kunti tidak bisa berkutik untuk melawan lagi. Dua pengawal yang punya banyak tangan itu menghujam si kunti dengan pedang berkali kali sampai kunti berteriak "ampun.. ampun.."
Kalau kalian liat di tv, para pendekar itu tidak akan melukai musuh yang tidak berdaya, maka beda dengan pengawalnya zoya. Malah dibikin mampus kaya nya. Bener bener kejam hahaha.. Saat kunti itu tergeletak tidak berdaya, mereka (dua pengawal banyak tangan) menyeret nya dengan rantai api tadi dan membawa terbang kemudian menghilang.
Si pengawal bersayap kemudian menghampiri teman nya yang terkena tombak kunti untuk mencabut tombak nya. Saat mereka ingin menghancurkan tombak itu, Zoya langsung mencegahnya.
Zoya: jangan di hancurkan.
Pengawal: kenapa pangeran ? senjata ini sangat berbahaya.
Zoya: ya udah , tapi kalo batu yang berkilau itu disimpan boleh gak.
Pengawal: boleh pangeran, yang berbahaya hanya tombak nya. sedangkan batu ini hanya sebagai pusat energi nya.
Si pengawal itu kemudian mengambil batu yang berkilau itu dan menghancurkan tombaknya.
Pengawal: ini pangeran.
Zoya: makasih.
Pengawal: kami izin pamit dulu ke kerajaan. mau mengobati dia dan sekaligus ingin memenjarakan wanita jahat tadi.
Zoya: baiklah.
Mereka berdua kemudian menghilang dari pandangan kami.
Aku: wah, ternyata kamu sudah jadi pangeran ya.
Zoya: hahaha. aku kan calon suami putri kerajaan mereka.
Aku: ciee sombong nih
Zoya: gak kok. cuma pamer aja. eh, kamu naksir gak ?
Aku: sama siapa ? sama kamu ? atau sama kuntilanak tadi ?
Zoya: ya ampun... sama ini lho.. (sambil memperlihatkan batu yang keren tadi)
Aku: keren nih. batu apa ya, kok bisa bercahaya gini. ini asli dari alam atau bagaimana ? kayanya keren kalau kita pegang pas malam hari.
Zoya: kalo gitu, aku kasih ke kamu aja. anggap aja tanda pertemana kita.
Aku: serius nih ?
Zoya: iya, beneran. aku itu orang nya gak pelit.
Aku: gak nanya.
Zoya: cuma ngasih tau aja.
Aku: eh, tapi ini gimana. ini kan benda alam jin. percuma juga kan kamu ngasih aku kalo cuma sekedar benda alam jin. siapa juga yang bisa lihat.
Zoya: iya ya, bener juga.
Zoya kemudian menutupi batu itu dengan daun lalu dia menarik nafas dalam sambil ada yang di baca kemudian dia tiupkan ke daun itu.
Zoya: buka deh.
Aku: wah mantap.. (batu nya sudah di manifestasikan menjadi benda alam manusia, hanya saja berbeda bentuknya. tidak lagi mengkilau dan bercahaya. tapi masih keren sih. berbentuk seperti oval berwarna bening).
Zoya: tapi aneh nya. kok malah jadi mirip kecubung gini.
Aku: gapapa lah. aku tetap suka. aku simpan kalau gitu.
Zoya: sip.. ayo kita balik.
Aku dan Zoya kemudian kembali ke rombongan untuk bergabung.
Rico: kalian kemana aja. asik pacaran di hutan.
Zoya: kami cari jalan di sekitar, siapa tau aja nemu lokasi air terjun.
Rico: ketemu ?
Zoya: gak..
Rico: sudah ku duga. kalian cma alasan aja, padahal ingin berduaan di tempat sepi.
Aku bener bener gak nyaman sama perkataan mereka. Hanya karena aku dekat dengan zoya, selalu di tuduh enak2 dihutan karena mereka mengira zoya itu homo. Ingin rasanya aku kasih tau mereka apa yang sedang di alami zoya dan membuatnya sampai dituduh teman teman nya sebagai homo. Tapi ya sudahlah, gak mungkin juga mereka percaya perkataan orang baru seperti ku. Kalau mereka percaya, tentunya sudah dari dulu mereka percaya sama zoya.
Santi: wah, apa tu yang di tangan mu (nunggu ke batu yang aku pegang).
Aku: oh ini.. cuma batu.
Santi: keren nya. dapat dari mana.
Aku: di kasih zoya.
Santi: cieee.. baru kenal beberapa hari sudah dikasih tanda cinta.
Ya Allah, aku bener bener muak sama ejekan mereka. Andai aja deket sama jalan raya, bakalan cari taksi dan pulang aku.
Zoya: apaan sih kamu san.
Aku: iya nih. kalian dari kemaren selalu ejekin aku sama zoya. lagian batu ini baru dapat tadi disana. pas kami jalan.
Santi: boleh buat aku aja gak. aku tertarik sama bentuknya. seperti kaca gitu.
Liya: kamu kenapa sih san. itu kan tanda cinta mereka. gak mungkin lah dia ngasih ke kamu.
Aku: gak mau. ini mau aku simpan aja. nanti mau aku bikin cincin.
Santi: iya deh iya. tapi nanti misal kalian ketemu lagi, aku minta ya.
Aku: boleh..
Santi: sip.. janji lho..
Adnan yang dari tadi kami datang, dia tidak terlihat. Tiba tiba dia lari ke arah kami, sambil ngos ngosan dia bilang "kalian tau gak, disana sedang ada ritual.. banyak orang ngumpul. mereka duduk melingkar mengelilingi sebuah patung yang ada di tengah. patung nya berkepala burung dengan empat wajah".
.......[Bersambung]........
Komentar
Posting Komentar