Episode 71 - Rumah Tak Bertuan #1

- Part #1

Oke.. kita masih bersama dalam kisah yang berbeda, yang mana masih di tahun 2014.

Kisah kali ini mungkin gak terlalu banyak part nya ya karena dalam kisah ini aku hanya ikut kerja sama kaka sepupu ku membangun sebuah bangunan, di daerah sekitaran kota Palangkaraya, tapi bukan di kawasan palangkaraya 😅 pokoknya aku gk tau juga itu daerah mana. 

O iya, aku lupa kalo nasib suami istri yang kemaren menculik kami itu, mereka dikabarkan mati dan ditemukan oleh warga. Sempat heboh di sosmed waktu itu kata Gundri, karena mereka mati di tempat ritual mereka yang mana ada bnyak sesajen, sehingga membuat orang berpikiran bahwa mereka mati karena jadi tumbal pesugihan. 

Cerita ini, aku mulai dari perjalanan menuju kota Palangka Raya, yang mana banyak melewati tempat tempat 'berpenghuni' di sepanjang jalan. Dan salah satunya adalah Jembatan Tumbang Nusa.

Jembatan ini, sebenarnya kalo dia berada di atas air mungkin bakalan dinobatkan jadi salah satu terpanjang di Indonesia karena panjang nya sekitar 10 KM. Hanya saja, dia dibangun di atas tanah dan rawa rawa, jadi mungkin gak memenuhi syarat utk masuk kategori jembatan. Lebih cocok disebut jalan tol. 

Di jembatan ini, ada banyak sekali pemakainya, bukan cuma manusia aja. Bahkan mahluk alam sebelah juga banyak disini. Ada yang memang berdiam disitu, namun ada juga yang hanya sekedar singgah saja. 

Siang itu, sekitar jam 11an kami lewat di jembatan tersebut dan kebetulan paman taksi nya singgah di bahu jalan karena disepanjang jembatan itu banyak dibikin area tambahan pemekaran jalan yang disediakan khusus untuk pengendara beristirahat, dan disitu biasanya ada paman pentol dan paman es nongkrong. 

Kami singgah sebentar untuk melepas dahaga dengan membeli es dan beberapa pentol. Nah, saat singgah itu terlihat sekali bahwa bukan cuma manusia yang nongkrong, tp ada bbrpa mahluk tak kasat mata ikut nongkrong di antara manusia yang menikmati es.

Aku lihat ke arah belakang, terlihat ada beberapa gerombolan orang berpakaian serba putih menunggangi binatang empat ekor. Belum jelas terlihat itu binatang apa, karena masih jauh, mereka berjalan di sisi jalan. Aku terus memperhatikan hingga dekat dan mereka singgah di pinggir jalan yang agak naung karena ada pohon galam  kecil (pohon yg dibikin minyak kayu putih, dan sempat viral dibikin kalung anti corona rekomendasi pemerintah kmren wkwk). 

Aku berjalan mendekati mereka. 

Rudi (kaka sepupuku): "mau kemana"
Aku: "mau ke situ sebentar, cari tempat naung" sambil aku nunjuk pohon tmpt yg mereka singgahi.

Aku mendekat ke mereka dan bertanya:

Aku: "permisi, boleh gabung?"
Orang: "iya, silahkan.."

Akhirnya aku ikut duduk disitu, sebenarnya aku bukan pengen bernaung, kalo mau bernaung kan tinggal masuk ke mobil, tapi aku lebih penasaran sama hewan yang mereka tunggangi. Dan ternyata, itu kucing putih, tapi bagian perut sampai ekor berwarna belang belang seperti zebra.

Gak perlu aku sebutin lebih spesifik gimana besarnya, cukup kalian bayangkan aja kucing itu bisa di tunggangi oleh dua orang. Cukup besarkan ? Dan ini bukan singa, harimau, atau macan, emang beneran kucing. Karena aku gak nanya nama mereka siapa, aku sebut aja mereka "master kucing" ya haha..

Aku: "kalau boleh tau, kalian dari mana dan mau kemana".
Master: "kami dari mintin. kami mau menghadiri majelis rutinan g.obos (palangkaraya)"
Aku: "berarti kalian dari mintin ke palankaraya selalu mengendarai ini ? (kucing)"
Master: "iya.. benar.."
Aku: "kalian ini kan bangsa jin, bukan nya mudah aja ya mau pindah pindah tempat. tanpa perlu naik kendaraan."
Master: "benar. hanya saja kami lebih suka berjalan santai menunggangi kendaraan kami (kucing) sambil menikmati keindahan alam ciptaan yang maha kuasa" 

Mereka ini kelihatan nya kelompok sufi, karena bersorban dan imamah serta tak lepas tasbih ditangan.

Aku: "hmm.. benar juga.. kalau boleh tau, di tempat siapa majelis nya."
Master: "di majelis guru a**** t****, beliau adalah seorang waliyullah. kami sudah lama mengikuti majelis rutin beliau. berangkat siang, pulang malam."
Aku: "alhamdulillah..."

Tiba tiba, mereka (rombonganku) memanggil ku karena mobil sudah mau lanjut lagi perjalanan, aku pun berpamitan kepada mereka ingin pergi dulu. Padahal, ada banyak yang perlu aku tanyakan sama mereka, terutama soal kucing nya. Hanya saja, waktu tidak mengizinkan wkwk. 

Kami pun berlalu untuk melanjutkan perjalanan, disepanjang jembatan ada banyak penampakan yang mengerikan dan lucu. Mengerikan karena banyak yang bentuknya gosong, ada yang seperti kuntilanakan, ada yang lidahnya panjang, ada yang kepala nya remuk. Mungkin yang kepala nya remuk ini adalah jin yang suka nipu orang2 gobl0k. Karena ini termasuk tempat angker, jadi bukan gak mustahil ada orang2 yang sok "paranormal" yang nanya nanya ke jin dan tertipu oleh nya dengan mengaku korban tabrakan hahaha. 

Oke, itu penampakan yang mengerikan, sedangkan penampakan yang menurutku lucu itu adalah pocong. Ngapain coba pocong ada di jembatan? gak ngotak banget sih, tempat yang jauh dari kuburan kok bisa ada pocong. Tapi yang nama nya manusia sih ya, pasti ada aja yang bisa ditakutin oleh "pocong nyasar" gitu meskipun kalau digunakan logika, mana mungkin pocong di jembatan yang jauh dari pemukiman, pasti itu kerjaan jin usil yang menyamar. 

Akhirnya, tiba lah kami di tempat tujuan. Didaerah yang aku gak tau nama tempat nya, yang jelas kami melewati kota Palangkaraya. Disini kami bekerja di sebuah bangunan, membangun sebuah rumah sekaligus toko (ruko). Yang mana, tidak jauh dari bangunan itu ada sebuah rumah kosong yang terkenal angker. Gimana kelanjutan nya ? tunggu aja sambungan nya hahaha.. 

Mungkin agak lama sih lagi baru update karena sedang krisis ini di kalimantan selatan. Meskipun aku orang kalteng, tapi aku punya banyak keluarga di kalsel yang kebetulan sedang terdampak banjir. Jadi doain aja semoga bencana ini cepat berlalu dan aku bisa cepat update lagi. 

Komentar