Episode 50 - Jin Sekolah SD #1

Kalo kalian baca judulnya dan mengira ini kisah tentang jin yang bersekolah, kalian berdosa banget. Ini mengisahkan jin penunggu sekolah SD.

- Part #1

Saat sore hari jam 4, kami bertiga mendatangi salah satu guru yang menghubungi Fadly untuk minta bantuan "pembersihan" di sekolah mereka. Kami kesana ingin mengetahui terlebih dahulu tentang kejadian nya agar semua jelas, bukan langsung asal serang aja ke markas orang.

Lokasi sekolahan ini berada di perkotaan, ada sebuah pohon besar di depan nya dan sekolah nya juga sudah terbilang modern dan mevvah. Untuk sampai kesana, kami harus mengendarai motor bertiga (fadly sendiri, aku sama zoya).

Sore itu, Ibu Guru nya bercerita sekilas tentang hal mistis yang kadang terjadi dan akhir akhir ini semakin sering terjadi hingga akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk melakukan pembersihan.

Guru: "sekolah ini sudah lama dibangun dan sudah berumur puluhan tahun. menurut penuturan para guru pendahulu, diceritakan secara turun temurun bahwa dulunya saat pembangunan, disini memang adalah tempat yang angker."
Fadly: "yang membuat ibu mengundang saya kesini ada perihal apa ?"
Guru: "begini nak, saya itu sebagai salah satu wali kelas merasa kasian dengan kejadian disekolah kami. hampir setiap minggu selalu ada yang kesurupan dari kelas saya. dan akhir akhir ini hampir setiap hari. saya kasian dengan murid saya."
Fadly: "apakah ada hal yang mungkin membuat penunggu nya marah. misal buang sampah sembarangan atau ada menebang pohon tanpa permisi."
Guru: "tidak pernah. hanya saja sekitar satu tahun yang lalu kepala sekolah pernah menemukan sebuah gundukan tanah di belakang sekolahan saat bersih bersih sekolah. didalam nya ada banyak batu kerikil, oleh kepala sekolah, kerikil itu di bakar bersama sampah lain nya."
Fadly: "jangan jangan itu penyebabnya."
Guru: "kalau mau lihat, saya ada menyimpan kerikil itu. diantara banyak kerikil, ada satu kerikil yang bentuknya seperti telur burung puyuh, itu disimpan oleh kepala sekolah dan beliau sengaja menitipkan ke saya untuk memperlihatkan nya kepada nak fadly, mungkin bisa tau benda apa sebenarnya kerikil itu."
Fadly: "boleh saya lihat?"
Guru: "sebentar, saya ambilkan dulu."

Bu Guru tadi terlihat masuk ke salah satu kamar nya dan keluar membawa sebuah peti kecil (kotak kacamata) yang didalamnya batu kecil berbalut kain kuning. Saat dikeluarkan, terlihat jelas bahwa itu bukan kerikil biasa, melainkan sebuah rumah. Didalamnya ada rumah orang gaib, hanya saja penunggy nya sudah tidak ada didalam.

Fadly: "ini rumah orang halus bu."
Guru: "heh... ??" dia kaget..
Fadly: "iya, ini adalah rumah jin. didalamnya seharusnya dihuni oleh beberapa jin namun saat ini sudah tidak ada penghuni nya. kemungkinan besar yang dibakar juga kerikil yang ada rumah jin nya, sebab itulah para penghunj nya marah dan berkeliaran di sekitaran sekolah karena sudah tidak memiliki tempat tinggal."

Para jin itu memiliki ruang dan dimensi yang berbeda, sehingga bukan hal yang mustahil jika benda kecil didalamnya terdapat sebuah tempat tinggal bangsa jin.

Guru: "lalu, bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. jujur, saya tidak mengerti dengan hal yang diluar logika seperti ini. saya awalnya tidak percaya dengan hantu, tapi karena sering melihat kejadian kerasukan disekolah kami, saya perlahan mulai mempercayai adanya hal mistis. bahkan para guru lain sudah pernah kerusupan, hanya saya yang tidak pernah."

Ini juga menjadi suatu pelajaran buat kita, kalo selama ini kita sering ke tempat angker tapi tidak pernah diganggu, atau teman kita sering kerasukan namun kita biasa saja, jangan kira kamu kebal dari gangguan jin, mungkin kamu adalah salah satu dari bangsa jin hahahaha.

Fadly: "insya Allah nanti malam saya bersama teman saya akan kesini. semoga saja berhasil menyelesaikan masalah yang terjadi di sekolah ini."
Guru: "kira kira kalian jam berapa akan berangkat kesekolahan. nanti akan saya bawakan beberapa roti dan kopi."
Fadly: "gak usah bu. kami tidak memakai sesajen."
Guru: "saya ini mau membawakan kalian roti dan kopi, untuk kalian. bukan untuk penunggu sekolah "
Fadly: "oh, kalau begitu bawa aja bu. sekalian sama sedikit cemilan juga kalau ada."
Guru: "iya, nanti saya bawakan. jam barapa berangkat."
Fadly: "kira kira disana kapan sepi."
Guru: "kalau yang nama nya kota, gak ada sepi nya. tapi jam 10 itu sudah mulai longgar pengendara."
Fadly: "kalau begitu, kami berangkat sekitar jam 10 supaya tidak ada orang yang melihat. karena saya kurang bisa konsentrasi jika banyak warga mengerumuni."
Guru: "baik.. nanti saya akan menunggu duluan."
Fadly: "kalau begitu, kami mohon pamit dulu.."

Kami bertiga akhirnya pulang setelah mendengar sedikit gambaran tentang disekolah itu.

Cerita akan dilanjut lagi untuk petualangan nanti malam. Yang mungkin, itu adalah malam terakhirku berburu hantu bersama Zoya, karena waktu dia sudah tidak lama lagi, sebelum akhirnya waktu memisahkan kami berdua dan mengakhiri kisah pertemanan kami. emoticon-Frown

BERSAMBUNG

Komentar