Episode 45 - Diajak Ke Istana Buaya #5

Sekar kemudian berjalan menuju kereta itu dan masuk ke dalam. Dia menatap ku dari sebuah jendela kecil, melambaikan tangan sambil tersenyum manis.. Hmmm... sampai sekarang masih bisa terbayang bagaimana senyum manis nya saat itu..

- Part #5

Setelah dia pergi, tak lama datang Zoya menghampiri.

Zoya: "dia pulang ?"
Aku: "iya... padahal baru kenal, belum sempat ngapa ngapain."
Zoya: "udah.. jangan sedih, masih ada aku."
Aku: "ini kita kapan pulang ya.."
Zoya: "sekarang, kan kita ada janji sama fadly, nanti dia lama nunggu kita."
Aku: "ya udah, ayo pulang. gimana cara nya."

Zoya kemudian mengajak ku untuk mencari tiga pengawal nya. Setelah beberapa kami mencari, ternyata mereka bertiga sedang berada di dekat air mancur ajaib. Zoya meminta mereka untuk mengantar kami pulang. Hanya saja, mereka belum bisa mengantar kami saat itu dikarenakan mereka masih ada urusan sebentar, jadi kami disarankan untuk menunggu dulu.

Aku sama Zoya sih mengiyakan aja, soalnya mau pulang sendiri juga gak bisa, cuma bisa pasrah nunggu mereka. Zoya mengajak ku untuk kembali ke dalam istana karena dia ingin ngobrol bersama putri cipta sari. Aku ikut aja.

Sesampainya menemui Cipta Sari, Zoya di ajak untuk jalan jalan di taman dan aku ikut dibelakang. Lumayan lama mereka sambil ngobrol sedangkan aku malah jadi seperti obat nyamuk. Karena ku rasa aku mulai gak nyaman melihat Zoya bermesraan dengan Cipta Sari. Aku bilang ke mereka aku mau ke halaman istana aja menyaksikan pertunjukan.

Aku: "aku ke depan aja ya nunggu.."
Zoya: "kemana, nanti nyasar. disini aja sama aku."
Aku: "disini aku mau ngapain. cuma liatin kalian bermesraan."
Zoya: "kamu cemburu ya..."
Putri: "haha.. kamu ini lucu yank, masa dia cemburu sama kita, dia kan baru kenal aku mana mungkin dia langsung suka sama aku." sambil tertawa kecil
Zoya: "ya bukan gitu yank, maksud ku...."
Aku: "udah ah.. kalian disini aja. aku mau ke depan dulu."

Aku lalu meninggalkan mereka, di tengah perjalanan aku kemudian mikir "ini kalau aku biarkan mereka berduaan, siapa tau mereka sedap sedap". Aku kemudian kembali lagi untuk bawa Zoya keluar ikut aku aja.

Zoya: "kok balik lagi.."
Aku: "temenin aku yuk.."
Zoya: "masa gitu aja minta temenin, ganggu orang aja."
Aku: "aku belum terbiasa disini, siapa tau aku nyasar."
Zoya: "kan ada pengawal dan dayang, minta temenin sama mereka aja."
Aku: "aku maunya sama kamu aja. sama mereka aku masih belum terbiasa. takutnya aku di gigit mereka."

Mendengar ucapan ku itu, Cipta Sari tertawa kecil.

Putri: "haha.. ada ada aja teman kamu ini yank. ya sudah kamu temani dia, kasian dia belum terbiasa disini."
Zoya: "tapi kamu gak apa apa aku tinggalin ?"
Putri: "iya.. kan bisa kesini kapan kapan lagi."
Zoya: "oke deh.. aku tinggal dulu ya."
Aku: "makasih tuan putri, aku pinjam dulu calon suami mu.."
Putri: "iya.. emoticon-Smilie nanti kalau urusan sudah beres, aku suruh mereka antar kalian pulang."
Aku: "siap..."

Yess... akhirnya rencana ku untuk menggagalkan mereka bersedap sedap berhasil. Kami kemudian menuju keramaian di halaman istana. Saat itu, sedang pertunjukan tari. Para wanita cantik menari dengan sangat gemulai dan lincah, sedangkan para laki laki melakukan atraksi api. Mereka semua hanya berpakaian sedikit. Yang pria cuma pakai celana pendek sedangkan yang wanita menggunakan kain sari. Jadi seperti melihat tarian striptis di diskotik haha. Mata ku jadi ternoda njir..

