Ketika kedua pintu itu berdekatan dan ingin ditutup, aku melihat dari sela sela pintu itu ada berdiri sosok berwarna putih didepan menghadap ke kami.
- Part 6 (Horror Di Rumah Bakso)
Aku: "cepetan masuk..."
Ahmad: "ada apa.."
Aku: "ada pocong..
Kami kemudian masuk ke dalam, dan dia kemudian mengajak ku untuk ke kamar nya.
Ahmad: "disini kalo tengah malam, beda. jadi mending kita jangan keluar."
Aku: "kenapa emang nya.."
Ahmad: "banyak aktivitas mahluk halus, aku sering dengar seperti orang banyak. pas ku intip, ternyata mahluk halus."
Aku: "mungkin karena dekat sama jalan mereka, jadi wajar sih.."
Ahmad: "jadi, kamu juga bisa liat ya.."
Aku: "iya.. kebetulan..."
Ahmad: "dirumah ini, aku pernah beberapa kali ketemu sama pocong. dan seprrtinya pocong itu bukan mahluk disini.."
Aku: "maksudnya gimana?"
Ahmad: "aku rasa, ada yang sengaja ngasih sesuatu disini. supaya orang sini gak betah."
Aku: "sejenis pembenci?"
Ahmad: "bukan.. ini kayanya beda. kalo dulu, pernah ada yang ngasih itu, depot ini jadi ketempelan.. ada mahluk hitam di atap. semenjak itu, para pembeli mulai berkurang. kemudian aku cari penyebabnya dan ketemu bungkusan plastik hitam berisi rambut dan bunga kamboja. setelah dibakar, mahluk hitam tadi hilang dan pembeli berangsur angsur banyak lagi."
Aku: "hmmm.. kalo yg pocong ini gimana?"
Ahmad: "mungkin kali ini tujuan nya beda, boleh jadi ingin membuat penghuni sini gak betah dan berpindah, karena cara pertama sudah gagal.."
Aku: "ada aja ya yang bersaing dengan cara macam itu.."
Ahmad: "yah begitulah, nama nya bisnis pasti ada yang gak suka."
Ahmad: "mau kopi gak? aku bikinin.."
Aku: "gak usah deh. nanti aku gk bisa tidur, besok harus bangun pagi mau kerja.."
Ahmad: "oh.. ya udah.."
Aku: "tapi susu panas boleh hehe..."
Ahmad: "oke. aku bikinin dulu.."
Ahmad pun berjalan ke arah belakang ingin membuatkan minuman untuk ku. Aku kemudian rebahan di ranjang nya, lumayan besar ini kasurnya, mungkin mereka bertiga tidur disini.
Tak lama setelah itu, aku dengar suara orang mengetuk pintu di arah luar. Aku sih cuek aja, mungkin orang kelaparan, jadi mau beli makan tengah malam. Jadi, ngapain dibukain, sudah tutup kok.
Tapi, terdengar suara perempuan "Ahmad, buka pintunya... ini ibu.."
Lah, jangan jangan itu bu bos nya.. Aku dengan cepat keluar dari kamar dan menuju ke depan untuk bukain pintu, takutnya nanti Ahmad dimarahin karena lama gak bukain pintu, sedangkan dia masih di belakang.
Ketika aku membuka pintu nya, ada Ahmad dibelakang.
Ahmad: "mau kemana boy.. dicari dikamar gk ada, ternyata disini."
Aku: "tadi ada bu bos mu manggil, jadi aku mau buka pintu."
Ahmad: "jangan buka..."
Aku: "lah kenapa.. nanti kamu dimarahin."
Ahmad: "udah lah.. kita masuk kamar dulu.."
Aku: "ayo lah..."
Aku meninggalkan pintu itu dan masuk ke kamar lagi bersama Ahmad.
Aku: "ada apa emangnya.."
Ahmad: "kalo ada suara orang manggil, jangan dibuka. pernah beberapa kali ada yang manggil, aku gak pernah buka pintunya."
Aku: "kok gitu.."
Ahmad: "awal aku kerja disini, baru sekitar seminggu kerja, pernah ada yang manggil. kebetulan saat itu bu bos ada disini. sdgkan diluar bersuara "buka pintunya, ibu mau masuk.." padahal bu bos didalam. saat aku keluar, bu bos mengisyaratkan dengan tangan nya untuk diam dan kembali ke kamar. aku kemudian kembali ke kamar."
Aku: "terus.. yang mengetuk pintu itu siapa?"
