Episode 55 - Kebun Pisang Pak Adi #2

Berpisahnya aku dengan Zoya buka berarti mengakhiri kisah ku di Amuntai. Aku masih punya waktu beberapa hari lagi untuk "bermain" bersama Fadly.

Karena aku merasa kesepian dirumah gak ada teman, akhirnya aku putuskan untuk berkunjung ke rumah Fadly. Rumah dia lumayan jauh kalo di tempuh berjalan kaki, sebab aku masih gak bisa naik motor haha.

Ketika sampai dirumahnya, ya seperti biasa, dia gak ada dirumah jam segitu, dia mancing di sawah. Aku harus berjalan lagi jauh ke sawah. Sesampainya disana, ternyata Fadly sedang santai rebahan di sebuah pondok di tengah sawah.

Fadly: "eh yan... sendirian ?"
Aku: "iya.."
Fadly: "tumben. gak sama kaka mu?"
Aku: "siapa.."
Fadly: "zoya.."
Aku: "oh.. dia bukan kaka ku eh.."
Fadly: "soalnya kalian terlihat sangat dekat dan akrab."
Aku: "gak.. biasa aja.."
Fadly: "kemana dia.."
Aku: "dia pulang..."
Fadly: "oh.. jadi ceritanya kamu lagi gk ada temen ni, pantes nyari aku."
Aku: "hehe.. iya.. kamu lagi apa disini. kok santai. kata ibumu, kamu lagi mancing.."
Fadly: "iya.. tapi lagi santai aja.."
Aku: "malam ini ada acara lagi gak.."
Fadly: "gak ada kayanya.. blm ada kabar."
Aku: "gimana kalo kita ke kebun pisang yang di pekarangan pinggir jalan dekat tikungan itu."
Fadly: "punya pak adi?"
Aku: "iya.."
Fadly: "gak ah. gak berani aku."
Aku: "kenapa.. tumben takut.."
Fadly: "bukan takut, masalah nya pak adi itu masih ada hubungan keluarga sama orang tua ku. kalo aku ganggu peliharaan dia, nanti bisa merusak hubungan kekeluargaan kami."
Aku: "hmmm.. bener juga sih.."
Fadly: "tapi kalo kamu mau, kita bisa kesana malam ini.."
Aku: "gak usah.. susah nanti urusan nya."
Fadly: "bukan sama peliharaan pak adi, tapi penunggu lain."
Aku: "yang biasa nongkrong di bawah pohon ketapang itu?"
Fadly: "kok tau.."
Aku: "ya tau.. kan hampir tiap aku lewat, dia selalu ada.."
Fadly: "sip, nanti malam aku jemput kamu pakai motor."
Aku: "sip.. aku minjam pancing mu ya.. mau mancing dulu. kamu tiduran aja disini."
Fadly: "oke.. awas kalo gak dapat."
Aku: "gampang bos..."

Sekitar dua jam aku mancing di sawah pindah pindah tempat, gak ada satupun ikan haruan yang menyambar. Mungkin hari itu ikan pada tidur, akhirnya aku menemui Fadly dengan tangan kosong. Dia cuma ketawa dengan hasil memancing ku yang nol haha.

Karena sudah agak siangan, Fadly ngajak aku pulang kerumah nya, namun sebelum pulang, dia ngajakin aku ke semak semak dulu. Aku kira dia mau ngasih benda gaib atau apa lah, eh ternyata di ajakin buat meriksa jebakan burung. Kalo gak salah ada sekitar 20 jebakan yang di pasang, yang di semak semak itu ada empat, dapat nya satu burung. Sisanya tersebar di pinggiran sawah dan ada tiga yang kena, jadi totalnya ada empat burung yang didapat waktu itu.

Tiga ekor burung baburak (ruwak) dan yang satunya burung kontool.. eh, bener gak sih gitu nulis nya emoticon-Big Grin yang jelas bukan nama alat kelamin ya, itu beneran gitu orang sini nyebut nya. Sejenis burung bangau tapi dengan badan lebih kecil dan badan nya ada warna coklat, kalo bangau kan putih semua nya.

