Mendengar berita itu, aku jadi bertanya tanya, apa ini ada hubungan nya dengan bola api yang ku lihat tadi malam ?
- Part #17 (Ternyata... Benda Pusaka)
Dikarenakan hari itu libur kerja, gak ada kegiatan siang itu. Jadi, aku bisa mainin hape baru ku. Nyobain beberapa game. Hampir setengah harian aku cuma rebahan di depan tv sambil asik mainin hape.
Sampai tiba waktu tengah hari, kami pergi untuk melayat karena rencana nya akan di sholatkan setelah sholat zuhur, di masjid terdekat. Aku berangkat kesana barengan dengan orang orang barak. Sampai di masjid, sudah banyak orang ngumpul, dan ku lihat di bagian pojok ada geng kapak, dan tentunya ada "abang Rifky" hehe.
Setelah selesai, kami di undang untuk kerumah duka dulu sebagian untuk membacakan doa doa sebelum keberangkatan menuju pemakaman, sedangkan sebagian nya tinggal di masjid bersama jenazah sambil nunggu mobil pemakaman datang menjemput.
Setibanya aku dirumah duka, hawa nya sangat terasa panas sekali. Bukan karena efek dari banyak orang berkumpul hingga kurang oksigen, bukan pula efek dari panasnya siang hari. Tapi karena ada hawa mistis didalam nya. Aku mencoba melihat lihat disekitar, ternyata di salah satu pojok dinding ada se ekor belalang yang besar, sayapnya seperti daun singkong. Belalang ini sumber hawa panas nya. Aku gak tau, entah apa maksud dari keberadaan mahluk yang menjelma menjadi belalang ini.
Selesai acara doa doa, kami kembali lagi ke masjid, karena jaraknya tidak terlalu jauh, jadi sebentar aja bolak balik jalan kaki. Di masjid, masih belum terlihat ada mobil jenazah, sepertinya pemakaman nya belum siap. Sekitar setengah jam nunggu, datanglah mobil jenazah dan membawa jenazah menuju pemakaman.
Warga yang bawa motor, mereka ikut mengiringi ke pemakaman, sedangkan yang jalan kaki, pulang kerumah masing masing, termasuk aku. Saat tak jauh aku berjalan meninggalkan masjid, datang Alex dibelakang.
Alex: gak ikut ke pemakaman ?
Aku: gak.. aku jalan kaki, terlalu jauh. nanti aku sampai kesana. orang orang sudah selesai.
Alex: sini ikut sama aku, kebetulan aku gak ada temen.
Aku: boleh..
Aku ikut sama Alex menuju area pemakaman. Dijalan, Alex bercerita bahwa yang meninggal itu om nya Diki, salah satu anak geng kapak putih. Dia meninggal karena kena guna guna. Mendengar ini, aku jadi semakin yakin bahwa yang ku lihat tadi malam itu ada kaitan nya dengan kasus ini, dan aku jadi semakin ngeri dengan kampung ini, main nya pakai cara halus.
Kata Alex, istri nya yang meninggal bilang bahwa sebelum meninggal, dia sempat mengalami kejang kejang dan teriak teriak sakit dan panas dibagian perutnya. Mereka mengira sakit maagh, sudah di kasih obat tapi gak ada perubahan, kemudian dipanggilkan dokter dan tidak ada ditemukan penyebab nya. Hanya saja, tekanan darahnya naik hampir menyentuh angka 200.
Sebenarnya wajar sih, karena jika seseorang merasakan kesakitan, tensi darah akan naik drastis apalagi sakit yang di tahan. Tidak berselang lama, dia muntah darah dan hidung serta matanya mengeluarkan darah. Kemudian, beberapa saat setelah itu dia meninggoy.
Dokter mengatakan, dia meninggal akibat tekanan darah yang begitu tinggi hingga membuat jantung tidak normal, pembuluh darah pecah dan mengakibatkan darah keluar dari mata serta hidungnya.
