Pagi ini, kami berencana akan berangkat jalan jalan ke rumah Fadly lagi, karena di rumah keluarga ku bener bener membosankan, mereka cuma sibuk membahas dan bertanya tanya soal kehidupan masing masing. Tau sendiri lah kalau keluarga yang lama tak bertemu itu ngumpul, seminggu pun masih saling tanya kehidupan masing masing. Oleh sebab itu, aku sama Zoya melarikan diri aja haha.
Pagi itu, gak ada hal spesial yang perlu di ceritakan. Cuma sekedar rutinitas seperti biasa aja, bangun tidur dan saling membangunkan kalo salah satu dari kami bangun duluan, kemudian mandi bareng, dan kalo makanan sudah siap ya makan bareng, udah gitu doank. Sekitar jam sembilan baru berangkat ke rumah Fadly.
Di perjalanan juga gak ada hal yang spesial, ya naik motor seperti biasa aja boncengan, gak mungkin juga kan di tengah jalan dihadang sama hantu, kan siang. Kalo liat jin sih biasa aja di tempat seperti pekarangan rumah atau pinggir jalan, tapi kan mereka bukan jin pengganggu jadi gak perlu di ceritain.
Oke, skip aja dan langsung ke rumah Fadly.
Sesampainya dirumah Fadly, kata ibu nya dia sudah pergi memancing ke sawah. Karena kami tidak ingin perjalanan kami sia sia, akhirnya kami memutuskan untuk menyusul Fadly ke sawah. Gak terlalu jauh sih jarak sawah dengan rumah Fadly, cuma sekitar 4 KM dan setelah itu berjalan ke tengah sawah sekitar setengah KM karena Fadly mancing nya di tengah tengah persawahan.
Sampai disana, ternyata Fadly sudah lumayan banyak dapat ikan haruan (gabus). Melihat orang mancing emang menyenangkan, tapi lama kelamaan jadi membosankan, akhirnya aku sama Zoya jalan jalan keliling persawahan, main lari larian dan kejar kejaran. Melihat yang demikian, Fadly cuma ketawa karena kelakuan kami jadi seperti anak kecil hahaha.
Gak berapa lama, Fadly ngajak pulang karena kodok umpan nya sudah habis. Mungkin sekitar dua kilo ikan yang didapat dia saat itu. Sambil pulang menuju motor, kami sambil ngobrol ringan.
Aku: "disini rame juga ya ikan nya"
Fadly: "lumayan sih, karena persawahan nya luas jadi ikan nya gak habis habis."
Fadly: "malam ini mau berburu lagi, ikut gak.."
Aku: "ayo.."
Zoya: "ikut donk. kemana malam ini."
Fadly: "ke SD ***(sensor)***, sering terjadi kerasukan murid nya."
Zoya: "nah, seru ni kelihatan nya."
Fadly: "tapi yang kita lawan ini sepertinya bukan hal yang mudah. aku sudah menerawang dan disana yang berkuasa adalah koloni dari bangsa macan putih."
Aku: "semakin kuat musuh, seru nya semakin menantang.."
Zoya: "paling nanti kabur, kamu apa pernah kelahi sama jin."
Aku: "kalo ada kalian, ngapain aku turun tangan. lagian kemaren kamu dah janji mau lindungi aku. hayo ngaku.."
Zoya: "itu kan cuma lindungi kalo pakde menyerang, bukan berarti selalu jadi pelindung mu."
Aku: "hmmmm.. gak setia kawan.."
Zoya: "hahaha. becanda.. pokok nya selama ada aku, kamu tenang aja."
Aku: "nah, gitu donk. aku kan gak hebat seperti kalian. bisa kelahi sama jin dan punya senjata."
Zoya: "mau senjata ku gak?"
Aku: "joy.. ada fadly.."
Zoya: "hah? kamu mikirnya apa.. kan aku punya banyak senjata, ada panah, ada pedang, keris, dan macam macam."
Aku: "oh.. gak usah. aku gak bisa gunain."
Zoya: "ya sudah.."
Fadly: "kalian mau aku ajarin jurus gak?"
Aku: "jurus apa.."
Fadly: "silat gaib.."
Zoya: "gimana.."
Fadly: "nanti, kalian aku ajarkan sesuatu dan setelah itu kalian bisa menggunakan berbagai jurus yang kalian mau. cukup kalian bayangkan maka jurus itu bisa kalian gunakan dari jurus awal sampai akhir."
Aku: "jadi, misal aku bayangkan ingin menggunakan jurus dari psht, aku bisa jurus 1 sampai 38 ?"
Fadly: "benar. bahkan jurus ke 29 yang dirahasiakan pun bisa kamu gunakan tanpa perlu belajar."
Aku: "wah, kok bisa gitu ya.."
Zoya: "ya bisa.. kan nama nya juga silat gaib"
Aku: "bener sih..."
Fadly: "gimana ? mau gak.. untuk persiapan perang nanti malam."
Zoya: "aku sih oke.."
Aku: "aku ikut liat aja.."
Zoya: "gak ikut belajar?"