Sesampainya dirumah, aku di ajak tinggal dulu dan baru boleh pulang setelah makan siang, kata ibu nya nanti biar Fadly yang antar pakai motor. Aku sih iya aja, masa nolak di ajakin makan, kan lumayan haha. Dan sepertinya, ibu nya Fadly ini ada keturunan orang jawa nya, karena dia kalo masak identik dengan lombok dan santan, mengingatkan ku sama Bu'le yang selalu ngajakin aku makan ditempat nya sewaktu di lokasi tambang dulu (episode awal).

Skip aja ya .. langsung ke malam hari aja..

Malam hari sekitar jam 8, ada seseorang yang menjemput aku didepan rumah, katanya dia teman Fadly. Sesampainya dilokasi, ternyata rame sudah orang di kebun itu. Ada beberapa warga, bahkan para anak kecil juga banyak mengerumuni. Saat aku mendekat, ternyata ditengah sana ada Fadly bersama para teman nya yang memakai baju hitam hitam dan ikat pinggang kain putih. Melihat dari pakaian dan postur tubuh mereka, bisa dipastikan anak anak muda ini adalah anggota perguruan bela diri, tapi gak tau beladiri jenis apa.

Melihat aku datang, Fadly mendekati ku.

Fadly: "ayo masuk, kita sudah mau mulai.."
Aku: "maksud mu mulai apaan."
Fadly: "ini teman teman ku, mereka katanya mau bantu aku untuk bersihkan kebun ini."
Aku: "bukan nya kata mu nanti takut pak adi marah."
Fadly: "gapapa kok. kebetulan tadi siang aku bilang sama bapak ku kalo malam ini rencana mau nangkap jin yang suka jadi pocong mengganggu anak anak sepulang ngaji."
Aku: "trus gmna.."
Fadly: "boleh... awalnya minta izin sama pak adi lewat telpon, dan dia berpesan kalo bisa, sekalian musnahkan saja peliharaan pak adi itu. karena dia bilang sudah gak mau lagi berhubungan dengan jin wanita itu karena sangat menyusahkan. katanya itu adalah jin perliharaan ayah dari kakek nya pak adi."
Aku: "lalu, mereka itu siapa."
Fadly: "mereka teman ku, salah satu nya adalah anak dari yang bekerja di kebun sini. dia dan teman teman nya katanya bakalan bantu."
Aku: "dan para warga ini? gmna bsa banyak gini.."
Fadly: "biasa lah, gara gara para bocah liat kami banyak orang, mereka ikutan, sebagian ada yang pulang dan ngasih tau orang tua nya, akhirnya jadi banyak yang kesini."
Aku: "kalo gitu, aku ikut sama para warga aja ya nonton.."
Fadly: "oke deh..."

Setelah itu.. mereka mulai membuat sebuah portal gaib yang memagar sekitar area kebun agar para penghuni nya tidak bisa kabur. Sedangkan kami gerombolan para warga, dibuatkan juga pagar gaib, takutnya ada yang mencoba menyerang kami.

Ada 9 orang yang berjaga di beberapa sudut untuk memperkokoh pagar gaib yang mereka buat. Dan proses pun dimulai. Tapi, kali ini akan berbeda dari yang biasa kami lakukan, sebab banyak para warga datang, maka mustahil mereka bisa melihat atau mendengar perkataan dari jin. Maka, disediakan dua orang modiator (satu cadangan) yang sudah dalam keadaan duduk di tengah.

Mereka menarik jin yang biasa berada di pohon ketapang yang suka ganggu anak kecil, jin itu dimasukan ke dalam tubuh mediator. Saat jin itu masuk, dia langsung berdiri dan menyerang. Dia berkata "kurang ajar.. kalian berani masuk ke wilayah ku dan membuat onar, akan aku bunuh kalian semua."

***** BERSAMBUNG *****

Komentar