Memang, ini bisa dijelaskan secara medis, namun yang membuat kematian ini janggal adalah dibagian perutnya terlihat membiru dan ada bekas seperti jari, seolah olah perut nya seperti di remas dengan kuat.
Alex juga bilang, bahwa merasakan kehadiran mahluk asing dirumah itu, dia curiga bahwa mahluk itu masih mengincar orang rumah karena dia belum pergi. Aku rasa, yang dia maksud adalah mahluk yang menjelma menjadi belalang tadi.
Sampai di pemakaman, kami mengikuti prosesi pemakaman sampai selesai, kemudian kembali lagi ke rumah untuk melakukan pembacaan doa doa. Aku duduk disebelah Alex, dan dia sempat menunjuk ke arah dinding, dan itu adalah belalang yang aku maksud.
Selesai itu, aku di antarkan pulang oleh Alex. Sampai di barak, aku suruh aja sekalian Alex untuk mampir sebentar, karena selama ini dia cuma nganterin diluar, gak pernah ku ajak masuk. Dia masuk dan ngobrol diluar dengan Amie, Yanto dan Pak Darto.
Aku masuk ke dalam untuk ganti baju, dan ada Dani menegur ku.
Dani: ganti baju?
Aku: iya..
Dani: ganti baju aja?
Aku: iya.. kenapa..
Dani: mandi sana, habis dari pemakaman banyak yang ngikutin ke rumah, bawa mandi sana dibersihin dulu setan setan nya.
Aku: tahayul aja.
Dani: mandi aja sana..
Aku: iya deh..
Aku kemudian mengambil handuk dan sabun mandi kemudian keluar untuk pamitan sama Alex mau mandi, kalo gak ngasih tau, nanti dia kelamaan nunggu.
Aku: lex, aku mau mandi dulu.
Alex: kalo gitu, aku pulang dulu ya, kebetulan ngantuk mau tidur.
Kemudian aku terpikir "manfaatkan segala kesempatan", mumpung ada Alex hehe.
Aku: mumpung kamu disini, sekalian aja anterin aku sebentar ke empang, toh kamu mau pulang, nanti beloknya dari sana aja sekalian bawa aku, hehe, gapapa kan.
Alex: ya udah lah.
Kemudian dia nganterin aku ke empang, sampai disana, aku kemudian mandi. Beberapa saat ketika aku mandi, aku liat ada Alex masih duduk di bangku bawah pohon.
Aku: sini lex, mandi.
Alex: gak usah.
Aku: ayolah.. nanti aku sabunin deh hehe.
Alex: ada ada aja. males aku mandi, nanti pulang nya aku pakai apa, masa basah basahan.
Aku: kamu mandi telanjang aja kan bisa, nanti pake baju itu lagi, lagian gak ada orang disini, aman.
Alex: gak lah, gak biasa aku mandi kaya gitu.
Aku: ya udah. trus kamu kalo gak mau mandi, ngapain disitu.
Alex: nungguin kamu.
Aku: ngapain, aku kan mandi.
Alex: tadi katanya minta temenin.
Aku: ya gak gitu juga, aku cuma minta anterin sampe sini aja. bukan minta tungguin dan di antar pulang lagi.
Alex: aku... aku kirain sama diantar pulang juga.
Aku: ya gak lah. ngapain, kan dekat. lagian aku bukan anak kecil yang harus di tungguin kalo mandi.
Alex: kalo gitu, aku pulang dulu ya.
Aku: iya..
Alex: huuuhh.. nyusahin aja, kalo tau gitu, dari tadi aku pulang, bukan panas panasan disini.
Aku: hahaha. kamu nya aja yang kagentelan nungguin orang mandi.
Selesai mandi, aku pulang dan lanjut main game lagi. Aku bawa tikar ke bawah pohon di samping barak, aku tiduran dibawah situ karena suasana nya sangat sejuk. Kemudian gak lama setelah itu datang Ayu.
Ayu: asik main?
Aku: iya, kenapa ay.
Ayu: sebenernya, ada yang mau aku omongin.
