Episode 84 - Rumah Tak Bertuan #14


Sekarang, aku baru tau kenapa mereka disebut Geng Kapak Putih. Ternyata mereka semua bersenjata kapak (gaib) yang berwarna putih bagaikan cahaya yang menyala. 

- Part #14 (Geng Kapak vs Jin Blok B)

Pertarungan mereka pun sangat seru. Aku hanya menonton mereka dari parkiran motor. Di tempat itu, adalah sebuah jalan raya yang punya tiga simpangan dan tak jauh dari situ ada lagi belokan. Jadi, bisa dibilang simpang empat, bisa juga simpang tiga. 

Di dekat simpang 3 ini, ada sebuah tempat yang ditanami banyak bunga, anggap aja itu taman mini. Di sebelah taman ini ada area yang ditumbuhi rerumputan. Mereka kelahi nya disini, bukan kelahi di tengah jalan ya. 

Jika dilihat dari jumlah, pasukan jin ini jelas lebih banyak jumlahnya. Mereka semua berpakaian warna merah dan semua nya memiliki tanduk di bahu. Tidak lama aku berada disana, sudah banyak yang terkapar dari pihak jin. Sedangkan dari para geng kapak putih masih gak ada yang terkalahkan. 

Kemudian, datang lagi pasukan bala bantuan dari pihak jin. Mereka mirip seperti kelelawar sayapnya, datang lebih dari 10 jumlahnya, membantu melawan geng kapak putih. Hanya saja, para geng kapak putih masih bisa bertahan menghadapi mereka walaupun sangat jauh perbedaan jumlah mereka. 

Tiba tiba, pasukan bantuan yang bersayap kelelawar tadi membentuk sebuah formasi dan terciptalah sebuah lubang hitam seukuran gawang sepak bola. Dari portal lubang yang hitam tadi, keluar sebuah cahaya yang terang dari dalam. Melihat cahaya itu, para geng kapak putih juga membuat sebuah formasi dengan menyatukan tenaga dalam mereka. 

Aku gak tau apa yang mereka lakukan, tapi aku menebak bahwa mereka mencoba untuk menghancurkan portal itu, mereka ingin menutupnya agar mahluk yang berada didalam itu tidak keluar. Disaat saat yang sangat menegangkan itu. Tiba tiba terdengar suara bunyi bunyian mobil polisi dari kejauhan. 

Mendengar itu, Rifky langsung berlari ke arah motor dan teriak "Cabut...", kawan kawan nya langsung berlarian menuju ke arah motor dan menyalakan motor nya. Rifky menghampiri ku dan bilang "ayo naik". Aku naik ke motor nya dan dia langsung tancap gas menginggalkan tempat itu, begitu juga teman teman geng nya. 

Ditengah perjalanan, aku bertanya dengan nya. 

Aku: ini kenapa pada kabur.. aku liat kalian belum selesai.
Rifky: ada polisi patroli, bahaya.
Aku: kan cuma polisi. mereka gak liat kalian sedang kelahi juga.. toh mereka gak bisa liat jin. 
Rifky: tapi nanti dikira kita sedang berbuat hal mencurigakan. susah nanti urusan nya 
Aku: misal ditanya, bilang aja sedang latihan bela diri. 
Rifky: bagaimana kalo misal para jin tadi merasuki para polisi itu. akhirnya mereka kerasukan dan menyarang kita. apa kita harus melawan polisi? bagaiamana mungkin. susah nanti urusan nya.
Aku: bener juga. apalagi kalau sampai mereka menggunakan pistol.
Rifky: nah, itu tau. 
Aku: tapi gimana nanti para jin tadi.
Rifky: bisa di urus lain waktu.
Aku: memang nya mereka jin mana. kok bisa sebanyak tadi.
Rifky: aku gak tau juga. aku belum pernah melihat mereka. dan mereka itu bukan yang biasa kami lihat yang biasa ganggu pengendara.
Aku: kalau yang lubang hitam tadi apa. 
Rifky: kurang tau juga. tapi aku rasa akan ada kekuatan besar yang keluar dari sana, mungkin mereka sedang mencoba memanggil pemimpin mereka. itu sebab nya kami berusaha untuk menutup kembali.
Aku: kayanya tadi kalian belum sampai berhasil. tapi sudah kabur. apa gak bahaya kalau mereka meneruskan pemanggilan nya.
Rifky: semoga saja mereka gak jadi. soalnya musuh mereka sudah pada lari.
Aku: iya sih.. mudah mudahan aja. 

