Aku sempat berpikir "selemah itu kah mahluk kiriman tadi, lenyap tanpa perlawanan. atau emang Ayu yang punya kesaktian luar biasa hingga mampu melenyapkan nya dalam sekejap".
- Part #8 (Pocong Hadir Lagi)
Tiara kemudian dibaringkan di kamar dan bu bos mencoba menelpon suami nya tapi tidak ada jawaban, mungkin hp nya di silent karena sedang rapat.
Tak sampai 5 menit, ada panggilan balik dan ternyata suami nya nelpon. Bu bos minta supaya dia cepat pulang karena ada urusan penting. Sekitar 15 menit kemudian, suami nya datang dan membawa Tiara ke mobil kemudian mereka pulang, kata bu bos, mungkin mereka akan ke kampung halaman nya untuk beberapa hari, untuk mengobati Tiara ke orang pintar.
Aku: mat, kira kira siapa ya pelaku nya.
Ahmad: aku juga belum tau, disini persaingan nya terlalu brutal. sampai menggunakan ilmu hitam segala.
Aku: yah,, hati hati aja deh kedepan nya. kali aja kamu yang bakalan jadi target selanjutnya.
Ahmad: mudahan jangan aja deh.
Aku kemudian izin pamit pulang, gak jadi mau membahas tentang malam besok. Tapi, Ahmad tidak mengizinkan aku pulang, dia minta aku untuk menginap malam ini. Ada yang mau dia bicarakan.
Sebenernya, aku males juga sih mau pulang, malam malam gini jalan kaki, mending nginap aja, lumayan ada teman tidur hehe.
Aku lihat, Jajay sedang nonton tv dan aku menghampirinya, sedangkan Ahmad dan Rifan masih sibuk beres beres. Aku dan dia sempan ngobrol ngobrol ringan.
Kemudian, tidak lama setelah itu datang mereka berdua membawa 4 cangkir kopi dan cemilan kue kering. Kami pun sambil ngobrol di depan tv.
Ahmad: jadi kan, besok...
Mereka: jadi donk..
Ahmad: kamu boy? (nanya ke aku)
Aku: jadi..
Rifan: dia mau ikut? serius? nanti kalo kenapa kenapa gimana.
Ahmad: gapapa, dia bisa jaga diri sendiri.
Aku: haha.. kan ada kalian. ngapain aku takut.
Rifan: tapi di rumah kosong itu, sangat angker dan banyak orang yang sudah sering ditemui penampakan.
Aku: justru karena itu, aku makin tertarik.
Ahmad: jam berapa besok..
Jajay: pas sudah tutup, kita langsung berangkat.
Ahmad: oke..
Aku: kita nanti ngapain aja disana?
Rifan: cuma duduk, ngobrol ngobrol, nunggu ada penampakan.
Aku: gitu doank?
Rifan: trus mau apa lagi.
Aku: terlalu membosankan sih, apalagi di tempat gelap. cuma ngobrol aja nanti kalo ada orang diluar yang denger, dikira kita mau mesum.
Jajay: masa kita mesum. kan gak ada bawa cewe.
Rifan: gimana kalau main jelangkung aja..
Ahmad: jangan ngaco.. males aku sama hal begituan. itu namanya cari mati.
Aku: bener.. jangan gitu deh.
Rifan: lalu apa.. biar kita gak terlalu bosan nunggu penampakan nya.
Jajay: kita nonton film horror aja disana. nanti aku bawa laptop, aku punya banyak koleksi film horror. kemaren baru download film "pocong pasti berlalu".
Aku: yang ada bolot nya?
Jajay: iya.. bener..
Aku: astaga.. itu bukan horror. itu komedi.. bukan nya kita tegang, malah ketawa nanti.
Rifan: gimana kalau kita kesana langsung tidur aja, puterin lagu lingsir wengi. lagian kan kita kesana pasti sudah tengah malam karena nunggu disini tutup, tentu sudah ngantuk.
Ahmad: bener juga sih.. aku setuju.
Aku: aku setuju juga..
Jajay: oke lah.. bawa kopi gak besok.
Rifan: ngapain.. nanti kita malah gak bisa tidur kalau minum kopi.
Jajay: maksud ku kita bikin kopi pahit kopi manis.