Karena aku gak terlalu suka dengan pertunjukan saat itu, aku ngajak Zoya pindah tempat aja. Saat kami sedang berjalan, tiba tiba datang salah satu pengawal Zoya dan katanya mau mengantar kami pulang. Kami di ajak nya untuk keluar kawasan istana menuju pintu gerbang yang sebelumnya kami datang disana. Ketika kami sudah berada diluar, dia menyuruh kami untuk berpegangan tangan dan memejamkan mata. Saat membuka mata, kami sudah ada di halaman masjid tempat kami sebelumnya di jemput.

Pengawal itu kemudian pamit lagi pulang karena acara mereka di istana masih belum selesai. Aku lihat di sana masjid sudah di tutup, menandakan bahwa sudah selesai sholat isya, karena kami tidak bisa masuk ke dalam, akhirnya sholat di luar aja di teras masjid. Saat itu, aku lihat masih jam 8 malam. Aneh gak ? padahal selama ini banyak yang bilang bahwa satu jam di alam jin sama dengan satu bulan di alam manusia, dan pernyataan macam macam yang menyatakan perbedaan waktu di alam jin dan alam manusia sangat jauh. Tapi yang ku alami saat itu malah seperti kebalikan nya, di istana saat itu lumayan banyak aktivitas yang ku lakukan dan itu seperti berlalu beberapa jam, ternyata di alam manusia hanya berlalu sekitar satu jam.

Karena janjian sama Fadly nya di masjid, kami nungguin sambil duduk dan ngobrol ringan di tempat parkiran. Tidak berapa lama, Fadly datang dengan berpakaian seperti biasa, menggunakan zirah gaib nya, menandakan dia sedang siap tempur hahaha. Namun kali ini, dia membawa bola menyala yang digantung di lehernya menjadi kalung, ternyata dia menepati janji nya bahwa akan memperlihatkan telur menyala yang dari saranjana itu.

Fadly: "udah lama nunggu nya?"
Aku: "gak, kami santai aja kok."
Fadly: "oh, bagus deh. soalnya tadi aku baru selesai makan jadi agak telat."
Zoya: "malam ini kita tugas nya kemana. sepertinya bakalan jauh karena kamu bawa motor."
Fadly: "iya, kita mau area perkebunan karet. keluar dari wilayah amuntai."
Zoya: "ya udah, kalau gitu aku pulang dulu sebentar bawa motor. kalian tunggu aku disini."
Aku: "serius cuma sendiri, gak mau aku temenin ?"
Zoya: "gak, sendiri aja aku..."
Aku: "oke deh kalo gitu."

Zoya pulang sendiri jalan kaki untuk ambil motor. Sesudah dia jauh, aku beru kepikiran, kenapa dia gak ajak Fadly aja, kan dia bisa boncengan sama Fadly supaya cepat sampai ke rumah untuk ambil motor.

Tidak berapa lama, Zoya datang membawa motor. Tapi dia kali ini pakai jaket, dan parahnya dia cuma bawa untuk nya sendiri, gak mikirin untuk ngambilin jaket ku juga.

Zoya: "ayo, dah siap ni.."
Aku: "kamu ada bawain jaket buat ku gak."
Zoya: "gak, susah bawa nya."
Aku: "kan bisa masukin di jok.."
Zoya: "udah terlanjur.."
Aku: "parah kamu ini, gak mikirin temen."
Zoya: "lagian gak dingin juga hawa nya."
Aku: "iya sekarang, tapi nanti kalau tengah malam pulang nya pasti dingin lagi seperti malam kemaren."
Zoya: "kalo dingin, peluk aja belakang ku. jaket ku kan tebal, jadi bisa menghangatkan. ya udah lah, kelamaan nanti terlalu malam kita pulang nya. ayo berangkat sekarang."
Fadly: "ayo.."

Kami kemudian melanjutkan perjalanan dan Fadly yang berada didepan karena dia yang tau tempatnya. Dan kali ini, kami sepertinya akan berhadapan bukan dengan satu atau dua jin, tapi satu kampung.

*** BERSAMBUNG ***

Komentar