Episode 80 - Rumah Tak Bertuan #10


Dengan posisi nya yang masih membelakangi kami, dia berkata "kalo di perantauan, gak usah sok jago di daerah orang..." kemudian dia berjalan ke arah motornya dan meninggalkan kami dengan mengendarai motor nya. 

Dari situ aku tau, dia adalah Rifky...

- Part #10 (Geng Kapak Putih)

Dikarenakan sudah hampir subuh, kami akhirnya memutuskan untuk pulang aja, tanggung juga mau balik lagi. 

Sesampainya di rumah bakso, kami tidur dan rasanya masih belum nyenyak tidur, suara adzan di masjid sudah berkumandang dan aku terbangun karenanya. Kami bersiap siap untuk sholat berjamaah di rumah itu. 

Setelah selesai, seperti biasa mereka beres beres dan bersiap untuk keperluan besok, aku pun pulang ke barak untuk melanjutkan aktivitas ku.

Subuh itu, sebelum berangkat kerja, aku mandi dulu dikarenakan badan ku gatal gatal bekas main tadi malam dirumah kotor itu. Sesampainya di empang, aku lihat sekeliling masih gak ada orang, jadi aku bisa mandi tanpa perlu khawatir dalam keadaan tanpa pakaian. 

Saat aku sedang bersabun (bukan main sabun ya), aku kaget ada suara orang di belakang yang berkata "ikut donk".. Spontan aja aku langsung bercebur ke air karena takut ada yang melihat ku.

Saat aku menoleh ke arahnya, ternyata itu cuma Ayu, kirain orang lain. Dikarenakan dia bukan manusia, jadi gk perlu malu, aku naik lagi ke batang untuk melanjutkan menyabuni badan ku yang gatal gatal, sambil ngobrol sedikit dengan Ayu. 

Aku: ngapain sih kesini, gak malu ya liatin orang mandi.
Ayu: yang harusnya malu itu kamu karena ada yang liatin.
Aku: kalo sama kamu, gak perlu malu aku.
Ayu: kenapa ?
Aku: ya gak kenapa kenapa.. o iya, tadi malam kamu kan yang nakutin kami di lampu ?
Ayu: iya, tapi sialnya dia malah gak takut. sia sia aku ngerjain.
Aku: mantap kan, teman ku yang satu itu.
Ayu: nyebelin sih iya. gimana tadi malam? sudah liat sebuah rahasia gak disana.
Aku: yang mana..
Ayu: yang mengagumkan.
Aku: yang didalam kamar tidur ?
Ayu: benar.
Aku: sebenarnya tempat apa itu. terlihat sangat maju peradaban nya. itu bayangan masa depan ya?
Ayu: bukan, itu memang sebuah kota di alam kami, disana sangat modern.
Aku: berarti kalian juga ada alat alat canggih seperti robot dan internet ? 
Ayu: bisa dibilang begitu sih, hanya saja akses internet dibatasi untuk orang tertentu.
Aku: wah gila, ternyata kalian juga tau internet. aku kira kehidupan kalian cuma penuh hal hal mistis saja.
Ayu: bangsa jin sudah hidup lebih dahulu dari manusia, tentunya peradaban kami lebih maju dan berkembang pesat.
Aku: nah, untuk akses internet nya, apa ada sejenis operator juga?
Ayu: gak perlu. apakah bangsa jin se lemah itu harus menggunakan operator untuk mengakses internet?
Aku: berarti, kalian mengakses internet dengan apa?
Ayu: kalau itu, aku belum tau, karena aku hanya sekedar mendapat informasi dari teman ku, aku sendiri belum pernah masuk kekota itu jadi belum tau sama sekali kebenaran nya. 
Aku: bagaimana kalau kita coba masuk kesana?
Ayu: jangan, disana tidak aman untuk manusia. kota itu punya beberapa 'pintu' penghubung antara alam jin dan alam manusia. salah satunya dirumah itu. ada beberapa manusia yang masuk ke kota itu dari pintu lain, di tempat lain, mereka tergoda dengan keindahan dan kemajuan kota itu, akhirnya mereka tidak ingin kembali lagi. 
Aku: hmm.. kalo gitu gak usah aja deh. o iya, tadi malam ada rifky datang nolong kami, itu kamu yang kasih tau dia?
Ayu: gak.. setelah teman mu melemparku, aku pergi dari tempat itu dan pulang. 
Aku: hmm.. apa kebetulan aja dia lewat ya. 
Ayu: mungkin.. 

