Karena kami sudah merasa aman, kami beristirahat di situ. Aku lihat mereka sepertinya masih tidak bisa percaya dengan apa yang saksikan tadi, daripada mereka kembali bertanya tanya, lebih baik aku tidur aja. Sekarang yang ada dipikiran ku adalah bagaimana bisa keluar dari hutan ini
- Part #12
Setelah lama tertidur tiba tiba ada yang membangunkan aku.
Adnan: bangun, bangun..
Aku: ada apa nan.
Adnan: kita makan dulu, baru kita lanjut perjalanan.
Kamu lalu mengaluarkan buah semangka yang ada di tas kami untuk kami makan, kami cuma makan tiga biji dan sisa nya dimasukan ke dalam tas lagi, itupun sudah membuat kami cukup kenyang, padahal orang nya banyak.
Sedangkan Deni yang awalnya aku kira bakalan mati karena di tusuk Pemimpin Ritual (part 9) ternyata masih hidup, dia duduk di pangku oleh Samuel dan disuapin makan nya. Deni kelihatan sangat pucat dengan baju penuh darah, untung saja di antara mereka ada yang bawa beberapa perlengkapan obat meskipun sedikit tapi setidaknya bisa membantu pendarahan nya berhenti.
Kami melanjutkan perjalanan menyusuri jalan dengan harapan akan menemukan perumahan warga atau setidaknya jalan keluar dari hutan ini. Samuel berjalan sambil menggendong Deni karena dia tidak kuat untuk berjalan. Aku bener bener kasian melihat keadaan Deni, hanya bisa berharap cepat keluar dan membawanya cepat berobat.
Setelah lama berjalan, kami menemukan sebuah pondok tua yang dipenuhi oleh rumput liar tumbuh sampai ke atap nya. Kami memutuskan untuk beristirahat disitu, dan mulai membersihkan lantai dan ruangan nya agar bisa di tempati sementara.
Aku: joy, aman gak nih ? kata ku berbisik kpda zoya.
Zoya: kelihatan nya aman deh.
Aku: itu yang di atap gimana ? (sambil aku nunjuk ke arah mahluk hitam berbulu yang duduk di atas atap)
Zoya: aman, dia cuma penunggu rumah tua ini. gak akan ganggu selama kita gak ganggu dia.
Aku: bagus deh kalau gitu.
Setelah selesai merapikan tempat, kami masuk ke dalam dan meletakan Deni di dalam. Para cowo keluar karena para cewe mau ganti baju Deni, soalnya berlumuran darah baju nya. Aku sama zoya jalan jalan di sekitar, melihat keadaan. Siapa tau bisa ketemu air untuk mandi, karena sudah gak mandi sejak kami diculik.
Pas gak jauh dari rumah, dia mengambil sebilah ranting dan menancapkan ke tanah.
Zoya: bantu aku donk masang ini.
Aku: buat apa ?
Zoya: masang pagar.
Aku: hah ?
Zoya: pagar gaib. aku merasa tempat ini ada yang gak beres. seperti ada yang mengawasi kita.
Aku: makanya tadi aku tanya soal yang di atap, kamu bilang aman.
Zoya: bukan dia. aku merasa hawa yang berbeda dan berada diluar kawasan rumah ini.
Aku: oh.. tapi aku gak bisa masang begituan. aku mana tau soal pagar gaib.
Zoya: aduh, masa gak bisa sih.
Aku: iya, gak bisa.
Zoya: ya udah, kalau gitu kamu bantu jaga ranting ini aja supaya aku ingat awalan nya.
Aku: okelah...
Terlihat Zoya sedang menancap nancap ranting di sekeliling. Aku lihat sih gak ada efek apa apa, kali aja muncul sebuah pagar besi yang berubah dari ranting tadi, ya gak juga tuh. Dia tiba tiba duduk di tanah untuk beberapa saat. Tiba tiba area sekeliling rumah yang dipasangi ranting tadi seperi didalam gelembung. Tapi ya jangan dibayangin seperti gelembung karet, jadi aneh ntar. Ya susah deh dicontohin seperti apa, intinya arena itu seperti dilingkupi oleh sebuah pembatas.
Zoya: gimana ?
Aku: wih.. hebat juga ya kamu.
Zoya: hal sepele gini kok dibilang hebat (muka nya mulai songong)...
Aku: ini gunanya buat nangkal mahluk lain masuk atau gimana.
Zoya: ya kurang lebih begitulah..
Aku: seberapa kuat ?
Zoya: ya kalau dia lebih kuat dari portal ini, dia bisa tembus.
Aku: oh.. semoga aja itu cuma firasat mu yang bilang ada hawa jahat disini.
Zoya: yah, semoga aja firasat ku salah.
Kami kembali ke rumah tua itu untuk beristirahat. Setelah beberapa saat tertidur, kamu berencana untuk sebagian mengumpulkan kayu bakar dan sebagian nyari buah buahan atau apapun yang bisa untuk dimakan. Aku sama Rico nyari kayu sedangkan Samuel, Adnan dan Zoya nyari buah buahan atau pepohonan yang bisa dimakan. Sedangkan para cewe tugasnya nyari air untuk dimasak dan sekalian untuk mandi kalau tempatnya luas.
Karena mencari kayu adalah perkerjaan yang mudah, tidak memerlukan waktu yang lama sudah terkumpul bnyak kayu dan ranting kering. Aku kemudian lanjut untuk mencari Zoya sedangkan Rico berdiam di rumah sekalian mau nyiapin kayu bakar soalnya waktu itu sudah lumayan sore.
