Kami menghampiri dia, awalnya aku kira itu pocong. Ternyata jin perempuan yang memakai mukena. Katanya dia sengaja berada diluar karena ingin menjagakan sepeda milik Fadly, demi memastikan barang yang ada di masjid itu aman dari pencurian. Soalnya, dia bilang dia adalah salah satu jin yang mendiami masjid itu.
Fadly berterima kasih kepada nya dan kami izin pamit pulang.
Kami bawa motornya santai karena barengan sama Fadly bersepeda. Di tengah jalan, kami melalui sebuah sekolah MTs, tiba tiba Zoya berhenti.
Zoya: "coba lihat, ada yang aneh gak."
Aku: "gak ada yang aneh sama sekolah ini."
Zoya: "bukan sekolahnya, tapi coba liat itu." dia menunjuk ke arah pohon yang ada di parkiran.
Aku: "itu apa, seperti bercahaya ?.. apa jangan jangan ada lampu motor yg copot di parkiran."
Zoya: "kamu bisa bedain gak sih.."
Aku: "maksud mu ?"
Zoya: "cba liat baik baik, itu menyala bukan karena ada lampu. tapi itu cahaya dr aura astral."
Aku: "hmmm... penglihatan mu oke juga.."
Fadly: "kok berhenti.. ada apa."
Aku: "zoya liat sesuatu, di parkiran."
Fadly: "wah bener.. sepertinya itu sebuah benda.. ayo kita periksa."
Kami masuk ke dalam dengan memanjat tembok pagar. Di parkiran itu ada pohon tumbuh dan cahaya tadi memancar dari bawah pohon itu.
Fadly mencoba menerawang ke dalam tanah dan dia bilang melihat banyak benda didalam sana. Sekitar 8 meter masuk dibawah tanah. Entah bagaimana dia bisa tau didalam sana ada benda dan jarak kedalaman nya, yang jelas, ternyata kecanggihan ilmu gaib itu melebihi teknologi manusia sekarang hahaha..
Namun, kata Fadly masih ada serpihan serpihan kecil di permukaan nya. Jadi, gak benar benar semua ada di dalam sana. Kami lantas mencari ranting atau kayu yang bisa digunakan untuk mengorek2 tanah. Lumayan susah sih ya, tanah yang keras di congkel pakai kayu. Sekitar sejengkal melubangi tanah, dapat sebuah besi tua seperti keris gendut yang panjang nya gak sampe se jari telunjuk. Dan yang bikin aneh, besi itu tidak berkarat.
Besi tadi dibersihkan dan setelah di senteri, ternyata itu emas. Anjay, pantes aja gak berkarat sama sekali. Aku sama Zoya kembali lagi mencongkel tanah, siapa tau dapat benda lagi hehe.. Eh, tiba tiba ada yang berdiri di pojokan halaman sekolah dan menegur kami.
Dia berkata "jangan ambil benda itu."
Kami kaget dan menoleh ke arahnya, ternyata seorang ibu, eh bukan, dia itu wanita tapi jin, dia jin tapi seperti penampilan ibu ibu. Jadi, gk bisa di bilang seorang ibu sih karena bukan manusia. Terserah kalian aja anggap dia apa, aku tulis nya "nenek" aja ya, karena biasanya jin itu tua tua meskipun penampilan nya muda.
Nenek: "itu adalah harta para leluhur disini. mereka menyimpan nya agar tidak hilang."
Fadly: "boleh tau siapa mereka ?"
Nenek: "mereka adalah warga penduduk disini, saat masa penjajahan belanda, mereka menyimpan harta mereka didalam tanah agar tidak dirampas, mereka salah satu orang kaya pada masa itu."
Fadly: "lalu, kenapa bisa terkubur sangat dalam dibawah. apa mereka memang sengaja mengubur dalam dan ditinggalkan."
Nenek: "awalnya tidak terlalu dalam, karena proses alam yang membuatnya semakin tertimbun, ditambah lagi waktu pembuatan sekolah ini yang membuatnya semakin tertimbun."
Zoya: "lalu, pian ini siapa ?"
Nenek: "aku hanya salah satu penunggu disini. kebetulan aku sudah ada disini pada masa itu, jadi tau sedikit kisah tentang harta ini. dipinggir jalan itu dulu adalah sebuah pohon besar, namun sudah ditebang pada masa perang dan aku berpindah tempat."
Zoya: "berarti, harta dibawah ini tidak boleh di ambil ?"
Nenek: "bukan tidak boleh, tapi belum masanya. suatu saat, harta ini akan muncul ke permukaan jika memang sudah waktunya dan kepada orang yang tepat, namun bukan sekarang."
Aku: "tapi, kami barusan dapat benda kecil itu. berarti itu jadi milik kami?"
