Dengan suara yang menggelegar, dia berkata sambil menunjuk ke arah kami.
"Kalian, pendatang dari alam luar...."
- Part 11 [B]
Weh.. kami kaget saat dia ngomong kaya gitu. Apalagi dia menatap ke arah kami dengan tatapan tajam. Dia bertanya apa maksud dan tujuan kami memasuki alam mereka.
Kemudian Rifky nyamperin kami dan dia yang berbicara dengan mahluk tinggi itu. Sepertinya mereka sudah pernah bertemu sebelumnya. Mungkin karena Rifky sering mengakses desa ini makanya dia sudah agak akrab.
Setelah beberapa obrolan dari mereka, mahluk besar tadi pergi meninggalkan kami. Rifky bilang, mahluk tadi adalah penjaga desa itu. Oleh karena kami pendatang baru, jadi dia merasa ada ancaman dan mendatangi kami, untuknya mereka berdua sudah saling kenal, jadi gak ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi.
Rifky: sepertinya kita sudah cukup lama disini, bagaimana kalau kita pulang aja.
Jajay: kayanya baru beberapa menit aja kita disini. aku masih mau disini.
Rifky: itu karena kamu baru masuk alam gaib, jadi masih belum bisa membedakan lama dan sebentar.
Jajay: oke lah.. kita pulang aja kalo gitu, takutnya pas kita pulang, sudah pagi, soalnya disini gak ketahuan siang dan malam nya.
Rifky: kalian gak mau beli sesuatu?
Rifan: beli apa..
Rifky: itu, yang dijual mereka. terserah aja mau beli apa.
Rifan: kita bayar pakai apa, aku gak bawa uang.
Aku: sama, aku juga gak bawa yang.
Rifky: tenang, aku bawa uang.
Aku: emang nya uang kita laku disini ya?
Rifky: disini gak beli pakai uang, tapi barter barang. atau bisa juga pakai koin tembaga. aku punya koin nya, kalo kalian mau nanti aku traktir kalian. asal jangan beli makanan.
Rifan: kenapa emang kalo makanan.
Rifky: entah lah.. mending gak usah.. beli sesuatu yang bisa dijadikan kenang kenangan aja.
Rifan: oke.. kita jalan jalan kesana aja, tadi aku lihat ada jual benda benda antik.
Kami berjalan ke mengikuti jalan nya Rifan dan sampai ke sebuah lapak yang orang nya bercadar. Dia menjual banyak benda antik, seperti benda benda keramik, patung lilin, patung emas (entah cma warna emas atau emg emas asli), ada benda pusaka seperti arit, pedang, tombak, keris.
Ahmad membeli patung naga, Jajay membeli guci keramik, Rifan membeli tombak, katanya sangat suka dengan tombak itu. Emang ya, bener bener sifat nya "bang jago" wkwk, yang dibeli pun benda pusaka. Sedangkan aku, aku cuma beli patung kucing yang berwarna putih, awalnya kukira ini patung lilin, ternyata yang ini terbuat dari batu, yang terbuat dari lilin lebih ringan.
Rifky membayarkan barang yang kami beli dan kami kembali ke tempat semula. Kami duduk di dalam lingkaran tadi dan memejamkan mata, saat membuka mata, sudah berada di tempat semula, yaitu rumah kosong.
Dan semua benda yang kami beli tadi menyusut. Benda benda yang ku beli, jajay dan ahmad semuanya jadi se ukuran genggam. Sedangkan tombak milik Rifan, mengecil se ukuran paku wkwk..
Kata Rifky, memang benda benda dari pasar tadi akan mengecil jika dibawa keluar dari daerahnya, namun fungsi nya masih berguna. Aku tanya ke dia apa fungsinya, dia cuma bilang "nanti akan tau pada waktunya."
Rifky: gimana.. kalian sudah ngantuk gak.
Aku: udah mulai berasa sih..
Jajay: aku masih blm ngantuk, karena tadi sudah sempat minum kopi.
Ahmad: aku juga masih blm ngantuk.
Aku: emangnya mau ngapain lagi kita.
Rifky: kita ketemuan sama mahluk yang malam kemaren menakut2i kalian.
Rifan: wah gak, nyerah aku.. gimana kalau dikejar lagi. hantu nya terlalu mengerikan.
Rifky: tenang aja. dia gak bakalan bisa ganggu kita.
Rifan: yakin ?
Rifky: yakin..
Aku: kalo gitu aku ikut.. masih kuat kok, cuma ngantuk sedikit..
Rifky: udahlah, kamu kalo gak kuat gak usah dipaksain.. kamu pulang aja, besok kan mau kerja. ucap nya kepada ku sambil elus elus kepala ku.
Anjay, dianggap nya aku anak kecil kali..
Aku: jam segini tidur sudah tanggung.
Rifky: ya udahlah kalo kamu maksa. ayo kita pindah ke tempat kemaren. dia tempat tinggalnya disitu.
Kemudian kami membereskan peralatan kami dan berpindah tempat menuju ruangan yang kemaren kami ketemu hantu yang lidahnya menjulur.
BERSAMBUNG....
Komentar
Posting Komentar