Dia terus membawa ku entah kemana. Sampai di sebuah persimpangan, mereka berbelok masuk menuju jalan kecil itu, sepertinya ini jalan menuju tempat sepi. Soalnya pinggir pinggir nya banyak pohon pohonan. 

Rifky: pegangan yang kuat ya.. 
Aku: kenapa..
Rifky: udah.. peluk aja kuat kuat.. kita bakalan ngebut. 

Dan ketika melewati sebuah tugu, mereka semua ngebut. Aku sampai ngeri dibuatnya, aku lihat speedo nya hampir 120. Gila, malam malam gini ngebut kalo kecelakaan gak ketahuan terlempar kemana. Udah gitu tempatnya pepohonan gini pula. Aku cma bisa pegangan erat erat.  Kemudian terdengar dibelakang ada suara beberapa motor yang nyaring mengikuti kami.

Aku gak berani menoleh ke arah belakang karena sangat mengerikan. Aku takut, kalo aku menoleh kebelakang, aku gak bisa memalingkan wajah lagi ke arah depan karena hembusan angin yang sangat kencang. 

Aku: itu ada yang ngikutin dari belakang. kayanya warga sekitar yang marah, lagian kalian malam malam gini malah ngebut. ganggu orang aja.
Rifky: itu bukan warga yang terganggu. itu rampok. mereka biasanya bakalan mintain duit orang yang lewat daerah mereka. apalagi kalau motor dan mobil mewah yang lewat. (mngkin di daerah jawa namanya begal)
Aku: emang nya gak ditangkap polisi ?
Rifky: entahlah. mungkin gak ada yang berani lapor. soalnya daerah ini sepi dan jarang ada orang lewat. 
Aku: ngomong ngomong. kita mau kemana.
Rifky: mau pulang.
Aku: kok lewat sini. perasaan tadi bukan dari sini.
Rifky: ini jalan pintas. nanti masih bisa tembus. kalau kita lewat jalan kita awal tadi, kan ada polisi.
Rifky: bener juga.
Aku: lama gak.
Rifky: lumayan.. dua setengah kali lebih jauh dari jalan semula.
Aku: lama juga.
Rifky: yang penting selamat.

Sampai di sebuah tugu "selamat datang", mereka yang mengejar dibelakang tadi sudah gak ada lagi, sepertinya ini sudah diluar wilayah kekuasan mereka, jadi mereka gak ikut mengejar lagi. Dan Rifky juga sudah mulai memelankan motornya.

Aku: eh, kayanya kita sudah aman.
Rifky: iya, sekarang lepasin pelukan mu. ganggu banget. 
Aku: kan tadi kamu yang nyuruh. malah bilang ganggu.
Rifky: itu kan tadi. takutnya kamu hilang ditengah jalan. sekarang sudah aman. lepasin
Aku: gak mau.. ini ngomong ngomong kita ditempat baru lagi ya. tadi ada tugu selamat datang nya. kayanya beda wilayah dengan yang tadi.
Rifky: iya.. disini sebuah pemukiman lahan kebun sawit. disana ada perkampungan para pekerja sawit. kita nanti singgah sebentar minum minum dulu. 
Aku: kebetulan aku juga haus. 
Rifky: bisa minum juga ya?
Aku: emang nya kamu kira aku jin, gak perlu makan dan minum..
Rifky: hahaha.. kita pulang nya agak malaman gapapa kan.
Aku: iya. santai aja. 

Tidak berapa lama, sampailah disebuah warung remang remang. Dari kelihatan nya saja, aku sudah bisa menebak kalo ini "warung jablay". Mereka semua singgah disitu dan duduk untuk minum. 

Kemudian, keluarlah beberapa gadis cantik dan montok dari dalam menyambut kami. Salah satunya langsung menghampiri Rifky dan menarik tangan nya untuk duduk disebuah bangku dengan nya berduaan.