Ahmad: "gak tau juga.. besok nya bu bos bilang kalo ada org ketuk pintu malam malam setelah tutup, jangan dibuka. takutnya maling, karena kalo ibu mau masuk, pasti nelpon dulu. jadi, kalo ada ada ketuk pintu, biarin aja.."
Aku: "oh.. emang bu bos mu gak tidur disini ya, kok bisa ada org yg kepikiran mau berpura pura gitu.."
Ahmad: "iya.. dia kalo malam setelah tutup, pulang ke rumahnya, agak jauh dr sini. paginya baru datang lagi.."
Aku: "btw, kok bisa bu bos mu ngizinin aku untuk tinggal disini. kita kan baru kenal hari ini. dan juga, apa kamu gak takut aku macam macam."
Ahmad: "kelihatan kok kamu bukan orang yang macam macam. dan bu bos juga dia orang nya baikan, malah dia bilang kalo kebetulan ke palangkaraya belanja bersama dua temen ku lain nya, aku di bolehin ajak temen nginap disini untuk nemenin, asal jangan ajak cewe aja katanya.."
Hmm... dalam pikir ku "gak tau aja, ngajak cowo nginap itu lebih berbahaya dari cewe..."
Maksudnya, kalo ngajak cewe, paling2 mesum.. tapi kalo ngajak cowo, bisa aja dia nyuri uang.. tp kalo aku sih, gak bakalan nyuri uang, paling paling nyuri yang lain hehe... :D
Setelah beberapa lama ngobrol, susu nya pun habis ku minum. Dia ngajakin aku untuk tiduran di ranjang dan ngasih aku selimut..
Ketika aku sudah mau memejamkan mata, tiba tiba dia mendekati aku..
Ahmad: "kamu tau gak misteri di rumah kosong depan itu.."
Aku: "tau.. diceritain temen ku.."
Ahmad: "pernah liat penampakan?"
Aku: "pernah liat sekilas aja sih.."
Ahmad: "mau ikut gak, kami malam jumat nanti kesitu.. mau uji nyali.."
Aku: "serius?"
Ahmad: "iya.. kami bertiga rencana mau tidur disitu malam jumat nanti.. pasti seru."
Aku: "bertiga, sama siapa.."
Ahmad: "dua temen ku itu, jajay yang agak tinggi, dan rifan yang alis nya nyambung."
Aku: "oh... kalo nginap disitu, terus disini siapa yang nunggu.."
Ahmad: "gampang, kan bisa digembok dari luar.."
Aku: "iya juga.. okelah kalo gitu.."
Aku kemudian membalikan badan ku ke arah samping membelakangi dia, sebagai isyarat aku dah mau tidur. Eh, dia malah narik aku dan ngajak bicara lagi.
Ahmad: "mana nmr hp mu aku minta, biar enak nanti ngontak."
Kemudian aku kasihkan nmr hp ku ke dia dan kami saling bertukar nmr hp.. dan aku lanjut mau tidur.
Lagi lagi dia ngajakin ngomong..
Ahmad: "ini yang di tangan mu apa (sambil megang gelang ku).. kok terlihat beda, seperti bukan benda dari alam kita"
Aku: "memang bukan.. itu sisik naga."
Ahmad: "wih keren, dapat darimana.."
Aku: "ada deh.."
Ahmad: "yah, kamu gitu boy.."
Aku: "panjang kalo diceritain.."
Ahmad: "iya deh.. aku liat liat boleh kan, mempesona gini kalo dilihat, seperti ada yang bercahaya didalamnya"
Kemudian aku serahkan tangan ku ke dia dan bilang "ini, kalo mau liat, asal jangan dilepas aja", dan dia bangun dari tidur nya, duduk sambil me megang megang tangan ku karena memperhatikan gelang ku. Aku lanjut tidur karena sudah sangat ngantuk dan cuma berharap dia gak berniat mau minta gelang itu.. karena dilihat dr ekspresinya, kayanya sangat tertarik.
Setelah beberapa saat tertidur, aku kemudian terbangun dari tidur ku karena aku mau kencing, saat itu masih jam 3an. Dan aku lihat, ternyata dia memeluk tangan ku, perlahan lahan aku tarik tangan ku dan dia terbangun, dalam hati ku "yah, si bacot bangun.. bisa cerita macam macam lagi dia, gak bisa tidur lagi aku."
Ahmad: "mau kemana.."
Aku: "mau kencing.."
Ahmad: "mau ditemenin gak.."
