Tengah hari itu, kami turun lagi kebawah untuk mengantar para ladies karena mereka mau pulang, dan kami masih berada di sana sampai sore hari.
- Part 19
Mohon maaf karena lama gak ada kabar, hape ku sempat rusak dan pecah dan di servis, jadi lama nunggu nya. Soalnya aku login di aplikasi Kaskus, jadi perlu nunggu hp normal baru bisa akses Kaskus lagi.
Saat masih berada di parkiran, kami ngobrol sebentar dan salah satu dari kami, yaitu Agus, mengungkapkan sebuah kata.
Agus: gimana kalau kita turun ke lereng, disebelah sana tadi aku lihat banyak kain kuning yang ada penunggu nya.
Bardi: boleh.. kebetulan aku juga sudah lama pengen kesana, beberapa kali selalu gagal.
Agus: mantap, kalian yang lain gimana.
Doni: aku sih ayo aja.
Aku: aku juga, tergantung alex, kalo alex ikut, aku ikut juga, karena aku cma nebeng.
Agus: yang lain?
Alex: aku ikut, kak ketua gimama?
Rifky: kalo kalian semua kesana, aku juga harus kesana. gak mungkin pulang sendirian. tapi bahaya gak nih.
Agus: tenang aja, tadi kami berempat sudah melihat kebawah, dibawah sana kayanya gak ada orang, mungkin karena terlalu banyak rumput dan semak, serta susah untuk di jangkau.
Rifky: boleh..
Agus: aku sudah lama mau liat mereka, kelihatan nya, mereka itu kelompok yang suka mengganggu para pengunjung. sekali sekali kita kasih pelajaran.
Rifky: kebetulan sudah lama rasanya tangan ini gak digunakan untuk mukulin orang. kapan berangkat ?
Agus: kalo kalian setuju, kita lansung berangkat sekarang aja, cepat selesai, cepat juga pulang nya.
Kami kembali lagi keatas menaiki gunung, dan di bagian jurang nya, ada sebuah jalan kecil menuju ke bawah, penuh dengan semak dan sepertinya jalan ini mungkin jarang di lalui oleh manusia, terlihat dari kondisi nya.
Kami semua turun kebawah dan disana terdapat beberapa rumah rumahan kecil (tempat sesajen) yang di balut dengan kain kuning. Dan juga terdapat beberapa mahluk gaib dari berbagai jenis. Namun, yang paling dekat adalah bangsa kelabang dan bangsa ular kepala tiga yang punya aura pembunuh sangat besar.
Sebenernya, gak ada istilah "aura pembunuh" sih hehe, hanya saja aku liat dia yang bentuknya paling abstrak, kalo di alam manusia mungkin seperti preman, jdi anggap aja itu orang jahat wwkwk.
Di setiap rumah sesajen tadi di tunggu oleh beberapa jin berbeda. Agus mengambil kapak yang ada dipunggung nya dan melemparkan ke salah satu tempat sesajen itu dan mengenai salah satu bangsa jin dari jenis ular kepala tiga.
Dia langsung marah dan menyerang ke arah kami. Mereka anak anak geng langsung mengeroyok nya, sudah bisa ditebak, tentunya yang sendiri kalah.
Datang lagi dua jin yang mencoba menyerang kami, Diky dan Alex maju membantu Agus menghadapi mereka. Pertempuran mereka semakin seru. Apalagi ketika Rifky memerintahkan mereka untuk membuat sebuah perisai.
Mereka membuat sebuah perisai karena ditakutkan makin banyak jin yang datang menyerang. Dengan begini, jin lain gak bisa datang dan membantu karena sudah dibuat sebuah pembatas. Jadi, hanya mereka bertiga yang berada didalam ini yang melakukan perkelahian, sedangkan diluar hanya bisa menonton.
Ular kepala tiga ini cukup ngeri, dia bisa menyemburkan senjata kecil kecil seperti jarum. Sedangkan dua jin lain nya yang dari bangsa kalajengking menggunakan pedang sebagai senjatanya.
Ini, jangan kalian kira bentuknya seperti kalajengking dan ular lho ya. Mereka ini bentuknya seperti manusia, punya badan, tangan, kaki, kepala, bukan seperti binatang. Hanya saja seperti yang ku bilang tadi, bentuknya abstrak, gak karuan.
