Episode 28 - Tersesat Di Meratus #13

Setelah berjalan beberapa lama, Zoya menarik tangan ku kebawah mengajak aku untuk merunduk di sebuah semak semak. 
Dia posisi nya rebahan telentang sedangkan karena dia narik tangan aku dari bawah membuatku terjatuh dengan posisi tengkurap..  

- Part #13

Tiba tiba terdengar seperti suapa pesawat di atas kami. 

Aku: suara apa (karena aku tengkurap, jd gk bsa liat)
Zoya: ada gerombolan tawong terbang. jangan berisik. 

Ketika aku membalikan posisi badan dan melihat ke arah atas, ternyata ada banyak tawon terbang.. mungkin ribuan kali ya, pokoknya membuat bentuk mereka seperti udara yang menghitam dengan suara mendengung seperti pesawat. Sepertinya mereka sedang pindah rumah atau ada seseorang yang menghancurkan rumah mereka untuk mengambil madu makanya mereka pindah. Aku kembali membalikan posisi badan takutnya salah satu dari mereka turun kebawah. Biasanya, kalo satu sudah menggigit, teman lain nya bakalan ngikutin. Mereka gigit itu seperti memberi sebuah tanda yang membuat teman teman nya ikut datang dan bantu gigit. 

Eh, gak gigit sih sepertinya, lebih tepatnya menyengat, soalnya mereka menyerang dengan ekor bukan dengan mulut. 

Dan juga, posisi aku dan zoya rebahan itu bersebelahan lho ya, bukan saling menindih. jangan sampai kalian salah mikir. 

Setelah dirasa para lebah tadi terbang jauh dan suaranya tidak terdengar lagi, kami kembali berdiri. Tiba tiba zoya menarik tangan ku lagi kebawah dan aku ter duduk kembali di semak itu.

Zoya: coba kamu lihat. itu yang kita cari.
Aku: wah, beneran kijang.

Terlihat kijang itu berwarna kuning kemerahan, mungkin lebih tepatnya berwarna emas dengan ada garisan entah hitam atau abu abu di sepanjang punggung nya. Dia benar benar memiliki dua tandung yang tidak bercabang. Tapi dia hanya sendiri, mungkin ini bukan kijang yang tadi atau bisa juga dia berpisah dari rombongan.

Kijang itu berjalan mendekati kami, setelah dekat, dia berbicara kepada kami "sedang apa kalian disini" kemudian berubah menjadi mahluk tinggi besar namun dia hanya duduk. Tapi, meskipun dia duduk, tinggi nya lebih dari setengah pohon. Mungkin kalau dia berdiri bakalan lebih tinggi dari pohon. Suaranya seperti suara kakek tua. 

Zoya: maaf, kami tersesat disini. 
Aku: iya, benar.
Dia: iya, aku tau kalian tersesat dan kalian sempat diculik dan hampir jadi persembahan Antang Sariduja. tapi bukan itu yang aku tanyakan, yang aku tanyakan kenapa kalian mengikuti ku.
Zoya: kami mengikuti karena yakin bahwa pian bukanlah kijang biasa. (pian adalah sebutan kata "kamu" untuk orang yang dihormati dalam bahasa banjar, mngkin sejenis kata "sampeyan" atau "panjenengan" dalam bahasa jawa) 
Dia: hmmm, ya, aku tau kami bisa melihat ku. 
Zoya: kalau boleh tau, pian ini siapa nama nya dan sudah berapa lama tinggal disini. 
Dia: aku Nirvada, aku tinggal disini lama sebelum kerajaan negara dipa didirikan. (kerajaan negara dipa adalah kerajaan pangeran suryanata dan putri junjung buih). aku berpindah pindah tempat hingga berada disini. 
Zoya: berarti pian ini sudah lumayan tua. kira kira seribu tahun ada ?
Aku: hahaha.. aku bahkan sudah lupa berapa tahun umur ku.
Aku: ratusan ribu tahun ada  ?...
Dia: aku hidup jauh sebelum adam diciptakan. aku hidup semasa azazil belum dinaikan ke langit. 
Aku: azazil yang iblis itu ?
Dia: benar, dahulu kala dia seorang jin yang sangat taat dalam beribadah sehingga Allah menaikan dia ke langit, setiap langit dia diberi gelar yang berbeda hingga sampai di langit ke tujuh. dia pernah menjadi pemimpin malaikat dan menjadi mahaguru yang membimbing malaikat dalam urusan beribadah. hanya saja ketika diciptakan adam, dia menjadi angkuh dan merasa tidak sepatut nya hormat kepada mahluk baru itu. Allah melaknat dia dan diberi jukukan iblis dan merubah bentuknya menjadi menjijikan. padahal ketika dulu, dia memiliki bentuk yang cemerlang dan sangat indah dipandang serta memiliki empat sayap. 
Zoya: wah, ternyata pian tau sejarah iblis. berarti sangat ber umur dan termasuk sesepuhnya bumi. 
Dia: aku bahkan juga sudah hidup dimasa binatang yang sudah tidak ada lagi yang kalian sebut sebagai dinosaurus.
Zoya: jadi, dino itu beneran ada ?
Dia: ada.. hanya saja para ilmuan kalian terlalu berfantasi dengan bentuk nya. apa yang kalian pelajari semua tentang bentuk dinosaurus tidaklah semua benar. ada bentuk bentuk yang para ilmuan contohkan sangat berbeda dengan aslinya. 
Aku: jadi, pian ini punya pengetahuan yang luas juga soal sejarah ?
Zoya: hush.. (sambil menepuk belakang ku dan berbisik).. dia kan hidup lama, jadi wajar kalau tau tentang apa yang kita pelajari selama ini disekolah. bagi jin, itu bukan hal yang aneh dan sulit dilakukan. 
Zoya: iya, lupa aku. 

Kemudian aku kembali menyambung pertanyaan.

Aku: tadi pian menyebutkan nama antang sariduja. dia siapa ?
Sesepuh: dia adalah jin jahat yang disembah sebagian orang dan mengaku sebagai dewa hutan. awalnya dia hanya jin rendahan namun kesaktian nya bertambah seiring dengan seringnya manusia memberikan dia persembahan. 

..... Bersambung .....

Komentar