Adnan yang dari tadi kami datang, dia tidak terlihat. Tiba tiba dia lari ke arah kami, sambil ngos ngosan dia bilang "kalian tau gak, disana sedang ada ritual.. banyak orang ngumpul. mereka duduk melingkar mengelilingi sebuah patung yang ada di tengah. patung nya berkepala burung dengan empat wajah".
- Part #7
Fitri: gawat..
Liya: ada apa ?
Fitri: ibu ku bilang..
Santi: ibu terus, banyak koleksi cerita ya ibu mu..
Fitri: dengerin dulu..
Rico: terusin yank.
Fitri: kata ibu ku, kalau dihutan bertemu orang sedang mengelilingi patung burung kepala empat, itu tanda nya mereka sedang mengadakan ritual dewa hutan.
Yuli: ritual apa itu.
Fitri: sebuah ritual orang pedalaman, mereka berbicara dengan bahasa isyarat. ritual itu bertujuan untuk memberikan sebuah persembahan untuk patung burung yang mereka percaya sebagai dewa yang menjaga hutan.
Yuli: tujuan mereka apa.
Fitri: meminta keamanan bagi hutan agar dijauhkan dari para perusak hutan.
Rico: wah seru berarti, ayo kita lihat.
Fitri: jangan yank. bahaya.
Rico: bahaya kenapa ?
Fitri: ritual ini biasanya membutuhkan pengorbanan dari seorang remaja dibawah 20 tahun sebagai tumbal untuk sang dewa mereka.
Rico: kita cuma lihat aja dari jauh. supaya aman.
Fitri: tapi.. aku tetap takut yank.
Rico: kan ada aku. ayolah.. kalo kalian gimana ?
Sebagian mereka tidak setuju namun lebih banyak yang setuju, akhirnya kami yang tidak setuju terpaksa harus ikut mereka karena yang setuju lebih banyak. Kami lalu berjalan menuju arah yang dikatakan Adnan dan dia yang memimpin jalan.
Aku melihat dari kejauhan aja. Mereka melakukan sebuah tarian tarian mengelilingi patung itu dan tidak lama setelah itu terlihat tangan mereka melambai lambai ke arah patung burung seperti sedang melakukan penyembahan. Terlihat di tengah itu terbaring seorang pemuda yang di ikat. Mungkin itu orang yang mereka culik. Kami semua menyaksikan dengan penuh ketakutan.
Sampai tiba pada sebuah adegan dimana membuat kami hampir muntah. Pemimpin ritual itu mengangkat sebuah tombak dan menancapkan ke dada pemuda yang di ikat. Salah satu dari peserta memberikan sebuah mandau kepada pemimpin ritual dan langsung ditebaskan ke tangan orang yang ditombak tadi. Darah yang keluar di kumpulkan dengan sebuah wadah dan terlihat pemimpin ritual menuangkan darah tadi ke kepala patung burung.
Ketika pemimpin ritual menebaskan mandau nya ke leher orang itu, Santi teriak histeris yang membuat mereka menyadari kehadiran kami. Mereka langsung menatap ke arah kami dan langsung mengejar kami. Kami langsung aja lari tanpa peduli arah dan saling terpisah. Aku juga lari gak karuan arah, asal lari aja yang penting bisa selamat. Ketika dekat sebuah pohon besar di depan, tiba tiba muncul seseorang membawa kayu dan "buggghhh"... aku sepertinya saat itu dipukul hingga membuat aku pingsan.
Pas bangun, aku sudah berada disebuah ruangan yang lumayan gelap dengan dinding tanah disekeliling. Aku rasa itu sebuah gua, atau mungkin juga ruang bawah tanah. Aku lihat teman teman yang lain juga ada namun masih tidak sadarkan diri dengan masing masing juga di ikat, sama sepertiku. Terlihat di pojokan ada Zoya yang sudah bangun. Karena sadar ada yang sudah bangun, dia langsung menoleh ke arah ku.
Zoya: sudah bangun kamu ?
Aku: iya. kita ada dimana.. ?
Zoya: ruang bawah tanah. coba perhatikan sekeliling. semua nya tanah.
Aku: kok bisa kita ada disini. bukan nya tadi sudah lari ya
Zoya: kemungkinan kita ditangkap.