Nenek: "iya, berarti dia sudah memilih kalian sebagai pemiliknya."
Fadly: "kalau begitu, misal kami gali dan kami yang dapat harta dibawah, kami jadi pemiliknya."
Nenek: "tidak bisa, sudah kukatakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat. harta itu sudah berada di alam kami. walaupun kalian menggali nya, kalian tidak akan menemukan nya karena berada dalam kekuasaan kami. namun, benda kecil itu adalah sebagai hadiah untuk kalian."
Fadly: "oh, sebelumnya juga ada yang pernah untuk menggali harta ini selain kami?"
Nenek: "ada, dan mereka juga tidak bisa menemukan nya. mereka hanya menemukan beberapa serpihan kecil. karena setiap tahun nya kami akan mengeluarkan beberapa benda kecil itu ke alam manusia dan yang bisa menemukan nya maka dia berjodoh, seperti kalian sekarang ini."
Fadly: "kalau boleh tau, setiap bulan berapa ?"
Nenek: "ketika malam perayaan idul fitri."
Fadly: "berarti, yang keluar pada saat itu jika ditemukan oleh seseorang, dia pemiliknya ?"
Nenek: "benar.."
Fadly: "misal tiap hari raya saya kesini untuk menggali dan ketemu, juga jadi milik saya?"
Nenek: "tidak bisa, kami hanya memberika kepada satu orang. bukan orang yang sama, jika kami sudah pernah melihatnya, kami menyembunyikan nya."
Fadly: "lah, kok curang."
Nenek: "itu sudah peraturan kami.."
Faldy: "hmmm.. yasudah lah, terima kasih atas informasinya dan benda kecil ini. tapi ini benar benar emas kan ? bukan sekedar hiasan warna nya?"
Nenek: "asli emas.."
Fadly: "kalau begitu, kami pergi dulu dari sini.."
Nenek: "jangan lupa di tutup lagi lubangnya."
Fadly: "hehe.. iya... "
Nenek itu menghilang dan kami merapikan tanah yang kami congkel tadi. Setelah itu kami pergi. Ketika sampai di motor, terjadi obrolan ringan.
Aku: "kata nenek tadi, dia menyebut kalian. berarti itu kita."
Zoya: "trus.."
Aku: "artinya, dia ngasih benda ini untuk kita meskipun fadly yang dapat, dan kamu yang melihat pertama kali, tetap aja harus dibagi bertiga hehe.."
Fadly: "jadi, mau di penggal ?"
Aku: "ya gak lah.. gimana kalau dijual aja. uang nya kita bagi."
Fadly: "boleh juga.."
Zoya: "eh tunggu.. kan ini benda asing, bukan perhiasan. bagaimana kalau nanti mereka bertanya dari mana kita dapat. mau bilang apa ? masa iya bilang dapat dari sini, bisa habis nanti dibongkar."
Aku: "hmmm.. bener juga kamu joy.. jadi, mau di apakan ?"
Zoya: "kalian pikirkan aja, aku gak tertarik."
Aku: "hmm.. mentang mentang sudah punya patung kucing.."
Zoya: "hehe.. iri ya ?"
Aku: "gak kok.. biasa aja.."
Fadly: "gini aja, besok kalian ke rumah ku, aku punya banyak koleksi benda antik. siapa tau kalian tertarik. ambil aja, tapi ini buat aku.."
Aku: "boleh.."
Fadly: "kalau begitu, besok pagi kalian aku jemput."
Aku: "sip.. tapi tau kan kami dimana ?"..
Fadly: "tau.. yang baru acara nikahan kan?"
Aku: "iya.."
Zoya: "ya udah, kalo gitu kita jalan pulang aja.. udah tengah malam banget ini. bisa dimarahin kita keluyuran."
Kami melanjutkan perjalanan untuk pulang. Hawa disitu makin malam makin dingin, mana aku cuma pakai baju kaos. Zoya juga kelihatan nya kedinginan.
Aku: "joy, kamu dingin gak.."
Zoya: "iya, angin disini kurang enak. untung kita jalan pelan. kalo ngebut makin dingin.. emang kenapa ?"
Aku: "aku rasanya mau beku.."
Zoya: "sama, aku juga.. ya udah, kalau kamu kedingininan. kamu..........."
Skip skip skip.. gak usah diceritain..
Sesampainya dirumah, kelihatan sepi karena sudah pada tidur, untungnya tidak dikunci. Kami masukin motor dan lanjut masuk kamar untuk tidur karena besok harus ke tempat Fadly.
*Nama dan Lokasi sekolah MTS itu dirahasiakan, takutnya kalau ada orang Amuntai yang membaca ini, nanti dia bakalan mencari harta tersebut. Meskipun aku gak tau apakah harta tersebut masih ada atau sudah ada orang yang terpilih untuk memilikinya.