Aku: "kan dah ada kamu yg mau belajar, ngapain aku belajar juga."
Kami kemudian lanjut pulang kerumah Fadly. Sampai disana, dia masukin ikan nya ke sebuah wadah untuk di kurung, dan dia lanjut mandi, sedangkan kami nunggu di kamarnya sambil pegang pegang.
Sesudah dia mandi, dia masuk ke kamar dan liat kami sedang mainin koleksi benda mistis nya, dia bilang hati hati jangan di pegang bola kesayangan nya. Dan memang saat itu aku lagi pegang bola salju alias telur bercahaya kesayangan nya haha.
Aku: "megang sebentar, aku penasran dari mana asal cahaya ini."
Fadly: "itu rentan pecah, itu kan telur."
Aku: "iya deh, ni ku kembalikan.."
Setelah dia pakai baju dan celana, dia lanjut ngajak kami untuk bersiap karena dia akan mengajari kami silat gaib.
Saat itu, Zoya yang giliran pertama untuk di ajari. Ada sesuatu yang di bisikan Fadly ke telinga Zoya, kemudian Zoya membaca sesuatu dan berkonsentrasi. Dan benar aja, dia bisa berbagai jurus bela diri. Keren njir, bahkan Zoya disuruh untuk konsentrasi penuh kemudian Fadly menyerang dari belakang, ketika Fadly hendak menikam Zoya dengan salah satu keris kecil koleksinya, Fadly langsung terpental kebelakang.
Mereka lumayan lama latihan, dan mencoba beberapa jurus dari berbagai jenis seni bela diri, kemudian tiba giliran ku dipanggil. Aku bilang aku gak mau, soalnya aku kurang berbakat dalam masalah konsentrasi dan fokus pikiran. Buktinya, untuk memakai zirah pemberian Fadly aja aku gagal saat di kebun karet, apalagi memakai jurus silat gaib seperti itu. Meskipun awalnya Zoya memaksaku untuk belajar, tapi aku tetap menolak dan akhirnya ya sudah, gak jadi
Jadi, kalian gak usah tanya aku bagaimana mempraktekan nya, karena waktu itu aku gak belajar sama Fadly.
Apa kalian kecewa karena kalian berharap dari judul di atas aku bakalan ngasih tutorial belajar silat gaib ? hahahaha..
Pagi itu, kami dirumah Fadly sampai tengah hari dan makan di tempat Fadly, dan ibu nya memasak ikan hasil kami memancing tadi. Meskipun yang mancing cuma fadly, tapi karena kami ikut, ya itu hasil memancing kami haha.
Episode kali ini cukup sampai disini saja, karena petualangan selanjutnya adalah ketika kami berhadapan dengan salah satu pemimpin jin di sekolah SD.
Pagi itu, gak ada hal spesial yang perlu di ceritakan. Cuma sekedar rutinitas seperti biasa aja, bangun tidur dan saling membangunkan kalo salah satu dari kami bangun duluan, kemudian mandi bareng, dan kalo makanan sudah siap ya makan bareng, udah gitu doank. Sekitar jam sembilan baru berangkat ke rumah Fadly.
Di perjalanan juga gak ada hal yang spesial, ya naik motor seperti biasa aja boncengan, gak mungkin juga kan di tengah jalan dihadang sama hantu, kan siang. Kalo liat jin sih biasa aja di tempat seperti pekarangan rumah atau pinggir jalan, tapi kan mereka bukan jin pengganggu jadi gak perlu di ceritain.
Oke, skip aja dan langsung ke rumah Fadly.
Sesampainya dirumah Fadly, kata ibu nya dia sudah pergi memancing ke sawah. Karena kami tidak ingin perjalanan kami sia sia, akhirnya kami memutuskan untuk menyusul Fadly ke sawah. Gak terlalu jauh sih jarak sawah dengan rumah Fadly, cuma sekitar 4 KM dan setelah itu berjalan ke tengah sawah sekitar setengah KM karena Fadly mancing nya di tengah tengah persawahan.
Sampai disana, ternyata Fadly sudah lumayan banyak dapat ikan haruan (gabus). Melihat orang mancing emang menyenangkan, tapi lama kelamaan jadi membosankan, akhirnya aku sama Zoya jalan jalan keliling persawahan, main lari larian dan kejar kejaran. Melihat yang demikian, Fadly cuma ketawa karena kelakuan kami jadi seperti anak kecil hahaha.
Gak berapa lama, Fadly ngajak pulang karena kodok umpan nya sudah habis. Mungkin sekitar dua kilo ikan yang didapat dia saat itu. Sambil pulang menuju motor, kami sambil ngobrol ringan.
Aku: "disini rame juga ya ikan nya"
Fadly: "lumayan sih, karena persawahan nya luas jadi ikan nya gak habis habis."
Fadly: "malam ini mau berburu lagi, ikut gak.."
Aku: "ayo.."
Zoya: "ikut donk. kemana malam ini."
Fadly: "ke SD ***(sensor)***, sering terjadi kerasukan murid nya."
Zoya: "nah, seru ni kelihatan nya."