Aku: ngomong apa, ngomong aja, asal jangan bilang suka sama aku aja. (blak blakan aja aku ngomong karena lagi main game wkwk)
Ayu: yah, terlalu pede.
Aku: hehe. emangnya kenapa sih. aku lagi main game ini. jangan diganggu.
Ayu: kamu kan sekarang punya mainan baru di hape. mainan lama mu masih dipakai gak.
Aku: yang mana.
Ayu: kucing kecil yang dikamar.
Aku: oh, patung itu. ambil aja.
Ayu: beneran?
Aku: iya, lagian itu benda dari alam kalian. kalo kamu mau ambil aja, terlalu berat kalo dibawa pulang nanti. gak sesuai sama bentuknya yang kecil.
Ayu: bener ya. awas kalo bohong.
Aku: iya. beneran.
Ayu: janji gak bakalan diambil lagi?
Aku: iya, janji. lagian aku bukan anak kecil yang masuk suka mainan boneka.
Ayu: oke.. aku pergi dulu.
Kemudian dia hilang dan aku lanjut main game. Hari itu gak ada kejadian mistis jadi berlalu seperti biasa aja. Sampai ketika malam hari nya.
Sekitar jam 8 malam, aku keluar mau cari angin, terlihat ada Ayu duduk di bawah pohon sambil memandangai "mainan" baru nya yang baru dia pinta dari ku. Aku samperin dia.
Aku: lagi apa.
Ayu: santai aja.
Aku: dari tadi kayanya liatin patung ini. suka kucing ya.
Ayu: aku lagi cari tau cara pakai nya.
Aku: emang nya ini bisa dijadikan apa. apa dia bisa menyala.
Ayu: ini bukan patung sembarangan. ini senjata rahasia. coba kamu lihat dibawah ini.
Dia memperlihatkan sebuah tanda seperti bunga kristal di bawah patung itu.
Aku: itu apa.
Ayu: ini benda buatan "patih agung".
Aku: siapa dia ?
Ayu: gak ada yang tau siapa nama sebenarnya. kami hanya menyebutnya sebagai patih agung.
Aku: kalo gak tau, terus apa hebatnya dia.
Ayu: justru karena dia hebat, sulit untuk diketahui. hanya sebagian kerabat kerajaan saja yang tahu ceritanya dan hanya petinggi kerajaan yang pernah bertemu dengan dia.
Aku: berarti, kamu ini termasuk yang mana?
Ayu: aku masih ada darah anggota kerajaan, jadi masih bisa dibilang kerabat dan tau sedikit kisah tentang dia.
Aku: nah, ceritain dikit donk. biar aku gak penasaran
Ayu: maskipun aku bukan orang yang tinggal dikerajaan, tapi punya keluarga yang jadi anggota kerajaan. menurut cerita keluarga kami, di kalimantan ini ada sebuah kerajaan gaib yang sangat misterius, bahkan kami bangsa jin pun jarang ada yang tau. mereka punya 6 patih agung yang tidak pernah berada dikerajaan, kecuali untuk urusan penting.
Aku: maksud mu, dia gak mau kerja ?
Ayu: eh, jangan sembarangan. dia itu bertugas diluar kerajaan. mereka ini 4 dari bangsa jin dan 2 dari bangsa manusia. mereka terpencar dan mengelana diberbagai tempat di kalimantan, menjaga keamanan alam jin. mereka tidak pernah menampakan diri. jika mereka sampai menampakan diri, berarti di tempat itu sedang ada target yang ditugaskan untuk dibasmi. besar kemungkinan akan terjadi perang.
Aku: terus. apa hubungan nya dengan benda ini.
Ayu: mereka ini punya keahlian berbeda dalam berperang. dua keahlian yang aku ketahui dari cerita keluarga ku adalah ada satu yang bisa memanggil hujan dan petir, satu nya pandai dalam membuat senjata. setiap benda yang dibuatnya, adalah benda pusaka.
Aku: jadi.. maksud mu patung mungil ini salah satunya?
Ayu: benar... dia tidak pernah membuat benda yang tidak bermanfaat.
