Episode 42 - Diajak Ke Istana Buaya #2

Disitu ada sebuah meja dan duduklah seorang gadis muda yang cantik (meskipun tak secantik punya zoya). Namun, itupun sudah membuat ku "wah" sama dia. Mumpung dia lagi sendiri, aku coba untuk dekati dan ajak dia ngobrol.

- Part #2

Aku: "boleh duduk disini ?"
Dia: "boleh.."
Aku: "nama nya siapa? boleh kenal gak ?"
Dia: "aku sekar ayu larasati.. kamu ?"
Aku: "zhiyan.. salam kenal ya."
Dia: "salam kenal juga, kamu dari bangsa manusia ya? terlihat berbeda dari kami."
Aku: "iya, kebetulan di ajak teman kesini. kalau boleh tau, kamu kesini sama siapa?"
Dia: "sama ayah dan ibu ku dan beberapa orang pengawal." (aku langsung mikir, ni cewe pasti juga orang kerajaan)
Aku: "kalau boleh tau, dari mana."
Dia: "dari daerah samuranggau."
Aku: "oh.. jauh juga ya?"
Dia: "pernah kesana ya ?"
Aku: "gak.. hehe."
Dia: "kok bilang jauh.."
Aku: "soalnya aku belum pernah mendengar nama daerah itu. jadi kemungkinan jauh dari sini."
Dia: "kamu ini lucu ya.."
Aku: "hehe.. ngomong2, knp ni sendirian disini? gak ikut kedalam ?"
Dia: "aku gk suka dengan acara acara seperti itu. obrolan para orang tua membosankan."
Aku: "oya? berarti sama donk, kita sama sama gak suka dengan obrolan yang susah dimengerti."
Dia: "bagaimana kalau kita lihat lihat wilayah istana ini? sepertinya menyenangkan daripada ngobrol disini."
Aku: "boleh.. ayo.."

Kami kemudian beranjak dari tempat itu dan meminta pengawal tadi untuk menuntunkan jalan untuk kami agar bisa melihat lihat tempat yang menyenangkan disekitaran istana. Kami dibawa berkeliling, istana nya sangat luas sekali. Ada juga kami melihat tempat seperti peternakan namun berbeda dari peternakan kita. Isinya disana hanya ayam ayam gosong, tapi bukan ayam mati melainkan ayam hidup yang warna nya hitam semua. Entah gimana rasanya ayam itu kalo dimasak, mungkin pait.

Ada juga dibawah pohon yang besar, terdapat satu buah patung buaya yang mengeluarkan air di mulutnya dengan banyak bunga tumbuh di sekeliling nya. Mungkin kalau di alam kita, itu disebut air mancur ditengah taman.

Pengawal: "itu air mancur ajaib. merupakan sumber mata air yang sangat terkenal disini." (menunjuk ke patung tadi)
Aku: "apa ajaibnya?"
Pengawal: "air ini bisa berubah rasa sesuai apa yang kita pikirkan."
Aku: "masa sih?"
Sekar: "beneran kok, aku kalau diajak berkunjung ke istana ini sama keluarga ku, selalu disuguhkan air ajaib di teko, mereka bilang ini sumbernya dari air mancur ajaib. tapi aku baru kali ini melihat langsung sumber mata air itu."
Aku: "kalau gitu, aku coba ya ?"

Kemudian pengawal tadi mengambilkan sebuah gelas yang berwarna warni, ada corak kuning dan merah namun didominasi oleh warna hijau. Sejenis batu giok yang di ukir menjadi gelas. Ketika aku meminum air itu, wah rasanya seperti air putih biasa wkwk. "Dasar buaya, mulut buaya emang suka bohong" pikir ku dalam hati.

Aku: "kok rasa air hujan ya."
Pengawal: "pikirkan sebuah rasa sebelum meminum."

Aku mencoba untuk meminum lagi tapi membayangkan sebuah rasa air kelapa yang manis. Eh, beneran terasa air kelapa yang manis, bahkan persis seperti rasa yang aku pikirkan itu. Kalau kita memetik sebuah kelapa dan meminum airnya, belum tentu air yang diminum sama rasanya dengan rasa yang kita bayangkan, sedangkan air mancur tadi memang benar benar sama rasanya dgn yang ku bayangkan saat itu. Keren gan... !!! Mungkin kalau bisa bawa pulang patung itu, bisa jualan es blender sejuta rasa kali ya haha.

Aku beberapa kali mencicipi air mancur itu dengan berbagai macam rasa dan sangat memuaskan. Setelah cukup puas menikmati, kami lanjut jalan ke tempat lain. Perjalanan saat itu berkeliling di sekitaran istana cukup memanjakan mata, kapan lagi bisa lihat tempat yang selama ini cuma pernah dengar kata "istana" hanya dalam sejarah, dan saat itu sudah merasakan sendiri menginjakan kaki.

Padahal, masih banyak lagi tempat yang seharusnya belum kami kunjungi, mungkin saat itu baru sekitar 20% nya saja. Bagian dalam masih belum sempat melihat lihat.

Tiba tiba Zoya dan cewe nya keluar dari sebuah pintu dan berkata.

Zoya: "oy, ngapain tu. pantesan gak mau di ajak masuk, ternyata asik sama wanita cantik."
Aku: "lah iri liat orang pacaran, emang nya kamu aja yang mau bermesraan."
Zoya: "haha.. lanjutkan deh. aku mau ganti baju dulu, nanti kamu nyusul ya. kita makan dulu sebentar baru pulang."
Aku: "oke.."
Sekar: "kamu tadi bilang apa? pacaran?"
Aku: "hehe, maaf ya.. cuma becanda kok.. jangan marah ya."
Sekar: "gapapa kok. emang kamu beneran mau jadi pacar ku?"

Eh buset.. ternyata dia agresif banget, entah hanya sekedar candaan atau memang benar yang dia katakan, tapi itupun sudah bikin grogi, cewe cantik ngomong kaya gitu.

Pantes aja orang yang suka merayu, menggombal, dan bermulut manis di sebut "buaya".. Ternyata itu bukan cuma sekedar peribahasa, tapi di alam jin pun cewe buaya (bangsa buaya) lebih buaya mulutnya haha..

..... Bersambung ....

Komentar