Eh buset.. ternyata dia agresif banget, entah hanya sekedar candaan atau memang benar yang dia katakan, tapi itupun sudah bikin grogi, cewe cantik ngomong kaya gitu.
- Part #3
Aku: "kamu jangan bikin aku salah tingkah gini.."
Sekar: "haha.. lupakan aja omongan ku tadi. ayo kamu aku ajak ke satu tempat yang cukup rahasia di istana ini."
Aku: "ayo.."
Kami berjalan di keramaian orang yang sedang asik berpesta di halaman istana. Dia membawa ku mendekati patung buaya yang bertanduk itu. Aku disuruh nya memandang mata patung buaya itu lama sampai terlihat mata patung itu bercahaya dan seolah olah ada sesuatu yang masuk ke mata ku.
Setelah itu, aku di ajak nya ke halaman pinggir istana, ada terdapat sebuah gerbang. Tadinya, ketika kami jalan jalan menuju air mancur ajaib itu hanya melihat sebuah gerbang biasa. Sejenis sebuah hiasan yang berdiri di tengah bunga bunga. Tapi kali ini, aku melihat itu adalah sebuah pintu yang terbuat dari emas.
Sekar mengajak ku mendekati pintu itu dan kami masuk ke dalam nya. Ada sebuah bagunan kecil disana. Kami lanjut masuk ke dalam dan ketika pintu dibuka, astaga ternyata isi nya tumpukan harta yang tak ternilai harga nya. Ada banyak perhiasan, perabotan rumah tangga seperti piring, cangkir, gelas, pot bunga, dan lain lain yang terbuat dari emas dan batu giok. Ada sebuah rak yang isi nya terususun patung buaya mini sebanyak tiga baris. Sebaris nya entah berapa biji, gak sempet ngitung, yang jelas di barisan atas itu semua nya warna putih berkilau, mungkin itu intan.
Yang barisan kedua warna warni, aku kira itu kaca warna warni, ternyata kata Sekar itu adalah perpaduan dari berbagai batu berharga, ada yang terbuat dari zamrud, yaqut, dan safir. Tapi ada yang paling besar dibarisan itu berwarna merah, dia bilang itu Ruby. Meskipun aku bukan ahli batu dan gak tau harga harga batu, tapi aku yakin itu pasti mahal mahal kalau dijual. Sedangkan barisan paling bawah adalah patung patung berwarna kuning, gak usah tanya pun ke Sekar aku sudah bisa menebak pasti itu emas, gak mungkin eek.
Lanjut lagi ke sisi lain, ada banyak perhiasan. Dia bilang itu adalah perhiasan para orang kerajaan. Memang sih, ada berbagai macam bentuk perhiasan, mulai dari gelang, anting besar, rantai tangan, kalung berbagai macam bentuk dan mahkota semua nya adalah emas.
Di sisi lain, banyak juga pakaian pakaian bergantungan dan tersusun rapi di lipat didalam lemari, dia bilang itu semua kain sutra terbaik pakaian para putri dan ratu. Sedangkan untuk pria ada di dalam sebuah peti yang berada di atas, sayangnya ruangan itu ada di lantai atas, dan Sekar tidak mengajak ku ke atas jadi aku belum sempat melihat, siapa tau disana ada pakaian yang bagus dan cocok untuk ku, jadi bisa aku minta hahaha..
Semua harta yang ada disana aku gk bisa sebutin lebih rinci lagi, karena saking banyak nya jenis jenis nya, bahkan sampai ada beberapa sapu yang terbuat dari emas, sepertinya sapu itu digunakan untuk membersihkan ruangan tersebut.
Seandainya, harta itu semua dijual, aku yakin bisa melunasi hutang Indonesia bahkan bisa untuk membeli negara baru untuk dijadikan negara bagian dari Indonesia hahaha. Karena aku penasaran aku tanya sama Sekar.
Aku: "ini ruangan apa sebenarnya."
Sekar: "ini tempat penyimpanan harta dari beberapa kerajaan bangsa buaya."
Aku: "kamu kok bisa masuk kesini? apa gak dimarahin?"
Sekar: "aman, kerajaan kami juga menyimpan harta disini jadi kami punya hak untuk masuk."
