Episode 82 - Rumah Tak Bertuan #12

Kemudian kami membereskan peralatan kami dan berpindah tempat menuju ruangan yang kemaren kami ketemu hantu yang lidahnya menjulur.

- Part #12 (Rifan Yang Terluka)

Ketika kami masuk ke ruangan itu, tiba tiba kami diserang oleh salah satu penunggu ruangan itu, namun bukan mahluk yg lidahnya keluar. 

Serangan itu datang dari sebuah bola api kecil. Rifky mencoba mengatasi serangan itu sedangkan dia menyuruh Ahmad untuk membentangkan benang berwarna hijau (beda dengan warna sebelumnya) membentuk sebuah lingkaran. 

Setelah selesai, Rifky menyuruh kami untuk cepat cepat masuk ke dalam lingkaran itu. Serangan api tadi tidak mampu menembus batas dinding gaib yang tercipta dari benang yang dibentang tadi. 

Akhirnya, kami sudah mulai bisa merasa sedikit tenang. Tidak lama setelah itu, lilin yang ada di sekitar kami mendadak mati semua dan dari sudut kegelapan muncul lah sesosok mahluk yang mengerikan, Rifan langsung berteriang "leak nya datang". Rifky cuma bisa bilang "tenang, kalian tenang saja. dia tidak akan bisa mengganggu kita".

Dan benar saja, hantu tadi cuma bisa mendekati kami namun tidak bisa berbuat macam macam dengan kami. Rifky mencoba untuk berkomunikasi dengan nya. Namun dia tidak merespon sama sekali, beberapa kali Rifky mengajaknya berbicara namun tidak ada jawaban. Kemungkinan  dia tidak mau berbicara dengan kami. 

Setelah itu, dia menghilang...

Jajay: ngeri juga ya mahluk tadi.. dia pengunggu disini ya.
Rifky: iya, rumah ini ada banyak sekali yang mendiami nya. dan dia tadi hanya salah satu dari penghuni ruangan ini.
Jajay: apa maksudnya "salah satu". apa kamu maksud bakalan ada mahluk lain yang akan datang.
Rifky: iya. kalo kita beruntung, malam ini kita bisa ketemu 8 jenis berbeda penunggu ruangan ini. dan kita sudah bertemu dengan salah satunya. 
Rifan: tapi kita bakalan aman kan?
Rifky: aman, selama kita masih ada didalam lingkaran ini.
Rifan: mantap ini.. aku suka kalo begini acara nya. sampai pagi juga kuladenin. 
Rifky: ini, bakar daun ini. 

Rifky memberikan sebuah kulit jeruk kepada Jajay, karena Jajay merokok, jadi dia tentu punya korek untuk membakar. 

Jajay: apa ini.
Rifky: ini daun dan kulit jeruk kering.
Jajay: untuk apa.
Rifky: kulit jeruk kering ini tidak disukai oleh sebagian bangsa jin. jadi mereka akan terganggu dan datang kesini. ada kesempatan kita untuk melihat. meskipun, tentu tidak semua dari mereka, hanya yang tidak suka saja. 
Jajay: kenapa gak pakai kopi pahit kopi manis. aku rasa lebih efektif. 
Rifky: kita bukan para normal, kita bukan mau manggil jin. kita hanya 'sedikit' mengusik mereka supaya mereka menampakan diri. supaya apa yang kita lakukan berbeda dengan cara mereka yang ingin 'bekerjasama' dengan para jin.
Jajay: hmm.. aku kurang paham, tapi ya sudah  lah yang penting bisa ketemu mereka.

Baru saja kulit dan daun jeruk tadi dibakar, langsung datang pocong dengan tatapan mata yang merah menyala ke arah kami. Dia berdiri tegak di hadapan Rifan. Rifan hanya bisa tercengan menatap pocong tadi. Jajay langsung merangkul pinggang Rifan dari belakang karena takutnya Rifan bakalan pingsan lagi.

Rifan: apaan sih kamu jay.
Jajay: jaga jaga kalo kamu hilang kesadaran lagi.
Rifan: lepasin.. sana kembali ke tmpt mu.

Pocong tadi mengelilingi kami beberapa kali dengan melayang dan kemudian menghilang tanpa sepatah kata pun. 

Rifan: haduh.. gugup aku, hampir aja jantung ku copot. Kok malah tiba tiba muncul didepan ku. 
Jajay: mungkin karena kamu yang paling jago diantara kami, jadi dia mau nantang kamu. 

Saat mereka saling berbicara, terlihat samar samar ada yang merayap di dinding. 

Ahmad: eh, apa itu.
Aku: apa..
Ahmad: disana...

Kami semua melihat ke arah yang ditunjuk Ahmad dan ada yang sedang merayap turun di dinding. Dan berlajan merayap mendekati kami dengan tangan dan kaki nya. 

Hantu: buang.. buang..
Rifky: maaf kalau mengganggu. kami hanya ingin melihat kalian sebentar saja, nanti akan kami matikan.
Hantu: buang.. kalo kalian masih tidak membuang benda itu, nyawa kalian yang akan aku buang.

