Episode 62 - Kost Tanpa Jendela #2

Aku: "yang lain pernah didatangin selain kamu?"
Gundri: "pernah..."
Aku: "siapa aja..."


- Part #2

Gundri: "para anak kost lain nya.. bahkan anak ibu kost juga sering liat."
Aku: "serem juga ya.."
Gundri: "bisa dibilang serem, bisa dibilang gak juga. soalnya dia cma kadang kadang aja muncul."
Aku: "oh.. tapi kok kami kemaren ditemuin ya.."
Gundri: "ya mungkin dia mau kenalan sama anak baru..."
Tomi: "wey, jangan gitu lah.."
Aku: "tau ni.. suka ngomong sembarangan."
Gundri: "ya udah lah, gak usah di pikirin."

Siang itu, gak ada kejadian apa apa lagi, hingga sampai kepada malam hari.

Malam hari itu, Gundri bikin makan malam dan memasak sedikit sayur yang ada di kulkas. Kalo gak salah, dia pakai sayur bayam dan kacang buncis dan ada sedikit udang kecil kecil. Dia masak tumis sayur dan udang tadi dan juga dengan campuran 8 biji cabe rawit. Gundri ini dia bisa dibilang bisa masak, karena sudah lama hidup mandiri di kost.

Kamipun makan dengan sayur yang di masak Gundri pada malam itu. Setelah selesai makan, kami beres beres dengan mencuci piring dan membersihkan alat masak kemudian kembali ke kamar. Malam itu, kami cuma berada di kamar Gundri aja sambil nonton video online, karena wifi disitu gratis. Tidak ada kejadian macam macam kok, jadi skip aja.

Sekitar jam 11 malam, aku terbangun dari tidur karena sakit perut. Mules nya ini terasa gak wajar. Kayanya kebanyakan makan lombok, atau mungkin yang jual udang itu nangkap nya dengan cara di obat. Dan sampai sekarang, aku kalo makan udang kecil kecil, pasti sakit perut, kayanya emang gara gara keracunan obat udang makanya jdi alergi sama udang.

Aku bangun sendirian dan berjalan menuju wc, karena letak nya gak terlalu jadi santai aja. Di dalam wc, aku awalnya mau anu tapi tiba tiba teringat cerita hantu yang dikisahkan sama Gundri, aku jadi merinding. Aku mau balik ke kamar dan membuka pintu wc, tiba tiba gak bisa dibuka seolah olah ada yang narik dari luar. Anjay, sepertinya beneran hantu cewe itu mau kenalan sama orang baru. Malam pertama sudah dijahilin sama hantu.

Karena tidak jauh dari kamar nya Gundri, aku teriak beberapa kali manggil Tomi "toom.. toooommmm..." dan tiba tiba pintu nya terbuka. Eh, ternyata ada Tomi diluar, dia yang ngerjain aku.

Tomi: "oy, biasa aja donk.."
Aku: "kamu tom. kurang aja banget sama teman.."
Tomi: "sory becanda. lagian takut amat kamu."
Aku: "ya takutlah. aku ingat sama cerita gundri."
Tomi: "haha.. tunggu aku ya.. aku mau e'e bentar."
Aku: "oke.. jangan lama lama ya.."

Tomi kemudian masuk wc dan menyerahkan obat nyamuk yang dibawa nya ke aku. Sekitar bbrpa menit aku nunggu, tiba tiba ada terlihat melintas bayangan wanita berbaju putih dibawah pohon pinus. Namun hanya sekedar bayangan sekejap saja dan hilang. Aku langsung kaget dan merinding melihatnya. Aku mau lari tapi kasian Tomi masih didalam, akhirnya aku nunggu..

Sudah lebih 10 menitan aku nunggu, Tomi masih tak kunjung keluar juga dari wc. Awalnya aku kira karena dia juga mules kaya aku efek makan udang atau kebanyakan makam lombok, tapi tiba tiba aku teringat, jangan jangan Tomi diperkosa hantu, soalnya pernah kejadian waktu di Meratus, si Samuel ngeue sama hantu.