Yang kalajengking itu punya ekor lancip dan enam tangan, sedangkan yang ular tadi kepala nya ada tiga sisi berbentuk ular. Kalo kalian pernah nonton krisna di antv, mirip dewa brahma yang punya empat sisi kepala, tapi yang ular ini hanya tiga sisi, bukan tiga biji, dan berbentuk ular. Tapi ini bukan ngata ngatain dewa brahma lho ya, hanya gak kepikiran aja apa yang bisa dicontohkan, jadi mohon maaf sebelum nya hehe.
Mereka saling berkelahi, Alex sempat terkena semburan jarum dari ular itu dan mengenai bahu nya, langsung berasap di bekas yang terkena. Alex menjadi brutal dan membabi buta. Dengan beberapa jurus dan tenaga dalam, dia sudah bisa membuat ular kepala tiga tadi tersungkur ke tanah.
Tanpa tanggung tanggung, dia langsung menunggangi ular tadi di bagian dada dan menghajar nya. Bahkan, dia sempat memotong salah satu tangan si ular kepala tiga tadi dan dia teriak teriak minta ampun. Melihat hal demikian, Rifky dan yang lain nya menangkap Alex yang mulai lepas kendali dan mencoba menenangkan nya ke pinggir. Ular kepala tiga tadi di ikat dengan rantai gaib.
Rifky: lex.. kamu kenapa lex.. kan kita hanya sekedar olahraga, bukan ingin membunuh.
Alex: iya, maaf maaf, aku khilaf, kalian lanjutin aja, aku mau istirahat disini dulu.
Aku berjalan ke arah Alex dan menemani nya duduk di samping. Jujur, aku juga sampai ngeri melihat kejadian tadi. Alex melepas baju nya dan bagian bahu yang terkena jarum tadi membekas seperti luka bakar, mungkin jarum nya beracun.
Rifky mencoba menyembuhkan nya dengan tenaga dalam. Alex berteriak kesakitan ketika Rifky mentransfer energi ke luka nya, namun berangsur angsur bekas luka nya mulai membaik. Hanya tersisa seperti bekas luka lama, bukan seperti sebelum nya lagi.
Sekarang, sisa dua mahluk tadi yang masih bertahan. Mereka menyerang nya secara bersama sama dan dalam waktu yang gak lama mereka berdua bisa dikalahkan dan di ikat dengan rantai gaib dan mereka mulai bertanya.
Rifky: sebernya, ini tempat apa. kenapa kalian menyerang kami.
Ular: teman mu yang lebih dulu menyerang kami dengan melemparkan kapak nya dan mengenai ku.
Agus: aku terpaksa, karena tadi aku lihat kamu mau menyerang kami, jadi aku bertindak duluan.
Ular: aku hanya ingin melindungi wilayah ku.
Agus: akupun juga, ingin melindungi keselamatan ku.
Rifky: sudah gus, sudah..
Rifky: kalo boleh tau, sebenernya apa fungsi tempat ini, sepertinya disini sangat kental aura mistisnya, seolah olah tempat ini merupakan sebuah tempat ritual.
Ular: benar. disini adalah tempat pemujaan bagi mereka yang ingin mendapatkan berbagai keinginan.
Rifky: boleh tau seperti apa aja itu.
Ular: ada yang datang dan bertapa disini untung mendapatkan kekebalan, ada yang sekedar meminta nomor togel, ada yang meminta untuk dikayakan, bahkan ada yang meminta untuk kesembuhan penyakit.
Rifky: itu, beneran terkabul, atau bagaimana ?
Ular: semua yang sudah digariskan takdir, akan berjalan dengan sendirinya, kami hanya bisa memberinya pengaruh, bukan mengabulkan permintaan.
Rifky: jadi, sebenarnya bukan kalian yang mengabulkan permintaan mereka?
Ular: bukan.. kami bukan tuhan. kami hanya mempengaruhinya saja. mereka yang meminta disini, akan kami utus anak buah untuk bersama nya. dia yang membisikan kehebatan tempat ini akhirnya orang itu percaya dan datang kembali kesini membawa kain kuning sebagai tanda keberhasilan nya.
