Segel yang dibuat Fadly pun rusak, mereka semua keluar mengejar kami. Melihat itu, kami lari tak tentu arah lagi karena takut melihat para mahluk tak berkepala mengejar dibelakang.
- Part #2
Tiba tiba, badan ku terangkat dari tanah dan melayang ke udara. Aku kira aku bisa terbang, ternyata ada yang narik aku kebatas pohon. Saat aku lihat ke bekalang, ternyata di kepala buntung yang kami lihat pertama masuk kebun. Gila cuy, seandainya aku bisa pingsan, lebih baik saat itu aku pingsan aja daripada harus merasakan kengerian nya di gendong sama jin ke atas pohon.
Dibawah, terlihat mereka diserang para hantu kepala buntung. Terjadi perkelahian diantara mereka. Namun, se hebat apapun mereka dan se sakti apapun senjata yang mereka pakai, kalo yang di lawan adalah orang sekampung, ya tetep aja susah.
Sadar karena aku gak ada, Zoya mencari ku dan panggil panggil. Aku teriak kalau aku diculik ke atas pohon. Zoya melihat ke arah ku dan dia terlihat kaget, karena di atas ada si buntung menculik ku. Sementara Fadly terus menghadapi yang lain, Zoya berusaha untuk menyelamatkan ku. Dia menggunakan sebuah panah dan menembakan ke arah kami. Aku sebelumnya gak pernah liat Zoya mengeluarkan senjata panah. Aku jadi ragu, jangan jangan dia baru kali ini menggunakan panah gaib, kali aja yang di panah bukan nya kena si buntung malah kena aku.
Saat Zoya melepaskan anak panah nya, aku cuma memejamkan mata dan pasrah mau di tusuk Zoya di mana aja deh terserah dia. Terdengar suara "aaaa..." saat ku buka mata ternyata panah nya mengenai bahu si buntung. Tangan sebelah nya spontan mencoba mencabut panah itu dan aku terlepas dari pegangan nya. Aku terjatuh kebawah dan sudah gak tau apa apa lagi, sepertinya aku pingsan. Zoya ini emang kadang gak mikir panjang, mau nolong tapi malah mencelakakan..
Saat aku terbangun, aku sudah di gendong Zoya berjalan menuju ke luar perkebunan karet. Karena aku pingsan, jadi aku gak tau apa yang terjadi saat itu, oleh karena nya, part ini pendek aja ya wkwk.
Karena tau aku sudah sadar, Zoya mau nurunin aku untuk jalan sendiri, aku kemudian pura pura pingsan lagi dan memejamkan mata.
Zoya: "eh.. dah sadar.. jalan sendiri.."
Aku masih gak jawab karena pura pura tidur, dan dia terus berjalan sambil menggendongku dibelakangnya.
Zoya: "gak usah pura pura.. berasa kok kalo kamu bangun".
Aku: "hehe.."
Zoya: "jalan sendiri aja ya.."
Aku: "tanggung, bentar lagi sampe.. lagian aku pingsan kan gara gara kamu juga."
Zoya: "iya deh.. maaf.."
Dia terus berjalan sambil menggendong ku. Aku tanya sama dia tadi gimana ceritanya, dia bilang tak lama setelah aku pingsan, ada naga yang datang menolong kami. Dia mengalahkan semua mahluk tanpa kepala itu dan semua nya sudah di segel oleh Fadly ke dalam sebuah batu akik, kemudian naga itu pergi. Ternyata batu akik bukan cuma bisa mengurung satu jin, tapi juga sanggup menampung jin sekampung.
Dan kata Zoya, setelah itu ada datang sekelompok jin semua nya pakaian hijau. Mereka berkata bahwa mereka adalah penghuni awal tempat lapang itu, mereka pergi setelah tempat mereka di rebut secara paksa oleh koloni jin kepala buntung. Sekarang, mereka kembali mendiami tempat mereka lagi karena sudah aman, mereka juga mengucapkan terima kasih karena sudah membantu menyelesaikan masalah mereka.
Sayangnya, saat itu aku pingsan hingga melewatkan begitu banyak kejadian penting, termasuk aku gak sempat melihat kedatangan kaka nya Saga.