Aku coba dekati wc dan bener aja terdengar suara seperti orang mendesah "ahhmmm.. ahh.... oooohhh.. ahhh.." namun suara nya terdengar lirih dan pelan. Aku penasaran jangan jangan beneran dia lagi bercinta dengan setan. Aku coba intip di lubang kunci dan ternyata dia lagi ngocok.. ahh.. goblok.. Di tungguin diluar sampe merinding dia malah enak sendiri didalam wc. Aku akhirnya balik sendiri ke kamar.

Aku: "woy tom, ditungguin lama diluar. tau nya malah main semprotan di dalam."
Tomi: "hehe.. kok tau.. wah jangan jangan kamu ngintip.."
Aku: "gak sengaja, abisnya suara mu terdengan sampe luar."
Tomi: "iya kah.."
Aku: "ya iya lah.. aku duluan ke kamar ya.."
Tomi: "oke.. duluan aja.. masih tanggung ini bentar lagi."

Aku balik ke kamar dan lanjut tidur, tiba tiba Tomi masuk dan langsung rebahan di kasur.

Aku: "dah selesai ?"
Tomi: "sudah... tidur yuk.. cape.."

Karena dia gak nutup pintu, akhirnya terpaksa aku bangun lagi dan nutup pintu. Aku rebahan di tempatku. Gak lama, tiba tiba Tomi peluk aku dari samping, karena posisi nya dia ditengah dan aku dipinggir, ada apa ini, perasaan dia gak pernah gini deh sebelum nya selama ini. Aku jadi curiga jangan jangan dia masih sange dan coba cari pelampiasan. Aku singkirin tangan nya, tak lama dia peluk aku lagi. Aku singkirin lagi dan aku berbalik kesamping dan pakai selimut. Dia masih kembali memeluk aku dari belakang. Karena aku sudah ngantuk, aku biarin aja dia, toh ku pikir gk mungkin juga bisa tembus di selimut.

Tiba tiba, ada suara yang ketuk pintu dari luar. Aku jadi takut, jangan jangan si hantu. Gak mungkin penghuni kost lain ngetok pintu tengah malam gini. Pintu terus terdengar suara ketukan dan tidak lama terdengan suara "oy.. bukain oy..". Lho.. itu kan suaranya Tomi. Aku langsung bangun dan ku lihat disebelah ku gak ada orang ditengah, cuma ada aku dan Gundri. Jadi, yang tadi peluk aku siapa? masa iya Gundri.

Gundri bangun dan bingung melihat aku yang keheranan..

Gundri: "malah bengong, bukan nya bukain pintu."
Aku: "anu.. masih ngantuk aku.."

Gundri bangun dan buka pintu.

Tomi: "kok lama sih, lagian ini kenapa dikunci. kan aku masih diluar."
Gundri: "aku kan tidur. mana ku tau. tanya sama sebelah ku."
Aku: "sengaja aja, lagian tadi kamu ditungguin diluar wc, malah enak2 didalam."
Tomi: "wah, sengaja rupanya dia.."
Aku: "haha.. udahlah.. ayo tidur.. ngantuk."
Gundri: "ada apa ni, cerita donk. abis ngapain aja kalian di wc kok malah main kunci2an pintu."
Aku: "tanya tomi.."
Gundri: "apa tom..."
Tomi: "tanya sama wc. aku mau tidur dulu.."
Gundri: "hhmmmm.. mencurigakan kalian berdua ini."

Aku sengaja gak cerita ke mereka tentang keanehan yang baru ku alami, karena aku juga masih belum bisa yakin apa tadi itu benar terjadi, atau itu cuma mimpi. Karena ngantuk berat, akupun lanjut tidur dan akhirnya cerita ini pun bersambung..

Komentar