Aku: "gak usah.. aku bisa sendiri, kasih tau wc nya aja..."
Ahmad: "kamu keluar menuju dapur, nanti tempat cuci piring ada pintu, belok kanan, lurus aja. di ujung ada kamar mandi, yang sebelah kiri, kalo yang kanan itu punya bos, dan itu dikunci."
Aku: "oke.."
Aku berjalan ke arah yang dia maksud dan sampailah kesana. Eh, tanyata bentuk kamar mandi nya gak biasa. Didalam itu ada bak mandi dan kloset. Tapi itu gak di pisah, kalo biasanya kan, walaupun wc di dalam kamar mandi, ada dibikinin lagi ruangan nya khusus wc. Lah ini, jadi satu tanpa pemisah. Kalo rumah pribadi sih, wajar aja ya kaya gitu, tapi ini kan bukan rumah pribadi, yang kerja disini juga bukan keluarga, ya tentu nya malu donk kalo kelihatan sama yang lain. haha..
Ibaratnya yang satu mandi, yang satu nya buang hajat.. Sama sama telanjang apa gak menimbulkan nafsu. Tapi, untungnya yang kerja disini cowo semua, gak ada cewe, jadi kemungkinan hal itu gak mungkin terjadi...
Setelah selesai kencing, aku keluar dan tiba tiba dikagetkan dengan sosok putih yang berdiri di sebelah kompor gas. Muka nya seperti nge-blur gitu, bukan karena mata ku yang buram melihat nya, tapi karena wajah nya yang berbentuk gak beraturan. Dia berdiri persis menghadap ke arah ku, aku kaget dan spontan lari menuju kamar.
Pas di kamar, aku langsung menutup pintu dan masuk ke dalam selimut. Karena aku takut, aku peluk guling dan cepat cepat memejamkan mata. Tapi aku kemudian kepikiran bahwa guling ini mirip pocong, aku lemparkan gulingnya dan mengenai Ahmad, kemudian dia terbangun.
Ahmad: "kenapa boy.."
Aku: "maaf gak sengaja, aku liat pocong tadi di dekat kompor, kayanya itu yang tadi terlihat dihalaman depan."
Ahmad: "makanya, tadi aku bilang mau nemenin, malah sok berani. aku aja kalo mau kencing selalu minta temenin sama jajay atau rifan"
Aku: "aku gak tau kalo hantu disini agresif."
Ahmad: "haha.. ya udah ayo aku temenin."
Aku: "gak usah .. aku sudah kencing."
Ahmad: "oh... kalo gitu lanjut tidur aja."
Besoknya, terdengar suara Ahmad membangunkan ku..
Ahmad: "boy.. boy... bangun boy.."
Aku: "udah siang ya.."
Ahmad: "belum.. baru orang selesai adzan subuh. kali aja kamu mau pergi kerja, jadi aku bangunin."
Aku: "iya.. aku pulang dulu ya... makasih ya untuk malam nya.."
Ahmad: "kok aku merinding ya denger kalimat itu."
Aku: "hehe.. pulang dulu aku.."
Ahmad: "jangan dulu.. makan dulu sebentar sebelum pulang, itu ada banyak daging sapi sisa malam tadi, aku oseng dulu sebentar, nanti kita makan sama sama."
Aku: "boleh..."
Aku itu, klo aku merasa cocok dengan seseorang (entah apa itu sebutan nya, intinya, kalo berteman dengan dia, gak ada lagi perasaan sungkan) aku gak pernah nolak kalo ditawarin, meskipun baru kenal. Tapi kalo aku merasa gak cocok, meskipun sama keluarga sendiri, rasa sungkan dan malu itu pasti ada kalo ditawarin sesuatu dan akhirnya merasa enggan untuk nerima walaupun aku sangat tertarik untuk nerima.
Kami pun makan bersama dengan daging sapi balado masakan cheff Ahmad hehe. Sambil makan, lagi lagi dia ngajakin ngobrol..
Ahmad: "maaf ya tadi malam.."
Aku: "haha.. santai aja, gapapa kok. lagian aku gak tau kalo pocong itu bakal masuk ke rumah ini, jadi bukan salah mu, karena aku sendiri yang nolak untuk di temenin."
Ahmad: "bukan itu.."
Aku: "terus.. yang mana.."
Ahmad: "gelang mu.."
Aku spontan melihat ke tangan ku, karena ku kira dia ngambil gelang ku.
Aku: "kenapa gelang ku.."
Ahmad: "tadi malam aku peluk tangan mu.."