Sigatel: eh si ganteng datang lagi. kemana aja, lama gak kesini.
Rifky: kebetulan aja lewat sini tadi, jadi mampir. 
Sigatel: alu tu kangen banget sama kamu, malam ini aku temenin kamu sampai puas. malam ini ada banyak kamar kosong. nginap disini kan?
Rifky: gak.. kami cuma mampir sebentar. gak nginap.
Sigatel: kenapa sih kalian gak pernah mau tidur disini.
Rifky: besok temen ku itu (nunjuk aku) mau kerja pagi, jadi harus pulang malam ini.
Sigatel: halah, cuma masalah sepele. kan bisa besok subuh pulang nya, masih sempat kok. atau suruh teman mu yang lain yang nganter dia. kamu tidur disini malam ini.
Rifky: gak bisa. aku yang bawa dia, jadi harus aku juga yang antar dia. 
Sigatel: ya udah deh gapapa kalo gitu. aku temenin kamu minum aja. aku ambilin dulu kedalam. seperti biasa kan?
Rifky: iya.. jangan lama lama ya. 

Entah kenapa, aku jengkel nya sama tu cewek. Karena dia godain Rifky, tapi jangan kalian kira aku cemburu ya.. gila aja... aku jengkel nya karena dia berkata seperti tadi, seolah2 dia berkata "ngapain perduliin teman mu, kita hepi hepi aja ngen*** malam ini, temen mu gk usah di pikirin".

Karena aku gak tahan liat cewe itu kegatelan godain Rifky dan duduk di pangkuan Rifky, akhirnya aku menjauh dari mereka dan duduk ngumpul sama temen temen nya yang lain. 

Para gadis tadi datang dari dalam membawakan beberapa gelas dan botol yang airnya berwarna seperti air kencing. Anjay, ternyata miras cok 😆. Aku kira ini warung kopi.. Kurangajar si Rifky, pantes aja di jalan tadi dia bilang "bisa minum juga?". Aku kira dia ngomong gitu karena becanda, ngejekin aku karena kehausan, ternyata beda maksud nya. 

Musik DJ juga dihidupkan di salon dengan musik DJ andalan khas kalimantan, yaitu DJ Agus dan DJ Fredy, jadi nya seperti sedang berada di diskotik. 

Mereka semua menikmati minuman mereka sambil teriak teriak mengiringi asiknya musik. Salah satu dari geng kapak menoleh ke arah ku yang dari tadi aku gak ikut minum, cuma makan tahu isi dengan sebotol aqua dihadapan. Dia nyamperin aku.

Dia: eh, gak minum? 
Aku: gak.. minum ini aja.
Dia: udah.. gak usah malu malu.. yang bayarin nanti rifky, santai aja.
Aku: aku gak minum..
Dia: maksud mu kamu gak bisa minum ya?
Aku: iya..
Dia: oh.. maaf ya.. aku gak tau soalnya. 
Aku: iya.. gapapa.

Kemudian dia kembali bergabung dengan teman nya di pojokan. Dia ngomong kepada salah satu teman nya yang sedang joget joget dibawah salon dengan segelas air di tangan. "eh, panggil alex, suruh temenin dia. kasian tuh sendirian". 

Dia berjalan ke arah seseorang yang disebut "alex" tadi yang mana dia sedang main biliard sendirian. Entah dia ngomong apa berdua, kemudian Alex tadi nyamperin aku. 

Alex: sendirian.. gak minum?
Aku: gak.. gak bisa..
Alex: oh. 
Aku: kamu sendiri? dari tadi aku liat cuma main sendiri. gak minum ?
Alex: sudah berhenti. 
Aku: oya?
Alex: aku kadang muntah darah kalo minum. kata dokter paru paru ku bermasalah. jadi harus berhenti.
Aku: oh.. untung gak sampe mati.
Alex: kok ngomong gitu.
Aku: hehe.. becanda..
Alex: haha.. kamu ini.. daripada disini, mending kita main disana aja. temenin aku. 

Datanglah satu orang gadis menghampiri kami.

