Episode 24 - Tersesat Di Meratus #9


Sekarang, posisi kami benar benar tidak menguntungkan. Di satu sisi kami dihadang oleh mahluk mengerikan, sedangkan di sisi lain kami di hadang oleh anggota sekte sesat... 

- Part #8

Rico yang tidak percaya akan adanya hantu dan dewa berlari ke arah "dewa hutan" itu untuk menghajar nya sambil berkata "aku gak percaya sama hantu".. Ketika dia berada di hadapan mahluk itu dan ingin memukul dengan sebilah kayu, dia hanya menggerakan mata sudah membuat Rico terpental. Dengan sekejap dia ada di hadapan Rico dan melempar ke arah pohon. Rico terhempar di pohon dan membuatnya muntah darah. Fitri langsung histeris melihat pacarnya dengan keadaan seperti itu. 

Mahluk itu kemudian berbalik ke arah kami, kemudian Zoya dan Samuel maju ke depan menghadapi mahluk itu sedangkan para cewe cuma bisa duduk sambil teriak teriak histeris. Aku pun saat itu bingung, mau ikutan cewe teriak teriak atau ikut bantu Zoya, tapi aku gak pernah kelahi njir. 

Dengan sekejap, mereka berdua dikalahkan oleh mahluk itu. Ya jelas sih kalah, cuma pemuda SMA mau ngelawan setan, wkwkw.. Mahluk itu kemudian bersuara dengan suara yang aneh, kemudian para anggota sekte menangkap kami. Mungkin dia berkata "tangkap mereka" pada saat itu. Hani kemudian terdengar bersuara pelan. Mahluk itu tiba tiba tertawa dan berkata dengan bahasa indonesia yang fasih "kamu mau baca doa ? kamu pikir bisa mengalahkan ku? kamu makan saja jarang baca doa." dan cukup menggerakan tangan, Hani terlepar jauh dan pingsan.

Disini aku menyimpulkan, bahwa saat dia berbicara dengan para sekte itu, dia berbahasa jepang sebab kata si ular hijau yang dipohon itu bahwa mereka kelompok penjajah jepang yang melarikan diri. Namanya jin, mereka punya umur panjang jadi bisa tau banyak bahasa. Dan dari perkataan nya pulang kita bisa tau bahwa tidak semua ayat dan doa mempan untuk mengusir mahluk jahat, sebab berfungsi tidaknya doa tergantung seberapa kuat kita dalam mengamalkan. Kalau kita jarang baca doa, maka kemungkinan besar ketika bertemu masalah, doa itu tidak akan mempan dan sebaliknya jika kita sudah terbiasa membaca doa maka doa itu akan berfungsi dengan baik. 

Itu sebabnya ketika kita minta bacakan doa kepada seorang pemuka agama, agama apapun itu, seolah olah ampuh dalam sekejap tapi ketika kita sendiri yang mempraktekan nya malah tidak ampuh. Yang bermasalah bukan doa atau bacaan nya tapi mulut kita yang tidak terbiasa dengan bacaan itu yang membuatnya tidak berfungsi sebagaimana semestinya. 

Back to story... 

Tiba tiba, terdengar suara kepakan sayap, ternyata empat pengawal zoya, dia berkata "maaf pangeran, kami datang terlambat" zoya hanya tersenyum dan mengisyaratkan menundukan kepala dan mereka langsung membantu melawan mahluk itu. Perkelahian sengit pun terjadi. Aku dan zoya menyaksikan perkelahian itu sangat memperhatikan, sedangkan yang lain yang tidak bisa melihat kehadiran pengawal zoya cuma bingung karena melihat mahluk itu seperti berkelahi sendiri. 

Aku jadi teringat dengan perkataan Saga bahwa jin yang bisa menampakan diri biasanya memiliki kesaktian tinggi. Bukan aku menyebut pengawal zoya tidak sakti, mungkin mereka tidak ingin menampakan diri saja, tapi aku cuma mau mengatakan bahwa mahluk yang di anggap dewa hutan itu bukan jin sembarangan. 