Pas aku sampai ke tempat Zoya, mereka sudah mau pulang dengan membawa singkong dan beberapa biji buah jambu mente (jambu monyet) yang berwarna merah merah. Aku padahal bingung ya, kalau pohon jambu itu wajar sih bisa tumbuh di pohon karena termasun tanaman yang sering ditemui di hutan. Sedangkan singkong, darimana datangnya pohon singkong coba ? masa iya bekar burung. Atau bekas monyet? kalau iya bekas monyet, kan mereka cuma makan ubi nya, bukan makan batangnya. kok bisa ada batang singkong tumbuh di hutan. Mungkin aku aja kali yang kurang pengetahuan soal alam wkwksk..
Tak berselang lama, Samuel berjalan dibelakang melihat sesuatu dan berteriak ke kami.
Samuel: ada anjing.
Zoya: biarin aja.
Rico: mau nangkap anjing buat di bakar malam ini ?
Aku: hah ? aku gak ikutan ya. kalian aja.. aku makan singkong aja.
Samuel: lagian siapa juga mau makan anjing.
Zoya: trus ?
Samuel: kenapa gak kita ikutin aja dia ? ditengah hutan begini bisa ketemu mahluk hidup, biasanya pasti karena ada makanan. siapa tau kita bisa ketemu buah buahan.
Adnan: sejak kapan ajing bertahan hidup dihutan dengan memakan buah buahan ? pernah belajar IPA gak sih.
Zoya: hahaha.. orang lapar memang akalnya sedikit menurun. ayo ah kita pulang, sudah hampir gelap.
Tiba tiba di depan kami ada tiga ekor anjing berlari. anjing nya warna kuning.
Samuel: eh itu ada anjing lagi. bikin kaget aja.
Zoya: bukan nya tadi ada dibelakang ?
Samuel: mungkin mereka ada banyak jumlahnya. mending kita pulang aja, siapa tau mereka berkelompok dan gigit kita.
Rico: kalian yakin itu tadi anjing ?
Aku: ada apa emang nya ?
Rico: aku lihat dia punya tanduk. meskipun lari nya cepat dan hanya melihat sebentar, tapi aku yakin dia punya tanduk.
Adnan: jangan jangan itu kijang.
Samuel: bukan nya kijang punya tanduk bercabang. tadi aku gak liat tuh. harusnya bisa liat tanduknya soalnya gede di kepala.
Rico: tanduknya lurus, tidak bercabang.
Zoya: kalo gitu kita kejar aja. siapa tau bisa nangkap satu untuk makan malam ini.
Kami kemudian meletakan buah yang didapat disitu dan memberi sebuah tanda yaitu mengikatkan baju di batang pohong supaya ingat. Pas zoya melepas baju nya untuk mengikatkan ke pohon, terlihat badan nya bagus dan atletis. Pantas aja cewe cewe disekolah nya pada naksir. Udah ganteng, putih, mata sipit dengan wajah ke cina cina an, badan bagus. Tapi sayang dia gak dekat sama cewe dan akhirnya sampe dikira homo. Andai para cewe itu tau bahwa dia bukan homo, hanya saja dia sudah ditaksir sama seorang putri dari kerajaan gaib yang wajahnya lebih cantik dan menawan sehingga godaan para cewe disekolahnya tidaknya membuatnya berpaling hati.
Kok aku malah ceritain zoya buka baju wkwk, tapi karena kejadian itu terjadi pada masa itu, jadi aku tulis aja deh, semoga dia gak baca thread ini.
Kembali ke story....
Kami mengejar binatang tadi tapi tidak tanda tanda dia didekat situ. Kemudian kami sepakat untuk berpencar dan janji kembali ke tempat buah buahan tadi sekitar sejam kemudian. Saat aku berjalan ambil arah sendiri, kemudian zoya menarik tangan ku untuk ikut bersama dia. Melihat itu, Rico sambil tersenyum berkata "wah wah, di tempat sepi pegangan tangan, yang satunya juga udah buka baju. pasti mau enak enak.. oke deh aku pergi dulu. gak akan ganggu kalian".. Dia pun beranjak pergi dengan arah yang dia pilih. Aku yang sudah tau zoya dan gak mungkin dia melakukan hal demikian, ikut aja kemana dia mau bawa aku.
Zoya: kamu jangan dengerin dia.
Aku: iya tau lah. gak usah dijelasin. ini kita mau kemana.
Zoya: kita ke arah kijang tadi.
Aku: kamu tau diama dia ?
Zoya: tau, aku merasakan energi nya tidak jauh dari sini.
Aku: kamu ini makin aneh atau memang aneh, binatang bisa dirasa energi nya.
Zoya: aku tadi sempat melihat kijang itu, dia bukan binatang biasa, melainkan mahluk halus.
Aku: iya kah.. aku gak sempet liat sih tadi.
Zoya: makanya aku ngajak kamu buat datangin dia. siapa tau dia penghuni kama hutan ini, jadi kita bisa tanya kemana tempat untuk keluar dari hutan ini.
Aku yang gak tau itu beneran atau gak, atau cuma hayalan dia aja karena sudah kelamaan dihutan, cuma bisa ikutin dia.
Setelah berjalan beberapa lama, Zoya menarik tangan ku kebawah mengajak aku untuk merunduk di sebuah semak semak.
Dia posisi nya rebahan telentang sedangkan karena dia narik tangan aku dari bawah membuatku terjatuh dengan posisi tengkurap..
Apa yang terjadi selanjutnya ? Bersambung aja deh wkwk....
Komentar
Posting Komentar