Siganjen: cowo manis, mau kemana. 
Alex: mau main..
Siganjen: duduk sini dulu, aku temenin minum sebentar.
Alex: gak.. kamu temenin mereka aja. 
Siganjen: gak usah buru buru gitu lah. santai sini minum sebentar, gak baik lho cowo duduk berduaan, mending minum sama aku, aku temenin kalian hepi hepi (dalam hati ku "emang bener, kalo lagi berduaan, yang datang ketiga pasti setan"). ini temen mu, sepertinya baru liat. anak baru ya.
Alex: iya, kebetulan ikut kami.
Siganjen: minum sini sama aku yuk. 
Aku: maaf kak, aku gak minum.
Siganjen: haha.. cowok kok gak bisa minum. sini aku ajarin. nanti kamu pasti ketagihan. 
Aku: gak kak. makasih... 
Siganjen: ayolah. coba sedikit aja.. aku yang tuangin deh. 
Aku: gak.. 
Siganjen: cowok kok gak bisa minum. gak jantan banget.. sini aku yang suapin. (sambil menuangkan air dan menyodorkan ke aku)
Aku: gak ka.. aku minum ini aja. (sambil dalam hati ku berkata "gila lu, bilang aku gak jantan. sini lu rebahan di lantai. biar aku ksh tau gmna rasanya kejantanan ku" haha)
Alex: udah lah,, kamu temenin mereka aja. jangan ganggu kami. kami mau main dulu.

Kemudian aku dan Alex ke bilyar, dan cewe tadi gabung ke mereka yang sedang minum minum. 

Alex: sebentar ya.. aku mau kencing dulu.
Aku: oke..

Dia keluar sebentar ke arah bawah pohon dan setelah itu dia kembali dengan lari lari.

Aku: kenapa lex.
Alex: gawat.. kayanya kita di ikutin.
Aku: penjaga jalan tadi ikutin kita? bukan nya sdh balik pas di perbatasan tadi.
Alex: bukan.. tapi yang di "blok b".
Aku: jin yang tadi kalian serang?
Alex: bener. aku liat tadi ada di atas rumah ini.

Aku dan Alex kemudian menghampiri teman teman dan bilang.

Alex: ki.. bahaya.. ada yang ngikutin kita.
Rifky: serius?
Alex: bener.. dia sedang ada di atas.
Rifky: wah.. bahaya..
Sigatel: maksud mu, bahaya apa nih bang ganteng.. kami disini sudah ada surat izin. jadi kalian gak perlu takut kalo ada razia polisi.
Rifky: lebih bahaya dari polisi. 
Sigatel: makanya, kalian tidur disini aja. pulang malam emang bahaya. aku jamin kalian bakalan kami kasih servis terbaik. terutama buat mu. 

Tiba tiba di dalam ada yang teriak teriak sambil lari ke depan.

Cewe: tolong.. tolong.. 
Siganjen: ada apa ning.. (mingkin namanya ningsih,  ningrat, bening, atau kuning)
Cewe: desi didalam kesurupan. dia ngamuk.
Siganjen: ayo kita liat..

Mereka para gadis masuk ke dalam, kami juga ikut masuk ke dalam mau liat. Ternyata  ada cewe yang sedang nempel di dinding. Dia berkata "kalian semua.. kita selesaikan masalah kita disini sekarang juga."

Rifky: apa maksud mu.
Desi: kalian sudah mengusik ketenangan ku.
Rifky: kami gak pernah mengusik mu. kan anak buah mu sendiri yang manggil kamu, bukan kami. jadi kalo mau marah, marah aja sama anak buah mu. kami justru ingin menggagal kan mereka yang ingin memanggilmu.
Desi: gak usah banyak tingkah kamu.

Kemudian dia langsung menyerang ke arah Rifky, namun Rifky dapat menghindari serangan gaib nya. Desi kemudian turun dari dinding dan mencoba menyerang Rifky kembali dengan kekuatan gaib. Rifky pun membalas nya dengan serangan juga. Benda benda disekitar situ jadi bergetar. 

Teman teman Rifky kemudian mengamankan para "gadis sejuta umat" itu dengan menyuruh mereka untuk menjauh dari ruangan ini karena bahaya.

Kemudian 3 teman Rifky ikut membantu, dan Alex masih ada didekat ku.

Alex: kamu disini aja.. 
Aku: kamu gak kesana bantu mereka.
Alex: sepertinya mereka masih sanggup. aku disini aja, takut kamu kenapa kenapa. nanti aku yang dimarahin rifky karena gak jaga teman baru nya.

Mereka berempat mencoba menyerang Desi, tapi mahluk yang ada di dalam tubuh Desi sepertinya sangat kuat, tidak mudah untuk dikalahkan. Rifky dan teman teman nya mengeluarkan senjata andalan mereka, yaitu kapak yang bercahaya itu. Mereka mencoba menyerang Desi, namun semua serangan mereka dapat dihindari oleh Desi. 