Aku: kamu kok bisa kena tangkap juga. kan pnya pengawal yang sakti
Zoya: lupa ya? kan mereka baru aja pulang.
Aku: o iya. jadi gimana ini kita.
Zoya: gak tau. kita tunggu aja yang lain bangun baru kita bahas gimana cara pergi dari sini.
Tidak berapa lama, yang lain mulai bangun satu per satu dan mereka semua sama sama kaget dan bingung sedang dimana dan kenapa bisa ada di tempat ini. Namun, di antara kami ada seseorang yang terlihat asing. Dia di ikat jauh di pojokan dan dalam keadaan tertidur, bukan pingsan seperti kami. Kelihatan nya dia sudah lebih dulu dikurung di tempat itu daripada kami.
Adnan: eh, itu siapa yg disana.
Rico: gak tau.. coba bangunin.
Adnan: liya, bangunin dia. kamu lebih dekat.
Liya menanggil manggil orang itu "oy.. oy.. bangun oy..."
Santi: jangan jangan dia mati.
Ayu: masih nafas itu coba liat dada nya masih gerak.
Beberapa saat, dia terbangun dan kami ajak bicara, dia bilang nama nya Agus.
Santi: kamu siapa?
Agus: kalian yang siapa.. kenapa tiba tiba ada disini.
Santi: aku santi, dan mereka teman teman ku. kami sepertinya ditangkap orang pedalaman.
Agus: kalian harus hati hati. Aku juga di tangkap saat berkemah dengan teman teman ku.
Santi: sekarang teman mu ada dimana.
Agus: mereka semua mati.
Ayu: mati ?? (dia kaget)
Agus: iya. awalnya kami berlima, namun setiap hari dia membawa teman ku dan tidak pernah ada yang kembali. satu persatu teman ku hilang. sekarang hanya tersisa aku. bahkan aku sudah ditak diberi makan dan minum beberapa hari ini. sepertinya aku akan mati kelaparan disini.
Fitri: gawat. sepertinya teman kamu di tumbalkan untuk dewa hutan. persis yang kami lihat waktu itu.
Agus: kalian melihat teman ku ?
Fitri: sepertinya iya, dia dikorbankan dihadapan patung burung berkepala empat.
Agus: sepertinya selanjutnya adalah aku. semoga mereka cepat membunuh ku. lebih baik aku mati dibunuh daripada harus tersiksa tanpa makan dan minun begini.
Liya: hus. jangan ngomong gitu. gak baik.
Hani: kalau boleh tau, sekarang kita ada dimana.
Agus: kita ada di kawasan gunung meratus.
Ratih: meratus ?
Agus: iya.. meratus.
Ratih: astaga.. kita kayanya gak bakalan bisa pulang.
Agus: kalian dari mana.
Ratih: kami dari banjarbaru berlibur ke daerah tabalong. kok bisa sampai dibawa ke meratus.. ini tempat yang lumayan jauh. tanpa tau arah dan jalan pulang, sepertinya kita semua akan mati jadi tumbal persembahan.
Terdengar diluar seperti ada beberapa orang berjalan mendekat ke arah kami. Ternyata gerombolan orang pedalaman itu. Mereka mendekat ke arah kami dan membawa agus. Agus terlihat tenang ketika di seret oleh mereka, sepertinya dia sudah tidak memiliki hasrat untuk harapan hidup.
Kami langsung cari cara untuk melepaskan ikatan. Kami saling berbelakangan untuk saling melepaskan ikatan.. setelah beberapa lama ada salah satu dari kami yang berhasil lepas kemudian dia membantu melepaskan ikatan kami. Kami langsung lari keluar dari tempat itu, dan ternyata itu seperti sebuah lubang yang dibikin dibawah tanah. Mungkin memang dibuat khusus untuk menangkap dan memenjarakan orang yang akan mereka tumbalkan.
Rico: kita mau lari kemana ini. mumpung tidak ada orang.
Adnan: sembarang aja lah. yang penting bisa kabur dari sini, urusan kita sampai dimana itu bisa kita pikirkan nanti. asalkan kita bisa lari dari mereka.
Zoya: bagaimana kalau kita selamatkan agus aja. kasian dia kalau dijadikan tumbal persembahan.
Ratih: mau nolong gimana. kita aja gak tau dimana.