Dia kemudian mencoba menyerang kami, namun dia tidak mampu menembus dinding gaib nya. Dia mencoba mengitari sekeliling kami kemudian menghilang. Sepertinya mereka yang dari tadi berkeliling itu mencoba mencari celah agar bisa merusak pembatasnya.

Beberapa menit setelah dia menghilang, terdengar suara langkah kaki menuju kami. Dan terdengar pula suara "Rifan.. rifan.. kalian disini ya.. mana kunci pintu, ibu mau masuk." Mendengar suara itu, Rifan langsung kaget dan berdiri kemudian berjalan ke arah suara itu sambil mengambil kunci dari kantongnya dan berkata "ini.. ada sama saya..".

Rifky langsung teriak "jangan kesana.. dia bukan bos kalian". Rifan langsung kaget dan berbalik ke arah kami ingin kembali, karena mungkin dia sadar, darimana bu bos tau bahwa kami ada disini. Saat Rifan melangkah balik ke arah kami, tiba tiba dia terserah ke arah belakang menuju kegelapan. 

Ahmad dan Jajay langsung berlari ke arah Rifan di seret. Dan Rifky bergegas menyusul mereka. Aku hanya berdiam di dalam lingkaran tadi sambil berteriak "aku tunggu kalian disini.. takutnya nanti ada yang nyuri barang barang kita"... Dari kejauhan terdengar suara "iya.. kamu tunggu disitu" jawab Jajay..

Setidaknya, aku berada di zona aman hehe.. 

Kemudian, beberapa menit kemudian datanglah kloter jin selanjutnya. Kali ini bukan cuma satu atau dua, rombongan, namun masih satu jenis karena mereka semua sama. Mereka semua menunggangi kuda. Aku gk hitung berapa jumlah mereka. 

Salah satu dari mereka yang ada di depan berbicara kepada ku.

Dia: matikan itu..
Aku: baik.. (aku bergegas menggosok2an nya ke lantai untuk menghilangkan asapnya, karena hanya asap yang ada, api nya gak ada)
Dia: warga kami sangat terganggu dengan bau itu. bangsa kami tidak menyukai bau jeruk. 
Aku: maaf kalau kami mengganggu. kami hanya iseng saja, untuk melihat bangsa kalian.
Dia: lain kali, jangan lakukan itu lagi. karena kami sangat terganggu.
Aku: iya.. sekali lagi saya minta maaf.

Mereka berbalik arah dan menghilang dalam kegelapan. Sedangkan aku masih merasa gemetar. Karena mereka pasukan berkuda lengkap dengan peralatan senjata. 

Lama ditunggu, mereka masih gak ada kabar. Aku sampai bosen nungguin. Karena sudah gak ada lagi mahluk gaib yang datang, yang ada cuma nyamuk yang mulai banyak menggigit. Karena, asap daun jeruk bukan cuma berfungsi utk mengganggu para jin, tp juga untuk mengusir nyamuk. Dan sekarang, sudah di padamkan. 

Kemudian terdengar langkah cepat (orang lari) dari luar. Ternyata Rifky.

Rifky: kita kemasin barang barang.. 
Aku: kenapa..
Rifky: nanti aku ceritain.. kita kemasin aja dulu..

Aku dan dia berkemas, memasujan barang barang ke dalam tas dan Rifky menarik tangan ku untuk cepat meninggalkan tempat itu. 

Sesampainya diluar, aku tanya ke dia.

Aku: mana yang lain..
Rifky: di sebrang. (mksdnya sdh dirumah)
Aku: lah, tega kalian. malah ninggalin aku sendirian bersama para hantu.
Rifky: itu sebabnya, aku kesini lagi balik. karena aku keingetan sama kamu. lagian tadi kamu sendiri yang mau tinggal.
Aku: kan aku jagain barang barang. kalian aja yang bener bener gk setia kawan. (aku salahin aja dia duluan, spya aku gk disalahin krna tadi gk mau ikut nolong rifan hehe)
Rifky: gitu aja marah.. ya udah lah yuk... kita kesebrang dulu.. 

Saat aku masuk ke dalam rumah bakso,  ternyata mereka ada di kamar. Ku lihat Rifan sedang berbarik di kasur dengan celana dalam, karena Ahmad dan Jajay sedang membersihkan luka yang ada di badan nya. Ada di goresan di dada, perut, dekat leher, dekat punggung, di lengan dan di paha nya. 

Aku: kamu kenapa ..
Ahmad: dia tadi terseret ke belakang rumah, disana banyak paku dan bekas botol miras yang pecah. (aku mendengar itu, langsung rasa ngilu, gk kebayang rasanya kena pecahan beling)
Aku: gak kita bawa ke puskesmas aja? kan lumayan dekat.
Ahmad: jam segini gak bakalan mereka layani. nunggu besok pagi aja.. sekarang kita bantu bersihin dulu luka nya pakai kapas dan alkohol, supaya gak infeksi. 

Aku dan Rifky ikut membantu membersihkan darah darah yang mulai mengering di sekitar luka, sedangkan Rifan hanya bisa mendesah kesakitkan. 

BERSAMBUNG...

Komentar