Salah satu dari teman Rifky melemparkan kapak nya ke arah Desi, namun dia berhasil menghindari serangan itu dan ditangkap nya kapak itu, kemudian dilemparnya kembali ke arah yang menyerang nya dan mengenai tangan. Rifky yang melihat teman nya terluka, langsung kaget dan bilang "kamu gapapa..", dia jawab. "gapapa, cuma luka sedikit". 

Desi dengan sombong berkata "hanya segini kemampuan kalian?". Mendengar perkataan nya, mereka tampak nya sangat geram karena diremehkan. Rifky dan teman teman nya kemudian duduk bersila dan menggabungkan kekuatan untuk menyerangnya bersamaan. Sebuah energi bagaikan petir menyambar ke arah Desi dan membuatnya tersentak, dia membalas serangan itu dengan sebuah serangan bola api dan membuat geng kapak terpental. 

Mereka menggabungkan kapak yang mereka pegang menjadi satu dan kapak tadi berubah menjadi sebuah busur dengan 7 anak panah. Semua anak panah nya bercahaya. Desi menyerang mereka dengan beberapa bola api dan Rifky melepaskan anak panah nya. 

Bola bola api yang terkena anak panah tadi pecah di udara dan ada dua anak panah yang berhasil melesat mengenai Desi. Satu di dana dan satu di leher. Melihat ada anak panah yang mengenai target, Rifky kembali membidik nya seolah olah tidak ingin memberikan kesempatan kepada Desi untuk menyerang balik. 

Tembakan panah yang kedua, 4 anak panah berhasil mengenai lagi dada Desi. Rifky kembali menyerang nya dengan brutal sampai beberapa kali, membuat Desi tak sanggup lagi untuk menagkisnya. 

Dalam beberapa kali serangan berikutnya, sudah banyak anak panah menancap di tubuh Desi, di bagian dada dan perut sudah tak terhitung banyaknya, sedangkan di leher ada 4 yang menancap. Kalian gak usah mikir "apa gak rusak susu nya desi kena banyak panah". Ya gak lah.. itu kan cuma benda gaib, yang kena cuma yang merasuki nya, bukan beneran nancap di badan nya Desi. 

Dia sepertinya gak mampu lagi menahan kesakitan dan lumpuh tersungkur ke lantai. Mereka kemudian mengikatnya dengan sebuah rantai gaib.

Rifky: cepat, keluar dari badan ini.
Desi: kalian gak akan sanggup untuk mengeluarkan ku. meskipun kalian melukaiku, kalian tidak akan bisa mengalahkan ku. aku adalah penguasa **sensor**, aku yang terkuat di **sensor**.

**nama wilayah kerajaan nya di rahasiakan, karena setelah ditelusuri secara gaib oleh rifky, tempat itu adalah sebuah desa yang mana warga nya menganggap bahwa dia ini adalah dewa hujan. sering memberi persembahan jika sedang musim kemarau.**

Dan memang, dia ini kelihatan nya seorang penguasa, terlihat dari pakaian nya seperti pakaian seorang pemimpin. Dia punya mahkota dikepala nya dan berpakaian berwarna hijau tua, kuning dan kebiru biruan. 

Rifky: kamu sudah kalah begini, masih gak mau mengalah. cukup keras kepala juga kamu ya.
Desi: kalian hanya anak muda yang kebetulan beruntung bisa melukaiku karena aku lengah. kalo kalian beri kesempatan untuk bertarung kembali, kalian pasti akan kalah.
Rifky: kalo kamu ku lepaskan. paling paling kamu akan kabur karena takut kami kalahkan lagi.
Desi: lancang juga mulut mu. 
Rifky: cepat, kamu keluar dari sini atau kami yang paksa mengeluarkan kamu.
Desi: aku tidak akan pergi dari sini.

Rifky mencoba menariknya keluar namun tidak berhasil. Para teman nya juga mencoba membantu untuk menariknya keluar namun masih tidak sanggup. Dengan sombongnya dia tertawa "hahaha.. sudah kubilang, kalian tidak akan bisa mengeluarkan ku dari sini. walaupun kalian panggil orang orang martapura, mereka tidak akan sanggup."