Rifky: maksudnya bagaimana itu. aku masih kurang paham.
Ular: bagi mereka yang meminta kebal dan kesaktian, akan ada bangsa kami yang mengikuti nya dan memberi nya sebuah perlindungan, apabila dia terkena benda tajam, utusan kami itu akan melindunginya sehingga dia merasa dia telah kebal. apabila ingin berkelahi, utusan kami itu yang membantunya sehingga dia merasa dia sakti dan dibisikkan kepadanya semua itu berkat meminta ditempat ini, maka dia pun akan kembali ke tempat ini membawa sesajen dan kain kuning.
Rifky: ternyata, kalian ini cukup pintar dalam menjalankan siasat. nah, kalo yang kaya dan sakit bagaimana, apa kalian yang menyembuhkan nya serta kalian juga yang ngasih mereka uang.
Ular: untuk masalah itu, tanyakan kepada dia (kalajengking) karena itu adalah pekerjaan mereka.
Kala 1: benar.. itu adalah pekerjaan kami, kami juga akan mengutus salah satu bangsa kami ketika ada yang meminta kekayaan dan kesembuhan. utusan itu apabila melihat orang itu mendapatkan rejeki, dia akan membisikkan bahwa ini berkat dari tempat keramat ini, maka dia akan kembali untuk memberikan sesajen dan beberapa kain kuning.
Kala 2: dan apabila orang itu sakit, utusan kami akan berada disamping nya untuk beberapa hari setelah pulang dari sini. dia akan menyihir orang tadi agar sembuh untuk sementara waktu dan membisikkan kepadanya akan kesaktian tempat keramat ini, dia pun akan kembali ketempat ini sebagai tanda terima kasih.
Rifky: itu dia beneran sembuh ?
Kala 2: tidak, sihir kami hanya bersifat sementara, akan kami kembalikan seperti keadaan semula dan dia akan kembali tekempat ini untuk meminta kesembuhan.
Rifky: wah, ternyata kalian ini jahat juga ya dalam memperdaya.
Ular: kami tidak akan melepaskan orang yang pernah ketempat ini untuk meminta. kami akan membuatnya menjadi terikat dengan tempat ini sampai dia mati tanpa membawa iman.
Rifky: jadi sebenarnya kalian ini bekerja untuk apa dan untuk siapa semua ini. apa untunya bagi kalian ketika menyesatkan manusia.
Ular: untuk apa kalian bertanya.. itu sudah kerjaan kami, bukan urusan kalian, berhenti mencampuri urusan kami.
Tiba tiba, para penjaga pagar tersungkur ketanah. Rupa nya para jin mengerahkan kekuatan untuk menembuh pagar gaib yang mereka buat dan berhasil memecahkan nya.
Kami di serang habis habisan, gak ada lagi tempat ku untuk bersantai dan bersembunyi karena jumlah mereka lebih banyak dari kami.
Sebenernya, kami banyak mengalami luka luka akibat serangan mereka dan bisa dibilang kalah. Hanya saja, saat itu terdengar melintas seekor burung di atas pohon dan bersuara seperti angsa. Para jin itu langsung berhenti menyerang kami dan meninggalkan tempat itu seperti sedang ketakutan. Dan sempat terdengar salah satu dari mereka berkata "awas, ada gusti datang.." sebelum akhirnya mereka meninggalkan kami.
Gak tau siapa yang mereka maksud, mungkin itu adalah pimpinan mereka, atau bisa juga penunggu gunung yang mereka takuti, makanya mereka lari. Kami juga kembali untuk menuju parkiran motor.
Kami pulang dan sampai dirumah sekitar jam setengah tujuh. Dan aku pulang di antarkan Alex sampai kerumah, kemudian setelah Isya langsung tidur karena kelelahan.
Sekitar jam 10, aku terbangun dari tidur karena ada panggilan masuk di hp, dan ku lihat ada banyak sms numpuk dan beberapa panggilan tak terjawab. Kemudian hp ku berbunyi lagi, ternyata itu panggilan dari Ahmad.
...BERSAMBUNG...
Komentar
Posting Komentar