- Part #2
Tiba tiba, badan ku terangkat dari tanah dan melayang ke udara. Aku kira aku bisa terbang, ternyata ada yang narik aku kebatas pohon. Saat aku lihat ke bekalang, ternyata di kepala buntung yang kami lihat pertama masuk kebun. Gila cuy, seandainya aku bisa pingsan, lebih baik saat itu aku pingsan aja daripada harus merasakan kengerian nya di gendong sama jin ke atas pohon.
Dibawah, terlihat mereka diserang para hantu kepala buntung. Terjadi perkelahian diantara mereka. Namun, se hebat apapun mereka dan se sakti apapun senjata yang mereka pakai, kalo yang di lawan adalah orang sekampung, ya tetep aja susah.
Sadar karena aku gak ada, Zoya mencari ku dan panggil panggil. Aku teriak kalau aku diculik ke atas pohon. Zoya melihat ke arah ku dan dia terlihat kaget, karena di atas ada si buntung menculik ku. Sementara Fadly terus menghadapi yang lain, Zoya berusaha untuk menyelamatkan ku. Dia menggunakan sebuah panah dan menembakan ke arah kami. Aku sebelumnya gak pernah liat Zoya mengeluarkan senjata panah. Aku jadi ragu, jangan jangan dia baru kali ini menggunakan panah gaib, kali aja yang di panah bukan nya kena si buntung malah kena aku.
Saat Zoya melepaskan anak panah nya, aku cuma memejamkan mata dan pasrah mau di tusuk Zoya di mana aja deh terserah dia. Terdengar suara "aaaa..." saat ku buka mata ternyata panah nya mengenai bahu si buntung. Tangan sebelah nya spontan mencoba mencabut panah itu dan aku terlepas dari pegangan nya. Aku terjatuh kebawah dan sudah gak tau apa apa lagi, sepertinya aku pingsan. Zoya ini emang kadang gak mikir panjang, mau nolong tapi malah mencelakakan..
Saat aku terbangun, aku sudah di gendong Zoya berjalan menuju ke luar perkebunan karet. Karena aku pingsan, jadi aku gak tau apa yang terjadi saat itu, oleh karena nya, part ini pendek aja ya wkwk.
Karena tau aku sudah sadar, Zoya mau nurunin aku untuk jalan sendiri, aku kemudian pura pura pingsan lagi dan memejamkan mata.
Zoya: "eh.. dah sadar.. jalan sendiri.."
Aku masih gak jawab karena pura pura tidur, dan dia terus berjalan sambil menggendongku dibelakangnya.
Zoya: "gak usah pura pura.. berasa kok kalo kamu bangun".
Aku: "hehe.."
Zoya: "jalan sendiri aja ya.."
Aku: "tanggung, bentar lagi sampe.. lagian aku pingsan kan gara gara kamu juga."
Zoya: "iya deh.. maaf.."
Dia terus berjalan sambil menggendong ku. Aku tanya sama dia tadi gimana ceritanya, dia bilang tak lama setelah aku pingsan, ada naga yang datang menolong kami. Dia mengalahkan semua mahluk tanpa kepala itu dan semua nya sudah di segel oleh Fadly ke dalam sebuah batu akik, kemudian naga itu pergi. Ternyata batu akik bukan cuma bisa mengurung satu jin, tapi juga sanggup menampung jin sekampung.
Dan kata Zoya, setelah itu ada datang sekelompok jin semua nya pakaian hijau. Mereka berkata bahwa mereka adalah penghuni awal tempat lapang itu, mereka pergi setelah tempat mereka di rebut secara paksa oleh koloni jin kepala buntung. Sekarang, mereka kembali mendiami tempat mereka lagi karena sudah aman, mereka juga mengucapkan terima kasih karena sudah membantu menyelesaikan masalah mereka.
Sayangnya, saat itu aku pingsan hingga melewatkan begitu banyak kejadian penting, termasuk aku gak sempat melihat kedatangan kaka nya Saga.
***** BERSAMBUNG*****
Komentar
Posting Komentar