Kemudian aku naik dari mandi ku karena sudah selesai, kami pun kembali pulang ke barak. Dan siangnya bekerja seperti biasa. 

Kita skip aja lagi.... Karena kisah dikerjaan gak penting.

Malamnya, aku kembali lagi ke tongkrongan, hehe. Kami kembali membahas untuk ekspedisi selanjutnya, dan malam itu, kami sepakat untuk kembali bermalam dirumah kosong pada malam minggu. 

Baru saja kami membahas untuk rencana besok malam (malam minggu), tiba tiba dari belakang ada yang bersuara.

"aku ikut,, kalian terlalu lemah..."

Aku membalikan badan dan ternyata, itu Rifky yang baru saja datang bersama teman nya. Ada 5 orang teman nya, 6 sama Rifky nya. Mereka datang dengan motor ninja semua.

Rifky: boleh ikut kan ?
Rifan: eh, kamu.. boleh.. ngomong ngomong, makasih buat kemaren.
Rifky: oke. bawa santai aja. 
Jajay: gimana ceritanya kok waktu itu kamu bisa nolong kami. 
Rifky: kebetulan waktu itu aku lewat, aku dengar ada suara kaki orang lari. sepertinya sedang ada yang diganggu didalam, jadi aku samperin.
Jajay: oh.. untung kamu datang tepat waktu. 
Rifan: kamu serius mau ikut besok malam ?
Rifky: iya.. kali aja kalian butuh bantuan ku lagi.. (sok pede banget dia)
Rifan: sama temen temen mu?
Rifky: gak, cuma aku sendiri. mereka ada janji sama teman lain.
Jajay: oke.. tambah satu orang, tambah keseruan. ngomong ngomong, mau makan kan?
Rifky: iya.. bakso sama minum nya kopi susu. disamakan aja untuk kami semua. 
Ahmad: oke.. segera disiapkan.. 

Ahmad dan Jajay ke belakang, aku juga ikut kebelakang karena mau pipis, sedangkan Rifan masih menemani Rifky dan teman teman nya ngobrol. 

Dibelakang, aku nanya sama Ahmad.

Aku: dia itu serius mau ikut kita?
Ahmad: iya kali.. kenapa?
Aku: nanya aja sih. lumayan sih dapat teman. mereka itu geng motor ya.
Ahmad: iya, mereka anak geng, namanya geng kapak putih, rifky ketua nya. tapi mereka bukan geng motor sembarangan, mereka kadang suka perang di area 38.
Aku: maksud mu perang gaib? tempat apa itu, jauh gak dari sini. 
Ahmad: iya, perang gaib. tempatnya jauh dari sini. 
Aku: hebat juga ya tu anak.. eh, aku ke toilet dulu..  
Ahmad: oke.. aku juga mau siapin makanan mereka.

Setelah itu, aku keluar dan mereka sudah ngobrol, aku cuma duduk di bangku yang pojok. Aku cuma dengerin obrolan mereka dari kejauhan, karena masih gak suka dengan Rifky. 

Dari obrolan mereka, ternyata malam minggu nanti, Rifky akan mengajak kami ke "kolam jin". Nah, tempat ini disebut sebagai kolam jin karena disitu ada berbagai macam jin yang ngeri ngeri. Dan Rifky akan mengajak kami untuk masuk ke wilayah mereka, menyaksikan kengerian yang mencekam, karena kata dia jin yang berada di wilayan kolam jin itu bermuka ngeri. 

Entah bagaimana nanti dia akan membawa kami, tapi yang jelas, dia bilang bahwa punya cara yang aman untuk melihat berbagai macam jin disana tanpa diganggu oleh mereka. Untuk lebih lengkap ceritanya, tunggu aja pada episode berikutnya hehe.

Setelah obrolan selesai, mereka (geng kapak putih) juga sudah pulang, akupun juga pulang, karena sudah mulai larut malam. Sebenernya mereka ngajakin aku untuk nginap lagi, tapi gak enak sama mereka, jadi aku pulang aja, dan cerita pun aku akhiri sampai disini. Sampai bertemu di episode selanjutnya...

BERSAMBUNG....

Komentar