Kita mulai kembali cerita nya, ini bermula pada hari pertama aku ke tempat kerja sebagai "Cool Lee" atau bisa juga disebut "Two Kang".
Saat hari pertama, tentunya gak langsung kerja donk, kami singgah di rumah yang akan kami tempati selama bekerja, orang orang menyebutnya "barak" tapi bukan barack obama ya.. beda lagi..
Barak nya ini tidak terlalu jauh dari bangunan yang akan dikerjakan, cuma berjarak sekitar 300m, jadi kedepan nya kami berangkat itu cuma jalan kaki aja, dan antara barak menuju ke tempat bangunan itu, kami melewati rumah kosong yang melegenda ini.
Sekitar jam 4 sore, setelah selesai berkemas dan istirahat, kami di ajak oleh para pekerja terdahulu untuk melihat tempat yang akan di kerjakan. Ketika melewat rumah kosong itu, aku merasa ada hawa yang gak nyaman, bulu kuduk ku tiba tiba saja merinding tanpa sebab.
Aku melihat di sekeliling dan pandangan ku tertuju ke rumah itu. Aku melihat sekilas ada orang berlari di atap nya. Padahal ini masih sore lho, atau masih bisa dibilang siang karena belum menuju gelap, tapi dia berani menunjukan eksistensinya. Apalagi kalo malam hari.
Sebelum lanjut, kita kenalan dulu sama mereka. Mereka para squad pekerja terdahulu ada bang Amie, Ariel, Bayu, dan Pak Darto. Sedangkan kami dari klan pendatang ada Aku, Dani, dan Yanto. Sebenernya kami berangkat ada lima orang, tapi orang dua nya bekerja ditempat lain, bukan sama kami.
Dani ini, kakak sepupu ku. Dia dan Bayu ini teman akrab meskipun bukan sekampung. Mereka saling kenal di kerjaan waktu tahun sekitar 2008 bertemu di sebuah proyek pembuatan jalan raya, karena saling kenal dan akrab akhirnya mereka kadang kalo ada kerjaan, saling ngajak.
Dan kami juga kesini karena ajakan Bayu, lebih tepatnya Mas Bayu, karena dia orang jawa dan lebih tua, kebiasaan disini panggil orang jawa yang lebih tua dengan sebutan "mas". Mereka ini bekerja 10 orang, 2 orang pulang kampung, kemudian disusul dengan 1 orang meninggal dan 3 nya nyusul berhenti karena ada konflik internal. Biasa lah, kalo yang kerja ada banyak orang, biasanya ada aja yang suka cari muka tuh. Karena kekurangan pekerja, akhirnya kami di ajak.
Oke, kenalan nya udah selesai..
Saat aku melihat ke arah rumah tadi dan menyadari ada orang sekilas di atas rumah. Mas Bayu menepuk pundak ku dan berkata "eh, jangan terlalu lama liat nya, nanti kesurupan, disitu banyak kejadian aneh" dan aku pun lanjut perjalanan.
Setiba nya di bangunan, ternyata lumayan besar juga. Pantas aja mempekerjakan banyak orang. Soal pembangunan nya, bisa dibilang sudah sekitar 60% jadi. Mungkin kami gak bakalan terlalu lama kerja disini.
Setelah mereka menjelaskan panjang lebar tentang pekerjaan dan bentuk desain yang ingin dibangun, kami kemudian kembali ke barak untuk pulang. Karena sudah hampir gelap, aku mandi dan tanya kamar mandi nya.
Aku: "mas bay, tempat mandi nya dimana ya.."
Bayu: "itu di sana.."..
Karena dia ada di dapur, aku cma denger suara nya aja tapi gak lihat arah yang dia maksud, akhirnya menghampiri dia.
Aku: "sana mana mas.."
Bayu: "di sana, (sambil nunjuk)... kamu jalan aja ke arah sana, nanti kamu akan lihat empang."
Aku mendengar kata "empang", yang ada di benak ku adalah "kolam ikan".. Setelah sampai di tempat yang di maksud, ternyata itu sebuah kolam besar, hampir seperti lapangan bola, bisa dibilang danau kecil sih, dan di pinggiran nya banyak sekali "batang".
Jangan kalian kira, batang itu pohon, batang itu sejenis pelabuhan yang terbuat dari kayu yang di susun susun. Hanya saja, pelabuhan itu besar, sedangkan batang ini hanya berfungsi untuk tempat mandi di air lepas seperti di sungai atau di kolam, gak tau deh bahasa indo nya apaan.