Perkelahian sengit mereka membuat empat pengawal zoya kualahan. Mereka langsung berubah wujud, yang punya sayap itu berubah menjadi seekor burung berukuran besar dengan warna yang sangat indah di dominasi warna putih dan kuning dan dibagian kepala nya berwarna biru sedikit. Sedangkan yang memiliki 6 tangan dan ekor berduri itu berubah menjadi buaya. Saat itu sepertinya mereka menampakan wujud mereka dan bisa dilihat manusia. Soalnya Rico langsung teriak "buaya !!" dan bersembunyi dibalik pohon. 

Si dewa hutan tadipun berubah wujud menjadi seekor burung berleher empat  (leher 4 maksud nya ya sama kepala nya 4 juga, kalau aku bilang burung berkepala 4 nanti yang ada dipikiran kalian mungkin satu leher dengan 4 kepala kiri kanan depan belakang, bukan gitu, tapi 4 kepala yang tiap satu kepala diwakili satu leher).. Warna nya merah menyala dan sayap nya seperti terbuat dari api. Ketika dia mengepakan sayapnya, dedaunan disekitarnya langsung berjatuhan dan layu. Pertarungan sengit mereka kembali terjadi.  Para cewe cuma bisa melotot, entah apa yang mereka pikirkan, mungkin karena baru pertama melihat mahluk aneh saling berkelahi seperti berada di dunia fantasi. Tapi ya begitulah dunia jin, penuh dengan hal diluar akal manusia. 

Tidak disangka, empat pengawal zoya kalah. Mereka seperti tidak bisa menghadapi semburan api yang terus keluar menghantam mereka dari empat kepala burung itu. Mereka tersungkur di tanah, bahkan salah satu dari mereka, yang berwujud burung itu sepertinya mati, soalnya dia terbakar dan menjadi abu. Mereka kembali berubah wujud menjadi mahluk yang biasa kulihat, yaitu satu punya sayap dan dua nya punya banyak gangan dan berekor. Burung itupun berubah menjadi wujud juga. 

Si pengawal bersayap mengeluarkan kembali rantai api nya dan melemparkan ke arah dewa hutan, mengenai salah satu kepala nya dan pecah. Dia teriak teriak dan kembali bersuara dengan bahasa aneh. Pemimpin ritual kemudian berdikir sambil memegang mandau, kemudian menusuk Deni dari belakang, kami langsung kaget melihat kejadian itu. Fitru dan Ayu nangis dengan histeris kemudian pingsan. Pemimping ritual kemudian menyerahkan mandai itu kepada si dewa hutan. Sepertinya kekuatan nya bertambah. Mereka kembali berkelahi dan membuat salah satu tangan si banyak tangan putus. Yang bersayap kembali melontarkan rantai api nya ke dewa hutan dan ditangkis dengan mandau, mandau itu langsung hancur berkeping keping.

Melihat hal demikian, pemimpin ritual kembali mengambil mandau dari salah satu anggota nya dan dia berjalan ke arah ku. Aku langsung berdebar dan takut.. Dalam hati aku cma bisa berkata "Ya Allah, seandainya aku mati, mudahan mati syahid karena aku dibunuh sama setan", tapi kembali terpikir, semenjak aku diculik sama mereka, sepertinya aku belum solat. Astaga, bisa masuk neraka langsung kalo aku mati sekarang. 

Aku langsung teriak " ampun.. ampun.. ampun"..  Kemudian zoya berkata "gelang kamu kenapa itu, kok bercahaya".. Aku ingat, ini gelang pemberian Saga. Pas dia menghujamkan mandau ke arah ku tiba tiba angin bertiup kencang, seperti mau hujan tapi awan tidak mendung sedikit pun. Tiba tiba Adnan berkata "eh liat, apa itu. ada ular besar kesini. kayanya kita bakalan dimakan".

Melihat ke arah ular itu, aku sadar bahwa itu bukan ular, melainkan seekor naga. Aku yang tadinya takut tiba tiba hati menjadi berbunga. Akhirnya, setelah beberapa bulan berpisah, bisa bertemu Saga kembali.. 😍

..... [Bersambung] ....

Komentar