Mendengar perkataan itu, Rifky kelihatan nya mulai emosi. Tau sendiri lah, kalo sudah bilang "martapura", itu artinya menyinggung para ulama kalimantan. Karena kota Martapura jadi pusatnya para ulama dan ilmu agama di kalimantan. Hampir semua ulama di Kalimantan sekarang ini, pernah menimba ilmu di Martapura, atau pernah berguru dengan seorang guru yang pernah menimba ilmu disana. Dan kebanyakan nya, para ulama besar disana bukan cuma manusia yang ikut menimba ilmu, bahkan banyak para jin yang ikut menimba ilmu, baik itu ikut belajar dipesantren, maupun belajar di majelis. Dan para murid yang jin ini siap menjaga tuan guru nya jika ada serangan dari dunia gaib, entah itu santet maupun guna guna. Walaupun si ulama itu sendiri tidak perlu dan tidak mengharapkan pertolongan dari jin. Namun, itu salah satu bentuk kesetiaan murid terhadap sang guru. 

Rifky menyuruh salah satu teman nya untuk mencari kelemahan nya. Rifky kembali mencoba beberapa kali untuk menarik nya keluar dan teman nya tadi terus mencari kelemahan nya. Sampai suatu ketika dia berbisik kepada Rifky, kemudian oleh Rifky dicabut sebuah mustika yang ada di mahkota nya itu dan Desi langsung berteriak kesakitan. 

Rifky: ternyata, disini kelamahan mu.
Desi: cepat, kembalikan mustika ku. 
Rifky: gak bakalan. kamu tadi berkata dengan sombong hanya mengandalkan mustika ini. baru kami yang kamu hadapi, tapi sudah kalah, apalagi sampai ulama dari martaputa, mungkin kamu sudah hangus terbakar. 

Rifky menghancurkan mustika itu dan dia berteriak kesakitan, kemudian dengan mudah dia bisa dikeluarkan dan dilemparkan oleh mereka ke arah yang sangat jauh, entah hilang nya kemana. 

Setelah itu, semua urusan selesai dan kami pamit pulang, para cewe tadi awalnya menahan kami dan nyuruh Rifky untuk tidur malam itu, alasan  nya takut kalau ada yang kesurupan lagi, bahkan bilang akan ngasih layanan full servis semalaman dan gak usah bayar asalakn mau tidur malam ini. Sepertinya tu cewe sangat ingin menikmati tubuh Rifky. Tapi aku bilang ke Rifky untuk pulang aja. 

Rifky mengiyakan permintaan ku dan memilih untuk tetap pulang, cewe tadi kelihatan nya sangat kesalah dengan ku karena Rifky lebih dengerin aku daripada dia. Kami pulang malam itu dan bener aja, terasa sangat lama baru sampai dibanding berangkatnya. 

Setelah sampai didepan rumah Rifky, dia ngajakin aku untuk nginap dirumah nya aja untuk malam ini, subuh nanti baru dia antar aku untuk pulang. Mendengar ajakan Rifky, Doni bilang katanya juga mau nginap ditempat Rifky, karena sudah terlalu malam takutnya dia dimarahin dan gak dibukain pintu. 

Rifky: gak usah banyak alasan. pulang aja sana. rumah mu kan dekat don. 
Dony: ayolah. perasaan, selama kita berteman ini, aku dan teman teman yang lain gak pernah kamu bolehin nginap dirumah mu. cuma ayu, dan alex yang kamu bolehin, dan sekarang dia. 
Rifky: kan wajar, ayu pacar ku. alex sepupu ku.
Dony: dia ? (nunjuk aku)
Rifky: aku lagi males nganterin dia. 
Dony: kalo gitu aku yang antar dia pulang.
Rifky: udah lah. kamu pulang aja.. aku ngantuk. gini aja, nanti misal kamu gak dibukain, kamu sms aja aku. nanti aku bolehin kamu nginap disini.
Dony: oke. janji ya?
Rifky: iya.. janji..

Dony pun pulang kerumah nya dan gak ada kembali lagi malam itu, mungkin orang tuanya belum tidur jadi masih dibukain pintu. Sedangkan aku, aku tidur bersama Rifky di kamarnya malam itu dan aku kaget ketika tidur dikamarnya, dan mengetahui nafsu terpendam Rifky yang sebenarnya. 

...BERSAMBUNG...

Komentar