Ahmad: gak usah deh, terlalu banyak bawaan.
Tiba tiba terdengar suara piring pecah di belakang. Kami langsung pergi ke belakang untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata, gak ada apa apa, kucing juga gak ada. Tapi aneh aja piring bisa terjatuh sendiri ke lantai. Mungkin saja sih bekas tikus lewat.
Kemudian, ketika kami hendak beranjak meninggalkan dapur menuju keluar untuk nonton tv, terdengar suara air kran sangat deras.
Jajay: kalian tadi gak nutup kran ya.. air mahal, jangan dibuang buang.
Ahmad: gak kok, semua sudah beres tadi.
Rifan: pasti itu kerjaan nya yang usil lagi.
Kemudian Rifan menuju ke arah kran tadi sambil berkata "sini lo kalo berani, gak usah usil dirumah orang..". Mendengar perkataan itu, Jajay berkata "husshh.. jaga omongan mu Fan".
Setelah itu, kami kembali keluar untuk nonton tv. Aku sebenernya rasa gak enak sih sama mereka, gimana ya, ini kan baru kenal tapi malah di ajakin nginap lagi. Aku takut nya itu misal disini ada tuyul, dan akhirnya aku yg tertuduh. Tau sendiri lah, tuyul gk menginggalkan jejak kalo nyuri. Pastinya orang baru yang tertuduh, kalo maling kan ada aja bekas nya, misal pintu atau jendela yang di rusakin.
Sekitar sampai jam 1 kami ngobrol membahas persiapan untuk malam besok, dikarenakan sudah ngantuk akhirnya kami memutuskan untuk pergi tidur.
Kami tidur berempat di satu ranjang, dan itu masih gak sempit. Sebelum tidur, Rifan berkata "kalo nanti kamu dengar ada yang minta bukain pintu di depan, jangan dihiraukan, kami sering dikerjain orang".
"Oke sip" ku jawab. karena malam sebelumnya aku juga sudah mengalami sendiri.
Lagi lagi, aku terbangun ditengah malam karena mendengar suara ketukan pintu, dan aku lihat jam dinding masih jam dua. Berarti baru sebentar aku tidur. Aku mencoba memejamkan kembali mata ku namun suara ketukan itu semakin dekat terdengar. Bahkan, semakin dibiarkan, suara nya mendekat, dan sampai aku mendengar suara ketukan itu berada di pintu kamar.
Aku mencoba membangunkan Rifan yang ada disebelah kiri ku.
Aku: pan, pan, bangun pan..
Rifan: apa.. sudah pagi ya..
Aku: ssssttt.. cba dengerin, seperti ada suara orang ketuk pintu.
Rifan: biarin aja, orang usil itu.
Aku: tapi suara nya seperti didepan kamar.
Rifan: ah, yang bener..
Aku: iya.. coba dengerin..
Kami berdiam sejenak, suara ketukan itu gak ada. "Mana? gak ada. mungkin itu suara diluar, kamu terlalu ngantuk sampai ngira didepan kamar". kemudian dia lanjut tidur lagi.
Suara tadi kembali terdengar dan aku coba bangunkan Jajay dan Ahmad yang ada disebelah kanan ku. Mereka bilang sebenernya mereka juga mendengar, tapi takut mau merespon akhirnya mereka pura pura gak dengar dan mencoba untuk tidur.
Mereka enak, bisa lanjutin tidur. Aku yang sudah terlanjur penasaran dan takut akhirnya membuat rasa ngantuk ku hilang. Daripada aku takut sendiri, lebih baik takut sama sama. Aku berdiri dan aku hidupkan kipas angin yang ada di atas, tepat di atas ranjang. Kemudian aku masuk ke selimut.
Tidak berapa lama, Rifan langsung terbangun. "duh, kok tiba tiba nyala gini kipas angin.." sambil berdiri mematikan kipas angin, karena dia tidur tanpa pakai baju dan celana, cuma pakai celana dalam. Selimut nya sengaja aku tarik ke aku supaya dia tidak tertutupi selimut, dan rencana ku berhasil, dia kedinginan dan bangun.
Setelah mematikan kipas, dia kembali berbaring dan masuk kedalam selimut yang juga aku pakai. Kemudian terdengar lagi suara ketukan lagi didepan kamar. Rifan kaget dan berdiri lagi "oy, siapa tu.." dengan suara sedikit menantang.