Aku: "iya, itu kan kamu. tapi aku ? aku cuma orang luar, apa gak terlalu lancang dan gak sopan ?"
Sekar: "tenang, kamu sudah lolos kok."
Aku: "lolos? maksud kamu gimana ?"
Sekar: "tadi, kamu aku ajak ke patung buaya bertanduk dan dia memberi isyarat melalui mata nya. itu tanda nya kamu di beri izin untuk masuk. jika kamu punya niat jahat terhadap harta, kamu tidak akan diberi izin. dengan izin yang diberikan oleh patung itu, kamu bisa melihat ruangan tersembunyi ini."
Aku: "wah, berarti aku termasuk beruntung.. dan baru tau bahwa ternyata ada alam gaib di dalam alam gaib"
Sekar: "bisa dibilang begitu..."
Aku: "lalu, ini semua harta milik mu?"
Sekar: "ada banyak kerajaan yang menitipkan harta disini. disini adalah tempat paling aman menitipkan harta karena keamanan nya terjamin. itu sebabnya barang disini semua bercampur. tidak dipisah, padahal pemilik dari barang disini ada lebih dari 20 kerajaan berbeda."
Aku: "wah, itu gimana mau ambilnya? bagaimana misal kamu salah ambil barang atau ada orang dari kerajaan lain gak sengaja ambil barang mu."
Sekar: "gak mungkin, selain tempat ini aman dari pencurian, tempat ini juga aman dari kesalahan pengambilan. contohnya buaya warna putih yang nomor 8 disana (nunjuk), itu milik kerajaan buaya putih yang ada di bawah jembatan kahayan (palangkaraya). mereka baru menitipkan barang itu, makanya mereka berkunjung kesini, selain dari membahas masalah penting. jika aku membawa benda itu keluar, entah sengaja ataupun tidak sengaja, dia akan kembali ke tempat susunan asalnya ketika dibawa keluar dari tempat ini."
Aku: "sungguh canggih teknologi kalian.."
Sekar: "biasa aja donk. makanya tempat ini sangat dipercaya untuk menyimpan harta, bahkan ada sebagian kerajaan yang bermusuhan dengan kerajaan ini tapi mereka menyimpan harta disini. sebab mereka yakin dengan keamanan penyimpanan ini."
Kalau boleh di ibaratkan, mungkin ini sejenis bank Swiss
karena setau ku para koruptor dan mafia itu mereka menyimpan uang di bank Swiss. Selain aman dari pajak, juga aman dari hal hal merugikan hahaha.. Aku yang tadinya ada niat mau minta salah satu patung buaya itu akhirnya mengurungkan niat setelah mendengar penjelasan dari Sekar.Karena sudah agak lama, aku mau balik ke Istana untuk nyusul Zoya.
Aku: "kita keluar yuk. aku mau nyusul teman ku dulu."
Sekar: "ayo, sekalian aku juga mau balik."
Aku: "kamu gak mau ikut ?"
Sekar: "kenapa aku harus ikut kamu ganti pakaian."
Aku: "maksudnya, ikut kami makan. aku baru kenal kamu sebentar, siapa tau kita bisa lebih akrab lagi."
Sekar: "kapan kapan aja ya. aku mau kesana dulu (sambil nun inijuk tempat asal dia duduk tadi), takutnya orang tuaku nyari soalnya ini sudah selesai acara pertemuan kelihatan nya."
Aku: "oke deh.. aku jalan dulu kalo gitu."
Sekar: "iya..
"Aku dan Sekar berpisah disitu, pengawal yang ikut kami menuntun jalan juga sudah balik ke tempatnya, aku segera pergi ke ruangan semula untuk ganti pakaian. Soalnya aku belum terbiasa dengan pakaian semacam ini, meskipun sangat bagus.
Saat aku sampai diruangan yang aku ganti baju itu, dimana tempat itu juga tempat Zoya dan cewe nya nungguin, aku buka pintu nya, dan ternyata pintu nya tidak bisa dibuka, kemungkinan pintu itu di kunci.. Pikiran ku mulai berfantasi liar...
.... Bersambung ...
Komentar
Posting Komentar