Episode 40 - Kebun Pisang Pak Adi

Sebelum kami pergi, Fadly ngajak kami untuk berburu lagi nanti malam. Dia bilang akan menjemput kami setelah Isya. kami pun mengiyakan.

Di tengah perjalanan pulang, kami merasa ada yang janggal dengan sebuah perkebunan pisang di sebuah lahan pekarangan yang tidak terlalu jauh dari jalan. Kebun pisang itu tidak terlalu luas namun sangat rimbun pohon nya, jadi meskipun saat itu sudah pagi, di kebun pisang itu masih agak gelap karena kurang cahaya.

Terlihat ada seorang bapak yang membawa sebuah "nyiru" (klo gk tau, cek aja google gmbrnya) dan di dalam nyiru itu ada beberapa makanan seperti kue kering, roti, pisang satu sisir, bunga bunga an, kopi dua gelas, air putih satu gelas, kelapa tua masih utuh, dan sesuatu yang berasap, (mungkin dupa, mungkin rokok).

Bapak tadi meletakan nyiru beserta isi nya itu di bawah pohon dan meninggalkan nya. Dia lanjut untuk bersih bersih rumput liar yang banyak tumbuh di tanah disekitaran pohon pisang. Tidak lama setelah itu, ada seseosok wanita datang mendekati sesajen yang di siapkan tadi. Dia hanya mencium kemudian meninggalkan nya.

Melihat yang demikian, kami mencoba untuk ke kebun itu dan ingin bertanya soal yang barusan tadi agar tidak ada rasa penasaran. Bapak tadi melihat kami mendekat, beliau berhenti membersihkan rumput dan mendekati kami, kemudian bertanya.

Bapak: "kalian siapa dan ada apa kesini? mau beli pisang ?"
Zoya: "gak pak, kami kesini cuma ingin melihat lihat saja. soalnya kami baru disini, kebetulan ke tempat keluarga."
Bapak: "oh, saya kira mau membeli pisang."
Zoya: "gak kok, kalau boleh tau, yang didepan itu apa ya ? maaf kalau lancang. soalnya barusan ada melihat sesosok wanita mendekat kemudian menghilang."
Bapak: "kamu bisa melihat nya ?"
Zoya: "iya, kami melihat nya..."
Bapak: "saya juga tidak tau apa gunanya sesajen itu. saya hanya pekerja di kebun ini. kami sekeluarga di amanahi oleh pak adi, pemilik tanah ini untuk merawat lahan ini. walaupun tidak luas, namun hasil dari pisang disini sangat lumayan. tapi pemiliknya bilang, kami harus menyiapkan sesajen itu setiap 3 hari sekali saat pagi. karena jika tidak diberi sesajen, leluhur yang berdiam di tanah ini akan marah."
Zoya: "bapak masih percaya sama hal begituan. tahayul itu pak. namanya mahluk gaib itu pasti ada, jadi gak perlu dikasih sesajen segala."
Bapak: "tapi ini nyata, saya awal dulu mengabaikan nya dan berpikiran demikian. hingga suatu saat keluarga kami dihantui oleh sosok wanita yang membuat kami tidak bisa tenang tiap malam. sampai akhirnya saya beri sesajen dan akhirnya tidak ada lagi gangguan tersebut."
Aku: "ya ampun pak roy, kamu berdosah bangett..." wkwkw.. gak ya, gak gitu. aku gak ngomong saat itu hahaha...
Zoya: "astaghfirullah pak, ini tu syirik tau. jin itu bisa jadi jahat karena perbuatan kita sendiri. karena dia dibiasakan dikasih, akhirnya dia marah ketika tidak di kasih hingga membuat dia berani menggangu, karena dia tau bahwa orang itu takut dengan nya. coba seandainya bapak gak usah turutin, dia gak bakalan ketagihan."
Bapak: "yah, mau bagaimana lagi. nasi sudah menjadi bubur." (aku paling geregetan klo org dinasehatin, cma pasrah gitu. meskipun dia lbh tua dr ku)
Zoya: "tapi saya lihat, disini sepertinya bukan hanya wanita itu tadi saja. tapi juga ada mahluk lain yang berdiam di bawah pohon ketapang itu."
Bapak: "benar.. anak anak kalo pulang ngaji sering ditakutin pocong di kebun ini. saya juga sebenarnya takut tapi saya merasa aman karena dilindungi sama sosok wanita itu."

Ni bapak mulai meranyau, udah ngasih sesajen ke jin, merasa dilindungin pula 😂 ngomong ngomong soal pocong, sebenarnya yang terlihat disitu hanya sesosok hitam doank, bukan pocong. Tapi kan, yang nama nya jin sih ya terserah mereka mau berubah apa pun ya suka suka mereka aja sih. Apalagi ketapang dan pohon pisang itu emang biasa tempat yang serasi untuk pocong.

Karena takut ganggu bapaknya bekerja, kami izin pamit untuk pulang dan di perjalanan kami berencana untuk mendatangi kebun pisang itu lagi bersama Fadly untuk berburu.

Seharian itu, gak ada yang spesial sih ya dan gak ada yang perlu diceritakan aku ngapain aja sama Zoya, karena kami siang itu gak ada kisah yang bersangkutan dengan dunia gaib. Karena, kisah petualangan berburu kami berlanjut ketika malam hari nya.

Update kali ini, cukup sekian dulu aja ya..

O iya.. ada satu hal nih, kalian tau gk kenapa kalo sesuatu yg ber urusan dgn jin selalu ada kopi pahit. Baik itu sesajen, ngasih makan khodam, ngalih makan pendamping, ataupun nawarin. Selalu gk ketinggalan kopi pahit ? Jawaban nya adalah karena jin itu umur nya tua tua. Rata rata ratusan dan ribuan tahun. Sedangkan kita tau sendiri bahwa penyakit orang tua itu biasanya darah tinggi dan diabetes (kencing manis). Sebab itulah disediakan kopi pahit karena kalau minum yg manis takut jin nya kumat diabetes nya wkwkwwk...

.... Bersambung ....

Komentar