Episode 25 - Tersesat Di Meratus #10

Melihat ke arah ular itu, aku sadar bahwa itu bukan ular, melainkan seekor naga. Aku yang tadinya takut tiba tiba hati menjadi berbunga. Akhirnya, setelah beberapa bulan berpisah, bisa bertemu Saga kembali.. 😍

- Part #10

Para teman teman ku terkagum ketika melihat ke arah naga itu. Memiliki badan yang panjang dengan duri di ujung ekor nya, memiliki tanduk sisik kuning berkilau bagaikan emas. Tanduk nya bercabang dua dan mata nya berwarna hijau. 

Pemimpin ritual yang ingin membunuh ku tadi di lilitnya dengan ekor dan dilemparkan ke pohon. Melihat kejadian itu, Adnan tiba tiba lari ke arah Pemimpin Ritual dan mengambil mandau yang ada ditangannya kemudian ditusukkan nya hingga Pemimpin Ritual itu mati. Disaat seperti itu, mungkin cuma Adnan yang masih punya akal sehat, mungkin yang ada dipikiran nya "daripada nanti aku yang dibunuh selanjutnya, lebih baik aku bunuh dia duluan mumpung tidak berdaya". 

Melihat pemimpin mereka mati, para anggota itu berdiri dan berlari ke arah Adnan mungkin ingin membunuh Adnan secara berjamaah. Namun naga itu cukup memukulkan ekornya ke arah mereka dan mereka terpental. Dia kemudian bersama pengawalnya Zoya menghadapi si dewa hutan. Perkelahian sengit kembali terjadi, sampai akhirnya pengawal Zoya dan naga itu tetap kalah. 

Naga itu kemudian berubah jadi wujud seperti manusia dgn bentuk yang bagus, tidak aneh seperti pengawalnya zoya yang pnya banyak tangan dan bersayap. Dia memegang sebuah tongkat yang ujung nya seperti kapak dua mata. Dia menghujam kan tongkat itu dan mengenai si dewa hutan. Pengawal Zoya yang bersayap kembali mengeluarkan rantai api nya dan membelenggu si dewa hutan. Dewa hutan pun kali ini tidak berkutik. 

Pengawal bersayap itu kemudian meminta ku untuk mengeluarkan batu yang dia kasih, "keluarkan biduri bulan mu". Aku awalnya bingung, biduri bulan ? apa maksudnya. Aku cuma bengong, dia ngomong sama aku atau sama siapa, soalnya dia menatap ke arah ku tapi aku gak tau apa itu biduri bulan. kemudian santi berkata.

Santi: batu yang kamu simpan itu.
Aku: (sambil ambil dikantong) yang ini ?
Santi: iya, itu batu biduri bulan. punya kesaktian alam. makanya aku naksir sama batu kamu waktu pertama melihat, tapi kamu gak mau ngasih. (cek part 6)
Aku: oh.. aku gak soal batu, yang ku tau batu ini bagus bentuknya, makanya mau aku simpan. 

Kemudian aku lemparkan batu itu kepada pengawalnya zoya. Setelah dia genggam, batu itu berubah menjadi sebuah keris yang sangat keren. Warna nya putih dan bercahaya, persis seperti bentuk aslinya sewaktu di ambil dari senjata si kunti (part 6). Aku sempat mengira itu adalah keris Naga Salira (keris Pangeran Suryanata) hanya saja ini berwarna putih semua nya sedangkan keris Nagasalira itu gagang nya yang berlian, sarung nya emas dan terbuat dari lidah seekor naga, sedangkan ini cuma dari sebiji batu wkwkw. 

Dia langsung menusukan keris itu ke leher si dewa hutan dan si dewa hutan berteriak dan melebur jadi asap. Entah dia mati atau hilang, karena kita gak tau gimana mati nya jin. Beda dengan manusia cukup di cek nafas nya doank. Yang bersayap itu kemudian menyerahkan keris itu kepada ku, aku bilang aku mau batu aja, dan dia kembali berubah keris itu ke bentuk batu. Lagian ya, ngapain juga bawa keris, lebih enak batu dibawa kemana mana apalagi aku sudah berencana menjadikan nya sebagai cincin. 

Melihat pemimpin ritual nya mati, dewa nya juga lenyap, mereka para anggota sekte itu kemudian bunuh diri dengan menusukan mandau ke badan nya sendiri. Entah apa tujuan mereka. 

Pengawal bersayap itupun kemudiam membawa teman nya yang mati lalu menghilang. Sedangkan pengawal yang banyak tangan itu berkata bahwa mereka akan membereskan para mayat itu kemudian mereka dan para mayat menghilang. 

Para cewe kemudian menghampiri naga yang sudah berubah jadi cowo ganteng tadi. Sebagian afa yang hanya fokus memandangi dia mungkin karena kagum atau masih tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan barusan dan sebagian ada yang bertanya kepadanya siapa nama nya. Tapi dia tidak menjawab dan mengabaikan mereka. Dia hanya mengisyaratkan menunjuk tangan nya kemudian menunjuk ke arah ku lalu menghilang. 

Dari situ, aku sekarang tau siapa dia, dia bukan Saga, soal nya kalau saga tidak mungkin pergi tanpa sepatah katapun kepada ku. Dia adalah pemilik sisik yang ada di gelangku. 

..... Bersambung .....

Komentar