Aku: "oh.. emang nya kenapa tu. kok bisa peluk tangan ku."
Ahmad: "aku penasaran siapa pemilik sisik naga ini, jadi aku berencana mau ketemu dia didalam mimpi.."
Aku: "bisa ?"
Ahmad: "bisa..."
Aku: "ketemu ?"
Ahmad: "iya lah..."
Aku: "kok bisa.. aku aja cuma sekali ketemu, itupun karena hal darurat."
Ahmad: "aku baca fatihah 100x dan aku niatkan dalam hati mau bertemu sama org nya, dan dia hadir dimimpi. harusnya sih aku pegang benda nya sambil tidur. hanya saja, karena kamu bilang gak boleh dilepas, jadi terpaksa cuma bisa peluk tangan mu."
Aku: "beruntung kamu.. terus, kamu ketemu dia dimana?"
Ahmad: "aku merasa, aku berada disebuah ruangan besar. ada air mancur didalam sana, ruangan nya sangat megah dan mewah, banyak perhiasan nya. hanya saja, meski ruangan itu terlihat mewah, tapi dinding nya masih terlihat berlumut dan ditumbuhi pohon liar, jadi aku rasa itu mungkin didalam goa."
Aku: "terus.. gimana lagi.."
Ahmad: "aku lihat disana ada kolam besar, banyak ikan warna kuning putih berkeliaran, dan di kolam itu dibuat beberapa tempat yang terbuat dari batu berwarna ungu yang bercahaya. di setiap batu itu, ada tempat duduk seperti ranjang di atasnya. di ranjang itu, ada beberapa naga dengan warna yang berbeda. tapi yang menarik, ada naga kecil yang masih gak ada tanduknya."
Aku: "trus.. trus... gimana lagi.. penasaran aku."
Ahmad: "salah satu dari mereka berubah wujud seperti manusia dan berjalan ke arahku dan bertanya ada urusan apa datang kesini. aku bilang aja aku mau bertemu dengan pemilik sisik naga yang ada di gelang teman ku, dan dia mengatakan bahwa dia adalah orangnya, namanya faridh haykal. setelah memperkenalkan diri, dia menyuruhku untuk pulang karena itu bukan tempat untuk sembarang orang boleh berkunjung. kemudian, naga kecil tadi berubah juga wujudnya dan berjalan ke arah ku kemudian bertanya gimana kabar pemilik gelang itu, aku bilang baik baik saja, dia kemudian nitip salam dan kembali ke tempatnya. faridh haykal tadi menunjuk ke arah sebuah pintu untuk aku keluar lewat sana, setelah aku memasuki pintu itu, aku terbangun dari tidur."
Aku: "wah.. menarik, andai aku juga bisa ketemu gitu."
Ahmad: "kalo kamu mau, kamu coba aja.."
Aku: "cuma kaya gitu tadi? dan malam apa bisa nya."
Ahmad: "iya, cuma gitu. bebas malam apapun."
Aku: "sip. nanti ku coba."
Ahmad: "ngomong ngomong, gimana ceritanya kamu bisa kenal sama mereka. kamu keturunan naga ya."
Aku: "sembarangan, kalo aku keturunan naga, harusnya aku punya ekor panjang dibelakang, tapi nyatanya ekor panjang ku cuma ada didepan."
Ahmad: "hahaha.. bisa aja kamu boy."
Aku: "ini piring nya aku cuci dimana.."
Ahmad: "taruh aja disini, nanti aku yang cuci."
Aku: "gak enak aku, udah numpang, nyusahin pula."
Ahmad: "udah.. gapapa.."
Aku: "kalo gitu, aku bantu buka pintu deh.."
Ahmad: "gak usah, aku buka pintunya nanti aja kalo kerjaan bersih bersih didalam sudah selesai. kalo dibuka duluan, nanti ada pembeli, susah mau bersih bersih."
Aku: "hmm.. ya udah deh.. kalo gitu makasih banyak ya, aku pulang dulu."
Ahmad: "oke.. jangan lupa nanti malam jumat ya."
Aku: "oke..."
Aku kemudian pulang menuju barak untuk kembali bekerja nanti pagi. Sampai didepan barak, aku lihat di kursi depan ada Ayu yang sedang duduk, sepertinya dia sedang menunggu ku, seperti istri yang gelisah menunggu suami nya pulang kerja, tapi suami nya malah nginap di tempat lain hehe...
BERSAMBUNG.....
Komentar
Posting Komentar