Fadly: "tapi yang kita lawan ini sepertinya bukan hal yang mudah. aku sudah menerawang dan disana yang berkuasa adalah koloni dari bangsa macan putih."
Aku: "semakin kuat musuh, seru nya semakin menantang.."
Zoya: "paling nanti kabur, kamu apa pernah kelahi sama jin."
Aku: "kalo ada kalian, ngapain aku turun tangan. lagian kemaren kamu dah janji mau lindungi aku. hayo ngaku.."
Zoya: "itu kan cuma lindungi kalo pakde menyerang, bukan berarti selalu jadi pelindung mu."
Aku: "hmmmm.. gak setia kawan.."
Zoya: "hahaha. becanda.. pokok nya selama ada aku, kamu tenang aja."
Aku: "nah, gitu donk. aku kan gak hebat seperti kalian. bisa kelahi sama jin dan punya senjata."
Zoya: "mau senjata ku gak?"
Aku: "joy.. ada fadly.."
Zoya: "hah? kamu mikirnya apa.. kan aku punya banyak senjata, ada panah, ada pedang, keris, dan macam macam."
Aku: "oh.. gak usah. aku gak bisa gunain."
Zoya: "ya sudah.."
Fadly: "kalian mau aku ajarin jurus gak?"
Aku: "jurus apa.."
Fadly: "silat gaib.."
Zoya: "gimana.."
Fadly: "nanti, kalian aku ajarkan sesuatu dan setelah itu kalian bisa menggunakan berbagai jurus yang kalian mau. cukup kalian bayangkan maka jurus itu bisa kalian gunakan dari jurus awal sampai akhir."
Aku: "jadi, misal aku bayangkan ingin menggunakan jurus dari psht, aku bisa jurus 1 sampai 38 ?"
Fadly: "benar. bahkan jurus ke 29 yang dirahasiakan pun bisa kamu gunakan tanpa perlu belajar."
Aku: "wah, kok bisa gitu ya.."
Zoya: "ya bisa.. kan nama nya juga silat gaib"
Aku: "bener sih..."
Fadly: "gimana ? mau gak.. untuk persiapan perang nanti malam."
Zoya: "aku sih oke.."
Aku: "aku ikut liat aja.."
Zoya: "gak ikut belajar?"
Aku: "kan dah ada kamu yg mau belajar, ngapain aku belajar juga."
Kami kemudian lanjut pulang kerumah Fadly. Sampai disana, dia masukin ikan nya ke sebuah wadah untuk di kurung, dan dia lanjut mandi, sedangkan kami nunggu di kamarnya sambil pegang pegang.
Sesudah dia mandi, dia masuk ke kamar dan liat kami sedang mainin koleksi benda mistis nya, dia bilang hati hati jangan di pegang bola kesayangan nya. Dan memang saat itu aku lagi pegang bola salju alias telur bercahaya kesayangan nya haha.
Aku: "megang sebentar, aku penasran dari mana asal cahaya ini."
Fadly: "itu rentan pecah, itu kan telur."
Aku: "iya deh, ni ku kembalikan.."
Setelah dia pakai baju dan celana, dia lanjut ngajak kami untuk bersiap karena dia akan mengajari kami silat gaib.
Saat itu, Zoya yang giliran pertama untuk di ajari. Ada sesuatu yang di bisikan Fadly ke telinga Zoya, kemudian Zoya membaca sesuatu dan berkonsentrasi. Dan benar aja, dia bisa berbagai jurus bela diri. Keren njir, bahkan Zoya disuruh untuk konsentrasi penuh kemudian Fadly menyerang dari belakang, ketika Fadly hendak menikam Zoya dengan salah satu keris kecil koleksinya, Fadly langsung terpental kebelakang.
Mereka lumayan lama latihan, dan mencoba beberapa jurus dari berbagai jenis seni bela diri, kemudian tiba giliran ku dipanggil. Aku bilang aku gak mau, soalnya aku kurang berbakat dalam masalah konsentrasi dan fokus pikiran. Buktinya, untuk memakai zirah pemberian Fadly aja aku gagal saat di kebun karet, apalagi memakai jurus silat gaib seperti itu. Meskipun awalnya Zoya memaksaku untuk belajar, tapi aku tetap menolak dan akhirnya ya sudah, gak jadi

Jadi, kalian gak usah tanya aku bagaimana mempraktekan nya, karena waktu itu aku gak belajar sama Fadly.
Apa kalian kecewa karena kalian berharap dari judul di atas aku bakalan ngasih tutorial belajar silat gaib ? hahahaha..
Pagi itu, kami dirumah Fadly sampai tengah hari dan makan di tempat Fadly, dan ibu nya memasak ikan hasil kami memancing tadi. Meskipun yang mancing cuma fadly, tapi karena kami ikut, ya itu hasil memancing kami haha.
Episode kali ini cukup sampai disini saja, karena petualangan selanjutnya adalah ketika kami berhadapan dengan salah satu pemimpin jin di sekolah SD.
***** BERSAMBUNG *****
Komentar
Posting Komentar