Fitri: aku setuju sama zoya. kita harus tolong dia.
Rico: aku ikut kata ayank aja.
Zoya: kalian gimana ?
Kami sama sama mengiyakan dan setuju mau menolong Agus. Kami kemudian menyusuri jalan yang kemungkinan mereka melewati jalan tersebut. Tidak jauh kami berjalan, aku melihat ada seekor ular hijau di pohon di pinggir jalan. Jalan nya itu tidak terlalu besar, bukan seperti jalan raya atau jalan besar. Hanya sebuah jalan kecil dihutang yang agak bersih karena sering di lewati orang, jadi pinggir nya masih banyak pohon, namanya juga hutan. Aku bilang ke teman teman untuk jalan belakangan aja karena mau kencing.
Setelah mereka agak jauhan, aku kemudian ajak bicara sama ular tadi.
Aku: eh ular.. kamu liat ada orang di seret disini.
Ular: ada. gak berapa lama tadi
Aku: tau gak dimana dia dibawa ?
Ular: tau banget. aku sudah lama disini.
Aku: ke arah mana.
Ular: sumur hijau.
Aku: dimana ?
Ular: kamu jalan aja terus mengikuti jalan ini, kalau sudah ada jalan bercabang, ambil sebelah kanan. jalan aja terus sekitar dua jam akan sampai.
Aku: jauh banget.
Ular: itu tempat suci mereka.
Aku: boleh cerita sedikit gak ?
Ular: boleh.. kebetulan aku lama gak ada teman bicara.
Aku: ayo ceritain aku tentang siapa mereka sebenarnya.
Ular: mereka itu sekte sesat pemuja dewa hutan. setiap tiga tahun sekali mereka akan memberikan persembahan kepada dewa hutan sebanyak 11 orang. Awalnya jumlah merereka lebih dari seratus tapi mereka harus mengundi anggota mereka untuk dijadikan persembahan. Hanya saja, kalau mereka bisa menangkap orang luar seperti orang yang berwisata atau orang yang mencari kayu di hutan, mereka akan menjadikan nya sebagai ganti agar anggota mereka tidak berkurang.
Aku: tujuan mereka apa ?
Ular: mereka itu seperti dikutuk. sekitar 70 tahun yang lalu disini ada sisa sisa orang jepang yang bersembunyi di hutan karena kalah perang dengan warga sekitar. mereka bersembunyi di hutan ini. sekitar lebih 100 orang. suatu hati terkena penyakit aneh. mereka mati tiba tiba tanpa diketahui penyakitnya karena mereka tidak ada yang berani pergi keluar untuk periksa. mereka hanya tau itu deman panas yang membawa kematian. hingga suatu hari datang seorang penyelamat bagi mereka, dia bisa menyembuhkan sakit panas yang diderita warga hingga di sebut sebagai dewa penyelamat. orang itu meminta syarat kepada warga agar setiap tiga tahun sekali harus memberikan persembahan darah kepada dewa hutan sebanyak 11 orang jika ingin dilindungi dewa hutan. setelah itu orang itu menghilang tanpa bekas. lokasi persembahan mereka memiliki tempat yang berbeda. ada 11 lokasi yang mereka sebut lokasi suci yang terpencah di sepanjang jalur pegunungan meratus.
Aku: kalau ada 11 lokasi suci. bagaimana kau tau bahwa orang yang di seret barusan dibawa ke sumur tua.
Ular: karena dia adalah orang ke 9 yang dikorbankan. dan tempat suci ke sembilan adalah sumur tua yang sudah ku tunjukan tempat nya.
Aku: kalau begitu terima kasih atas informasinya dan petunjuknya. aku mau cepat kesana supaya bisa menyelamatkan dia.
Ular: sama sama, kalian harus hati hati karena kalian berhadapat dengan dewa hutan.
Aku: sip..
Aku kemudian lari mengejar teman teman ku, sambil berpikir dalam hati "mana ada dewa hutan. cuma patung kayu doank gitu"..
O iya, hampir lupa.. aku bukan bisa bahasa ular ya.. ular yang ku ajak bicara itu seekor jin, bukan ular asli. Kalau ular asli, mana mungkin dia bisa di ajak bicara hahaha..
.....Bersambung.....
Komentar
Posting Komentar