Sepertinya, ini jadi tempat mandi sebagian warga, yang gak mau mandi jauh ke sungai, karena jarak menuju sungai masih agak jauh kalo dari sini. Sedangkan air kran mahal, jadi harus digunakan untuk yang bener bener perlu aja. Kecuali bikin sumur bor sendiri baru bebas mau pake air seberapapun.
Setelah selesai mandi, balik ke rumah dan membereskan pakaian yang ada di dalam tas untuk dikeluarin dan di letakan pada tempatnya. Sebenernya, hari pertama ini gak terlalu mencekam sih, biasa aja, malam nya juga gak ada yang aneh aneh. Jadi kita skip aja ya...
Saat pagi hari, itulah hari pertana aku bekerja. Gak usah lah diceritain secara detailnya ya, kita bahas yang astral astral nya aja. Sampai pada beberapa hari berlalu dan malam itu kami sedang ngumpul di ruang utama, ruang untuk makan dan juga untuk nonton tv.
Ngobrol biasa aja membahas tentang pekerjaan dan sampailah akhirnya salah satu dari mereka bercerita tentang misteri rumah tua angker itu, sebagaimana yang sudah aku ceritakan di episode sebelumnya.
Saat Ariel menceritakan kisah itu, aku langsung merinding karena aku merasa sedang ada yang mengawasi kami, namun aku tidak bisa menemukan sosok itu berada, mungkin dia menyadari aku mulai merasakan kehadiran nya sehingga dia pun cepat pergi.
Waktu pun berlalu, kami semua tidur di tempat tidur masing masing. Kebetulan aku tidur nya sendiri di luar, di depan tv, karena aku kurang suka tidur ditempat terang, mereka tidur dengan lampu menyala, terpaksa aku memilih tidur di depan tv karena lampu di depan tv ini lampu yang paling terang dan tentunya ini watt nya paling gede. Untuk menghemat listrik, lampu disini dimatikan kalo sudah waktunya tidur, jadi aku ambil tempat ini untuk bersemayam. Yah meskipun tidak gelap se utuhnya, tetap saja terang karena pancaran cahaya lampu dari ruangan lain masuk kesini.
Setelah beberapa lama tertidur, aku terbangun karena merasa berat. Soalnya, aku itu kalo tidur gak cuma berdiam aja posisi nya. Kadang balik kiri, kadang balik kanan, apalagi kalo nyamuk biasanya suka bangun sendiri karena gatal.
Saat itu posisi ku telentang dan mau berbalik arah miring tapi terasa berat, ketika aku membuka mata, terlihat samar sama ada sosok hitam di atas ku menindih, soalnya saat itu posisi ku telentang jadi aku bisa melihat dan yakin ada sosok hitam. Meskipun, banyak orang yang kadang merasa "ketindihan" dan mereka mengatakan itu cuma "Sleep paralysis" atau sebuah gangguan kelumpuhan tidur.
Bagi mereka yang tidak percaya hal mistis, mungkin mereka percaya teori ini, dan memang kadang itu bisa terjadi hanya sebuah gangguan tidur. Hanya saja, yang ku alami ini bukan lah yang demikian, karena aku melihat sendiri sosok itu berada di atas ku mendindihi. Gak tau dia itu cowo atau cewe.
Entah apa maksud nya, apakah hanya sekedar ingin mengganggu orang tidur atau sekedar usil, yang jelas gak mungkin dia memperkosa, karena aku gak ada merasakan reaksi kelamin apapun wkwk.
Aku sempat terdiam untuk beberapa saat menatap ke arah nya, tanpa berkata dan bergerak. Dia kemudian menghilang dari pandangan ku dan badan ku sudah terasa ringan lagi. Aku kemudian tidur dengan nyenyak.
Pagi nya, sangat aneh sekali ketika kami makan bersama, Dani dan Yanto juga menceritakan bahwa mereka merasa ketindihan tadi malam. Hanya saja, Dani katanya malam dan Yanto bilang kejadian nya pas dia denger ada suara adzan subuh. Aku tebak, mungkin ini pelakunya hanya satu orang, tapi dia pindah pindah.
Kemudian mas Bayu bilang bahwa hal itu juga mereka alami awal mereka datang kesini pun merasakan hal yang sama, bedanya mereka tidak terjadi pada satu malam, melainkan pada malam malam yang berbeda. Dan mereka mengatakan itu adalah salam "perkenalan" dari penunggu barak ini.
Oke, segini aja dulu.. mungkin nanti di lanjut di hari senin lagi. Karena aku rencana nya mau update nya setiap senin dan jumat, itupun kalo ada waktu hehe.
Komentar
Posting Komentar