Pagi itu kami harus mencari cara bagaimana untuk bisa membawa mereka turun ke bawah menuju desa terdekat.
- Kami Selamat
Ketika matahari sudah mulai menerangi pepohonan, kamu berkeliling di sekitar siapa tau ada jalan tambus untuk menuju desa di bawah itu. Sekitar lebih setengah jam berpencar akhirnya Yuli menemukan sebuah jalan kecil yang kalau dilihat, jalan itu menuju ke bawah. Kemungkinan itu salah satu jalan yang tembus ke desa bawah.
Kami turun pagi itu juga, agar tidak membuang banyak waktu. Samuel yang kaki nya terkilir di papah oleh Adnan, Liya yang muka nya masih bentol bentol dan demam nya belum turun, di tuntun berjalan oleh Ayu. (iya sih, kayanya gk bakalan turun demam nya soalnya dikasih obat paramex wkwk). Sedangkan Deni di gendong dibelakang oleh Zoya. Terlihat sepertinya Deni sangat pucat dan kekurangan energi, ngomong pun sudah seperti tidak ada urat nya lagi, sangat loyo.
Kami beberapa kali berhenti saat perjalalan turun itu. Kurang lebih 5 jam bisa sampai ke desa itu. Ada salah satu warga desa yang melihat kami langsung mendatangi kami dan para warga lain ikut mengejar untuk membantu kami.
Ketika mereka melihat ada yang terluka parah, mereka langsung mencarikan kami mobil untuk di antar ke kota, namun dikarena kan disitu akses nya sangat terbatas maka mereka mengusulkan kami untuk ikut pick-up sayur. Kebetulan hari itu dia lagi tidak membayar sayur ke kota jadi mobil tidak terpakai, si paman sayur setuju untuk menolong kami.
Perjalanan dari desa itu ke kota cukup lama karena desa itu sangat terpencil dan berada masih dikawasan pegunungan. Sesekali Deni muntah darah. Saat kami tiba di sebuah kota, aku bertanya kepada paman sayur dan dia bilang bahwa itu adalah kota Barabai.. Buset, awalnya berada di daerah Tabalong dan pulang nya tembus ke Barabai, itu bukan jarak yang dekat.
Deni di bawa ke rumah sebuah puskesmas di Barabai, awalnya kami minta bawa ke rumah sakit, tapi dikarenakan kami cuma anak anak remaja tanpa adanya orang tua takutnya bakal ribet urusannya di rumah sakit maka paman sayur menyarankan untuk dibawa ke puskesmas aja.
Sesampainya dirumah sakit, mereka dirawat dan Fitri kena marah salah satu perawat gara gara ngasih obat paramex ke Liya. wkwkwkwkw, sukurin deh :D :D
Untuk part ini pendek aja ya. Soalnya tidak ada kejadian mistis jadi gak usah terlalu banyak yang diceritain soalnya thread ini kubuat untuk bercerita dengan hal yang berkaitan dengan dunia mistis. Untuk hal hal yang tidak ada kaitan nya tidak perlu banyak diceritakan.
Satu hal yang perlu aku informasikan, bahwa meskipun kata jin kijang itu benar mengatakan dibawah ada sebuah perkampungan / desa, tapi tetaplah itu adalah informasi dari jin. Jadi, baik cerita sebelum ini atau setelah ini jika ada memuat perkataan dari jin, baik seperti informasi yang diberikan oleh ji ular hijau atau jin kijang, tidak perlu dipercaya sepenuhnya walahpun pada akhirnya terbukti benar. Sebab jin itu suka berbohong apalagi jika hal itu tidak kita ketahui. Contohnya seperti jin kijang yang bilang bahwa dia hidup jauh sebelum Nabi Adam (masa dimana bumi di huni oleh jin, sebelum masa manusia) maka itu tidak perlu dipercaya sepenuhnya sebab kita tidak tau kebenaran nya. Cukup ambil sebagai kisah, boleh percaya namun jangan percaya sepenuhnya.
Ini bukan berlaku hanya di thread ini, tapi juga berlaku dimana pun. Misal di tayangan tv ada acara menguak misteri khusus bertanya dengan jin soal sebuah sejarah. Meskipun kedengaran nya benar atau sesuai buku sejarah, tetap aja itu perkataan jin, makin banyak jin bicara maka makin banyak tercampur campur dusta nya. Atau jika kalian punya teman jin dan dia bercerita hal hal jaman dulu, jangan dipercaya sepenuhnya. Apalagi dia membawa mu ke suatu tempat misal dia ngajak naik haji ke mekah. Gak sedikit lho kasus nya orang yang katanya dibawa ke mekah lalu dia thawaf di ka'bah eh taunya pada kenyataan mereka cuma keliling kandang ayam. Mata mereka sudah diperdayakan oleh tipuan jin.
Namun, tidak semua nya suka bohong. Ada yang memang jujur meskipun hanya sedikit diantara kebanyakan. Sebagian jin ada juga kok yang menjadi seorang kyai, bahkan sampai pada tingkatan Wali Allah, biasanya Wali di kalangan Jin itu berpangkat Rijalul Ghaib. Salah satu jin yang sangat alim adalah Badakut Almina, beliau salah satu murid dari Syekh Muhammad Arsyad alBanjari. Beliau ini sudah hidup 30.000 tahun dan sempat menjadi umat Nabi Nuh. Sampai sekarang beliau masih hidup dan selalu ikut dalam pengajian di majelis anak cucu keturunan Syekh Muhanmad Arsyad. Sebab beliau berkata akan tetap menjadi murid, jika sang syekh sudah meninggal maka akan terus ikut di pengajian anak cucu sang syekh.
Oke, Sampai disini dulu ya. Natikan kelanjutan nya dalam kisah dan lokasi yang berbeda namun masih ada sedikit sambungan dari kisah di Meratus, yaitu aku masih bersama Zoya. Akan tetapi, bukan lagi sebagai teman biasa, kali ini kami sudah memiliki hubungan yang lebih spesial.. ๐๐๐๐
..... Bersambung .....
Komentar
Posting Komentar