Aku langsung menariknya kembali dan aku masukin dia dalam selimut.
Aku: jangan sembarangan, kalo maling gimana. bisa dibacok kita.
Rifan: gapapa.. aku yang bakal hajar dia duluan. kamu tenang aja. ada aku.
Aku: kalau hantu gimana.
Rifan: nanti biar aku tonjok hantu nya.
Anjay, aku rasa ini anak emang jagoan.. omongan nya sangat songong.. hantu mau di tonjok..
Dia langsung berdiri dan masih dalam keadaan bugil, dia menarik selimut dan dia lilitkan ke badan nya. Dia berjalan ke depan pintu lalu membuka pintu sambil berkata "sini kalo berani..".. Dannnnnnnn.... ternyata berdiri sesosok pocong didepan pintu.
Rifan langsung tersungkur duduk dilantai karena melihat pocong itu. Sangat mengerikan bentuknya, kepala nya gak ada, cuma sampai leher aja. Spontan aku langsung menarik selimut Jajay dan Ahmad, karena selimut nya ada dua, Jajay sama Ahmad satu selimut, dan aku dengan Rifan.
Saat selimut mereka aku tarik karena ingin bersembunyi, mereka menarik balik selimutnya, ternyata mereka gak tidur, tapi pura pura tidur dari tadi, mungkin mereka sudah tau bahwa diluar itu hantu.
Ya sudah, karena mereka selimutnya gak mau ditarik, terpaksa aku masuk ke dalam selimut mereka bertiga. Hingga beberapa saat, aku beranikan diri untuk cek ke pintu, dan sudah gak ada lagi pocong nya. Namun, Rifan kelihatan nya pingsan dilantai didepan pintu.
"Eh, Rifan kenapa tu, ayo bawa ke ranjang" kata Ahmad. Kami langsung membawanya naik ke tempat tidur dan menutup pintu nya. Kemudian kami lanjutkan tidur. Setelah itu, gak ada lagi gangguan hingga sampai pada saat subuh dan aku dibangunkan oleh Ahmad.
"ayo bangun eh.. sudah subuh.. solat dulu sana.." kata Ahmad sambil membangunkan kami. Kami bangun dan cuci muka sebentar dan lanjut sholat dengan Ahmad sebagai imam nya. Setelah sholat, Rifan sepertinya sedang tidak sehat, terlihat lemas. Dia langsung pergi ke kamarnya, sedangkan Jajay dan Ahmad sedang mempersiapkan untuk keperluan jualan bakso, aku juga bantu bantu sedikit.
Aku: disini memang nya banyak hantu ya. dua malam aku disini, dua malam ketemu pocong. kalian betah ?
Jajay: dulu gak pernah, akhir akhir ini aja. mungkin karena akhir akhir ini bisnis bakso disini sangat laris, sampai banyak yang iri. dan akhirnya mengirim berbagai penganggu.
Aku: gak ada kepikiran mau dibersihkan ?
Jajay: setengah bulan yang lalu, bu bos pernah diskusi sama kami soal mau mendatangkan dukun kesini, kami bilang gak usah, bawa dukun cuma buang buang duit. tapi dia masih ngotot, dan datanglah dukun pada hari yang ditentukan. ternyata benar saja, dukun nya malah lari ketika pocongnya menampakan diri.
Aku: lalu kalian gimana, apa gak stress kalo tiap malam ditemuin.
Ahmad: aku sih sudah biasa saja, cukup pura pura gak dengar kalo ada yang bersuara.
Aku kemudian izin pamit pulang karena sudah hampir terang. Saat aku masuk ke kamar mau ngambil hp, terlihat Rifan sangat pucat, aku pegang kepala nya ternyata dia demam tinggi. Aku panggil mereka berdua, dan mereka mengambilkan kain dan air hangat untuk mengompres.
Sepertinya, jiwa nya terguncang dengan penampakan tadi malam sampai membuatnya jadi drop dan akhirnya jatuh sakit.
Aku kemudian pamit pulang ke barak, dan Jajay teriak "jangan lupa rencana kita nanti malam kerumah kosong..."
BERSAMBUNG.....
Komentar
Posting Komentar