Fadly berterima kasih kepada nya dan kami izin pamit pulang.
Kami bawa motornya santai karena barengan sama Fadly bersepeda. Di tengah jalan, kami melalui sebuah sekolah MTs, tiba tiba Zoya berhenti.
Zoya: "coba lihat, ada yang aneh gak."
Aku: "gak ada yang aneh sama sekolah ini."
Zoya: "bukan sekolahnya, tapi coba liat itu." dia menunjuk ke arah pohon yang ada di parkiran.
Aku: "itu apa, seperti bercahaya ?.. apa jangan jangan ada lampu motor yg copot di parkiran."
Zoya: "kamu bisa bedain gak sih.."
Aku: "maksud mu ?"
Zoya: "cba liat baik baik, itu menyala bukan karena ada lampu. tapi itu cahaya dr aura astral."
Aku: "hmmm... penglihatan mu oke juga.."
Fadly: "kok berhenti.. ada apa."
Aku: "zoya liat sesuatu, di parkiran."
Fadly: "wah bener.. sepertinya itu sebuah benda.. ayo kita periksa."
Kami masuk ke dalam dengan memanjat tembok pagar. Di parkiran itu ada pohon tumbuh dan cahaya tadi memancar dari bawah pohon itu.
Fadly mencoba menerawang ke dalam tanah dan dia bilang melihat banyak benda didalam sana. Sekitar 8 meter masuk dibawah tanah. Entah bagaimana dia bisa tau didalam sana ada benda dan jarak kedalaman nya, yang jelas, ternyata kecanggihan ilmu gaib itu melebihi teknologi manusia sekarang hahaha..
Namun, kata Fadly masih ada serpihan serpihan kecil di permukaan nya. Jadi, gak benar benar semua ada di dalam sana. Kami lantas mencari ranting atau kayu yang bisa digunakan untuk mengorek2 tanah. Lumayan susah sih ya, tanah yang keras di congkel pakai kayu. Sekitar sejengkal melubangi tanah, dapat sebuah besi tua seperti keris gendut yang panjang nya gak sampe se jari telunjuk. Dan yang bikin aneh, besi itu tidak berkarat.
Besi tadi dibersihkan dan setelah di senteri, ternyata itu emas. Anjay, pantes aja gak berkarat sama sekali. Aku sama Zoya kembali lagi mencongkel tanah, siapa tau dapat benda lagi hehe.. Eh, tiba tiba ada yang berdiri di pojokan halaman sekolah dan menegur kami.
Dia berkata "jangan ambil benda itu."
Kami kaget dan menoleh ke arahnya, ternyata seorang ibu, eh bukan, dia itu wanita tapi jin, dia jin tapi seperti penampilan ibu ibu. Jadi, gk bisa di bilang seorang ibu sih karena bukan manusia. Terserah kalian aja anggap dia apa, aku tulis nya "nenek" aja ya, karena biasanya jin itu tua tua meskipun penampilan nya muda.
Nenek: "itu adalah harta para leluhur disini. mereka menyimpan nya agar tidak hilang."
Fadly: "boleh tau siapa mereka ?"
Nenek: "mereka adalah warga penduduk disini, saat masa penjajahan belanda, mereka menyimpan harta mereka didalam tanah agar tidak dirampas, mereka salah satu orang kaya pada masa itu."
Fadly: "lalu, kenapa bisa terkubur sangat dalam dibawah. apa mereka memang sengaja mengubur dalam dan ditinggalkan."
Nenek: "awalnya tidak terlalu dalam, karena proses alam yang membuatnya semakin tertimbun, ditambah lagi waktu pembuatan sekolah ini yang membuatnya semakin tertimbun."
Zoya: "lalu, pian ini siapa ?"
Nenek: "aku hanya salah satu penunggu disini. kebetulan aku sudah ada disini pada masa itu, jadi tau sedikit kisah tentang harta ini. dipinggir jalan itu dulu adalah sebuah pohon besar, namun sudah ditebang pada masa perang dan aku berpindah tempat."
Zoya: "berarti, harta dibawah ini tidak boleh di ambil ?"
Nenek: "bukan tidak boleh, tapi belum masanya. suatu saat, harta ini akan muncul ke permukaan jika memang sudah waktunya dan kepada orang yang tepat, namun bukan sekarang."
Aku: "tapi, kami barusan dapat benda kecil itu. berarti itu jadi milik kami?"
Nenek: "iya, berarti dia sudah memilih kalian sebagai pemiliknya."
Fadly: "kalau begitu, misal kami gali dan kami yang dapat harta dibawah, kami jadi pemiliknya."
