Jin itu langsung berteriak kesakitan dan meronta ronta karena mata nya tertusuk panah. Mengetahui panah yang ku bidikkan mengenai sasaran, betapa senang nya aku saat itu sambil bilang "yess.. yesss.. yesss..". Zoya tersenyum kepada ku melihat aku yang sedang kegirangan.
- Part #4
Karena sangat marah, ketua jin itu membabi buta menyerang kami. Beberapa jin lain nya yang masih bisa bergerak ikut menyerang kami (sebagian sdh terkapar karena kena petir zoya sama fadly, tp mereka gk mati).
Kali ini, mereka semua memiliki pedang ditangan nya. Dan target mereka semua mengarah kepada ku sekarang. Menyadari akan hal itu, Fadly mencoba menahan mereka namun tetap tidak mampu. Tidak butuh waktu lama mereka dapat melumpuhkan Fadly, dia terkapar di pojok dengan empat bilah pedang menancap di badan nya. Rupa rupanya baju zirah nya pun tak mampu untuk menahan serangan brutal para jin itu.
Setelah melumpuhkan Fadly, mereka menuju ke arah kami. Aku dan Zoya mencoba melawan namun aku gak sampe setengah menit sudah kalah wkwkw (anjay, beban banget...). Aku sudah tersungkur di lantai. Zoya mencoba melawan dengan keadaan nya yang sudah lemah, juga tidak mampu menghadapi mereka. Mereka semua terlihat seperti kerasukan dan membabi buta tuli
dan mendekat ke arah kami. Ketua jin itu menghunuskan pedangnya ingin menusukan ke arahku karena marah matanya ku panah.Meliahat yang demikian, Zoya langsung lari ke arah ku dan mencoba melindungi ku. Dia memelukku dari depan karena dia mencoba untuk melindungi ku, dia kira dia bisa menahan tusukan mereka. Tapi dia gak sadar kalo Fadly aja tertusuk oleh mereka, artinya walau Zoya pakai baju zirah, juga tetap aja tembus. Dan bener aja, pelukan Zoya untuk melindungi ku gak berarti apa apa. Dia malah tertusuk oleh beberapa pedang yang menancap dibelakang nya. Bahkan ada satu pedang yang tembus dari badan zoya ke perut ku. Gillllaa coeg, rasa nya tu seperti kena tusuk beneran. Mungkin ini yang disebut "sakit tak berdarah". Pedang itu benar benar menusuk dan rasanya juga sangat nyata, hanya saja dibadan gak ada bekas luka.
Saat itu rasanya seperti mau nangis. Bukan karena aku cengen kesakitan, tapi karena aku melihat Zoya, walaupun kami cuma beberapa waktu kenal dan berteman, tapi dia sangat setia kawan dan perduli dengan teman, bahkan rela kena tusuk demi melindungi teman. Bener bener sudah seperti abang ku sendiri meskipun abang ku gak pernah melindungi ku seperti Zoya (krna aku gk punya abang haha).
Melihat di belakang nya, menancap banyak pedang, dia sangat kesakitan tapi gak mati karena dia masih bisa bertahan. Ketua jin itu kemudian menginjak belakang Zoya hingga membuatnya semakin tertekan ke bawah dan kesakitan. Aku yang posisinya dibawah dan masih di pelukan Zoya, juga makin kesakitan ditindihin oleh Zoya dari atas yang semakin tertekan kebawah. Pedang yang menancap di perutku pun semakin dalam masuk nya, bener bener sakit rasanya seperti mau mati.
Fadly masih mampu berdiri dan mencoba menyerang lagi mereka. Ketua jin itu mencabut salah satu pedang yang ada di belakang Zoya dan melemparkan ke arah Fadly dan mengenai paha nya sehingga membuatnya tak mampu berdiri.
Ketua jin itu kemudian mengeluarkan sebuah tombak yang bercahaya, dia ingin menusukkan nya ke Zoya. Namun tiba tiba ada rantai yang melilit tombak itu dan tombaknya terlepas dari tangan ketua jin dan terbang ke arah rantai itu berasal. Ternyata salah satu pengawal Zoya yang bersayap itu datang di iringi dua pengawal lain di belakang yang punya banyak tangan.
Kali ini, pertarungan ini akan menjadi pertarungan para jin, kami hanya akan menjadi penonton mereka. Mereka berkelahi cukup hebat karena sama sama kuat. Sedangkan kami, mencoba untuk memulihkan diri. Zoya bangun dan duduk, dia minta untuk dicabutkan pedang yang menancap di belakang nya kemudian duduk bersandar di dinding. Aku lalu berjalan ke arah Fadly ingin membantu dia mencabut pedang. Tiba tiba aku kaget karena ada sesuatu yang menempel di leher ku. Ternyata ada sebilah pisau menancap di leher ku, aku langsung kesakitan dan tenggorokan ku terasa terbakar, aku bahkan tidak bisa bersuara.
Fadly menarik ku duduk dan mencabutkan pisau itu. Aku melihat ke arah para jin bangsa macan putih itu tidak ada yang memegang pisau, mereka berkelahi semua nemakai pedang. Dan ku lihat ternyata salah satu yang banyak tangan itu memegang pisau di lima tangan nya, satu tangan tidak memegang pisau. Rupanya dia pelaku nya, dia memandang ku tersenyum. Wah, gilllaaa parah emang, kok bisa bisa nya jin ceroboh gitu kelahi, sampe aku kena pisau terbang nyasar. Untung aja cuma pisau gaib, coba kalau itu pisau beneran, bisa mampus langsung aku. Tapi, itupun juga sudah bikin aku terasa kram di leher karena rasa sakit dengan sensasi terbakar.
Fadly mencabut pisau yang menancap di leher ku dan meniupnya, langsung terasa sejuk leherku dan di pegang nya leherku, seketika itu juga sakit nya hilang. Hanya terasa nyeri aja yang tersisa.
Aku membantu mencabutkan pedang yang menancap di badan nya. Satu satu aku cabut dan dia berteriak kesakitan. Dan ternyata, katanya kalo mencabut dengan tenaga dalam, tidak akan terasa sakit. Tapi aku gak ngerti soal yang begituan, aku cabut aja, yang penting sudah gak nancap lagi, urusan sakit, rasakan sendiri wkwkw.
Sementata itu, pertarungan antara para jin masih berlangsung dan masih belum bisa ditentukan siapa yang akan menang dan kalah.
**** BERSAMBUNG ****
Komentar
Posting Komentar