Saat sudah terlelap tidur, entah sudah berapa lama, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
- Part #6
Gundri terbangun dan membukakan pintu, ternyata anak tetangga yang main bulu tangkis tadi.. Mereka awalnya ada 4 orang, yang dua pulang dan yang dua nya ikut berteduh di kost.
Gundri: "eh, kalian ternyata.. ada apa.."
Anak Tetangga: "boleh ikut tidur gak.. diluar gak bisa tidur. cewe cewe berisik nonton nya, kadang teriak, kadang menjerit."
Gundri: "ya udah, masuk.. ini masih muat kok."
Anak Tetangga: "ok. makasih."
Aku dan Tomi di bangunkan Gundri untuk mengatur posisi tidur supaya muat. Dikarenakan ini sebenernya cma muat untuk 4 orang tapi ditidurin 5 orang, akhirnya jadi agak sempit. Jadinya, kami tidur cuma sambil berbaring. Sungguh gak asik, posisi Gundri ada di paling pinggir sebelah kanan, disebelahnya ada Tomi, sebelahnya lagi ada Anak Tetangga, sebelahnya lagi aku dan sebelah lagi Anak Tetangga.
Bener bener gk enak posisi nya, udah gitu saling bersentuhan pula. Sampai sampai suara nafas anak tetangga yang di belakang ku itu aku bisa dengar karena sangat dekat kepala nya dengan kepala ku. Itu baru kelapa, belum bagian yang lain nya, juga nempel.
Karena aku gak tahan, akhirnya aku putuskan turun ke lantai. Awalnya aku kira mereka semua masih tidur. Ternyata anak tetangga yang di belakang ku itu belum tidur.
Anak Tetangga: "mau kemana."
Aku: "mau tidur ke bawah."
Anak Tetangga: "disini aja. dibawah dingin."
Aku: "gpp . sudah biasa.."
Anak Tetangga: "aku jadi gak enak ini, masa tamu di atas, yg punya di bawah."
Aku: "santai aja.. aku ke bawah dulu.. ngantuk."
Aku turun ke bawah dan tidur di lantai dengan memakai selimut sebagai alas tidur.
Saat sudah mulai terlelap, ada lagi terasa tangan megang pundak ku. Awalnya aku rasa anak tetangga itu dia ikutan turun juga, ketika aku membuka mata, betapa kagetnya aku ternyata si cewe yang rambut nya se bahu itu berbaring di hadapan ku. Untung aja aku gak sampe bersuara, jadi gak ada yang terganggu tidurnya.
Dia: "sssttt.. gak usah kaget"
Aku: "kamu ngapain disini.. aku mau tidur."
Dia: "pengen nemenin kamu tidur aja."
Aku: "kamu ini, kurang kerjaan atau gimana. sudah tengah malam gini masih becanda."
Dia: "seriusan, aku malam ini tidur disebelah kamu ya. gapapa kan ?"
Aku: "ya sudah.. asal jangan ganggu aku tidur ya."
Dia: "oke.."
Aku geserkan bantal ku ke dia dan aku tidur nya agak ke ujung bantal, jdi dia bisa tiduran juga di bantal ku. Malam itu, aku gak terlalu merespon dia karena aku sangat ngantuk.
Saat pagi hari, aku lihat dia sudah gak ada lagi.
Hari itu dan selanjutnya, gak ada kejadian yang aneh aneh lagi, jadi kita skip aja sampai ke tanggal 31, yaitu siang sebelum malam tahun baru.
Awalnya, aku dan tomi berencana malam itu mau ke taman kota, kali aja ada hiburan atau konser malam tahun baru. Tapi, Gundri bilang bahwa malam ini anak anak kost bakalan ngadain party bersama pemilik kost, jdi dia gak bisa nemenin kami. Berhubung gak ada temen, ya sudah akhirnya kami putuskan gak jadi, kami ikutan mereka aja.
Sekitar jam sembilan, kami sudah mulai mempersiapkan keperluan untuk nanti malam, termasuk menata tempat nya. Rencananya, acara nanti malam mereka mau karokean, makan makan dan minum, serta main panggang panggangan. Tempatnya di samping rumah, di bawah pepohonan pinus, karena tempatnya agak lapang.
Tak lama, terdengar suara mobil masuk ke halaman, ternyata pemilik kost datang. Kali ini, mereka tidak hanya berdua. Namun mereka bersama dengan satu wanita muda yang cantik keluar dari pintu di belakang.
Buseeet, ni cewe cantik banget pokoknya. Dia berjalan ke arah kami dan berkata.
Dia: "gimana persiapa buat nanti malam?"
Anak Anak: "sudah siap dev."
Dia: "itu, mama tadi belanja banyak dimobil. untuk keperluan nanti malam."
Mereka sebagian ke mobil dan menurunkan beberapa kantong plastik hitam besar dari belakang mobil.
Aku: "vin, tu cewe tadi siapa dia."
Alvin: "itu devina, anak bu kost. dia anak bungsu, dia yang masuk islam itu."
Aku: "dia tinggal nya dimana."
Alvin: "di banjarbaru, di rumah kakek nya, makanya dijemput."
Aku: "kerja?"
Alvin: "bukan.. dia kuliah."
Aku: "kok ka banjarbaru sana, kan lebih dekat dari sini ke kampus."
Alvin: "dia kuliah di surabaya, beberapa hari ini dia tinggal di tempat kakek nya di banjarbaru."
Aku: "oh. gitu.. kirain dia kuliah di banjarbaru."
Alvin: "bukan.. itu dia orang nya ramah, sering berinteraksi sama anak kost. bahkan dia kalo ada disini, tiap pagi itu kalo masak sayur dan lauk, selalu banyak. sekaligus dibagikan untuk anak anak kost."
Aku: "hmmmm.. baik banget dia."
Alvin: "bener.. seandainya semua cewe seperti dia sifatnya..."
Aku: "ngimpi.. hahaha.."
Siang itu semua persiapan sudah selesai, tinggal menanti malam pergantian tahun baru yang mencekam.
Sorry lama gk update. jadi kangen sama kalian hahaha.. untuk kali ini, kita lanjutkan dengan sedikit cerita aja, selanjutnya baru dipanjangin.
Komentar
Posting Komentar