Aku: kalo emang ini senjata pusaka, kenapa malah dia menyamar jadi penjual dipasar dan menjual untuk sembarang orang. apa gak mubazir.
Ayu: jangan salah, itu salah satu trik rahasia nya. jika dia berjualan disuatu tempat. itu artinya tempat itu sedang ada satu atau sekelompok jin yang berbahaya. dia menjual senjata itu agar para warga memilikinya. jadi, ketika tempat itu terjadi peperangan, para warga bisa melindungi diri dengan senjata sakti yang dibuatnya. senjata ini akan melindungi tuan nya sendiri dari bahaya. itu salah satu kehebatan yang dia miliki.
Aku: kalo bener yang kamu bilang. aku gak jadi ngasih kamu lah. kan lumayan misal ada yang mau jahatin aku, aku gak perlu turun tangan, ada kucing mungil ini. nanti, apa dia berubah jadi sebuah benda seperti pedang, tombak, atau berubah jadi kucing?
Ayu: kalo itu. aku masih belum tau, makanya lagi mikirin cara untuk membuatnya berfungsi.
Aku: gimana kalau aku hajar kamu aja, siapa tau dia aktif.
Ayu: eh.. ya jangan. mana bisa begitu. kalo gak berfungsi gimana.
Aku: hehe.. becanda.. ini, berarti bakalan ada perang di desa yang kami singgahi waktu itu?
Ayu: kemungkinan besarnya sih, begitu.
Aku: bahaya juga ya. untung nya waktu itu kami cuma sebentar kesana, gak lama lama.
Ayu: iya, kalian beruntung, dan lebih beruntung lagi bisa beli benda pusaka meskipun kalian tau kegunaan nya.
Aku: nanti, misal kamu sudah tau cara pakai nya, kasih tau aku ya, aku penasaran benda kecil ini bisa apa aja.
Ayu: oke..
Aku: kalo gitu aku masuk dulu kedalam.
Aku masuk ke dalam, dan malam itu aku gak jalan jalan lagi. Dan saat tiba waktunya tidur, Ayu datang lagi disebelah ku dan menemani aku tidur. Untungnya, dia cuma jin, kalo beneran manusia, bisa khilaf aku hehe.
Beberapa hari selanjutnya, gak ada kejadian spesial. Aku gak ada ketemu sama Rifky dkk, begitu juga Ahmad dkk. Karena aku beberapa malam gak keluyuran. Dan setiap malam, Ayu selalu setia menemaniku tidur.
Setelah berlalu beberapa malam, aku ke tempat bakso untuk beli bakso karena sudah lama rasanya gak makan disana, sekalian mau nanyain gimana kabar Rifan dan rencana ke rumah kosong nanti. Sayangnya, saat itu ada bos nya dan mereka bermalam, tidak pulang ke rumah, jadi rencana untuk ke rumah kosong di tunda dulu sampai bu bos kembali kerumah, soalnya, mereka (suami-istri) sedang bertengkar.
Nah, siang nya itu aku gak kerja lagi karena kata pemilik bangunan itu tidak boleh melakukan pekerjaan pada tanggal itu. Yah, sejenis pamali gitu lah, itu sudah tradisi dari keluarga mereka, jadi kami libur untuk hari itu.
Kebetulan, hari itu sekitar jam setengah 9 ada sms dari "Abang" yang isi nya ngajakin untuk jalan jalan ke bukit dikota Palangkaraya. Pas banget, mumpung aku lagi gak kerja jadi ada kesempatan untuk ikut jalan jalan. Dan Rifky bilang mereka akan pulang sebelum matihari terbenam, soalnya bakalan ada geng kapak merah yang ikut, jadi gak enak kalo bawa anak gadis orang sampe malam. Mereka ini, adalah empat cewek yang juga bagian dari geng nya Rifky, hanya saja mereka khusus cewek isi nya. Mereka masih satu perguruan PSTD dengan geng kapak putih, dan mereka juga punya senjata kapak.
.... BERSAMBUNG ....
Komentar
Posting Komentar