Nenek: "tidak bisa, sudah kukatakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat. harta itu sudah berada di alam kami. walaupun kalian menggali nya, kalian tidak akan menemukan nya karena berada dalam kekuasaan kami. namun, benda kecil itu adalah sebagai hadiah untuk kalian."
Fadly: "oh, sebelumnya juga ada yang pernah untuk menggali harta ini selain kami?"
Nenek: "ada, dan mereka juga tidak bisa menemukan nya. mereka hanya menemukan beberapa serpihan kecil. karena setiap tahun nya kami akan mengeluarkan beberapa benda kecil itu ke alam manusia dan yang bisa menemukan nya maka dia berjodoh, seperti kalian sekarang ini."
Fadly: "kalau boleh tau, setiap bulan berapa ?"
Nenek: "ketika malam perayaan idul fitri."
Fadly: "berarti, yang keluar pada saat itu jika ditemukan oleh seseorang, dia pemiliknya ?"
Nenek: "benar.."
Fadly: "misal tiap hari raya saya kesini untuk menggali dan ketemu, juga jadi milik saya?"
Nenek: "tidak bisa, kami hanya memberika kepada satu orang. bukan orang yang sama, jika kami sudah pernah melihatnya, kami menyembunyikan nya."
Fadly: "lah, kok curang."
Nenek: "itu sudah peraturan kami.."
Faldy: "hmmm.. yasudah lah, terima kasih atas informasinya dan benda kecil ini. tapi ini benar benar emas kan ? bukan sekedar hiasan warna nya?"
Nenek: "asli emas.."
Fadly: "kalau begitu, kami pergi dulu dari sini.."
Nenek: "jangan lupa di tutup lagi lubangnya."
Fadly: "hehe.. iya... "
Nenek itu menghilang dan kami merapikan tanah yang kami congkel tadi. Setelah itu kami pergi. Ketika sampai di motor, terjadi obrolan ringan.
Aku: "kata nenek tadi, dia menyebut kalian. berarti itu kita."
Zoya: "trus.."
Aku: "artinya, dia ngasih benda ini untuk kita meskipun fadly yang dapat, dan kamu yang melihat pertama kali, tetap aja harus dibagi bertiga hehe.."
Fadly: "jadi, mau di penggal ?"
Aku: "ya gak lah.. gimana kalau dijual aja. uang nya kita bagi."
Fadly: "boleh juga.."
Zoya: "eh tunggu.. kan ini benda asing, bukan perhiasan. bagaimana kalau nanti mereka bertanya dari mana kita dapat. mau bilang apa ? masa iya bilang dapat dari sini, bisa habis nanti dibongkar."
Aku: "hmmm.. bener juga kamu joy.. jadi, mau di apakan ?"
Zoya: "kalian pikirkan aja, aku gak tertarik."
Aku: "hmm.. mentang mentang sudah punya patung kucing.."
Zoya: "hehe.. iri ya ?"
Aku: "gak kok.. biasa aja.."
Fadly: "gini aja, besok kalian ke rumah ku, aku punya banyak koleksi benda antik. siapa tau kalian tertarik. ambil aja, tapi ini buat aku.."
Aku: "boleh.."
Fadly: "kalau begitu, besok pagi kalian aku jemput."
Aku: "sip.. tapi tau kan kami dimana ?"..
Fadly: "tau.. yang baru acara nikahan kan?"
Aku: "iya.."
Zoya: "ya udah, kalo gitu kita jalan pulang aja.. udah tengah malam banget ini. bisa dimarahin kita keluyuran."
Kami melanjutkan perjalanan untuk pulang. Hawa disitu makin malam makin dingin, mana aku cuma pakai baju kaos. Zoya juga kelihatan nya kedinginan.
Aku: "joy, kamu dingin gak.."
Zoya: "iya, angin disini kurang enak. untung kita jalan pelan. kalo ngebut makin dingin.. emang kenapa ?"
Aku: "aku rasanya mau beku.."
Zoya: "sama, aku juga.. ya udah, kalau kamu kedingininan. kamu..........."
Skip skip skip.. gak usah diceritain..
Sesampainya dirumah, kelihatan sepi karena sudah pada tidur, untungnya tidak dikunci. Kami masukin motor dan lanjut masuk kamar untuk tidur karena besok harus ke tempat Fadly.
*Nama dan Lokasi sekolah MTS itu dirahasiakan, takutnya kalau ada orang Amuntai yang membaca ini, nanti dia bakalan mencari harta tersebut. Meskipun aku gak tau apakah harta tersebut masih ada atau sudah ada orang yang terpilih untuk memilikinya.
.....Bersambung.....
Jangan Lupa Cendol dan Komen nya
Jangan Lupa Cendol dan Komen nya
Komentar
Posting Komentar